Profil I Wayan Arsa; Praktisi Pariwisata dan Penggerak Desa Wisata di Klungkung

BALIEXPRESS.ID – I Wayan Arsa merupakan seorang praktisi pariwisata yang telah berkiprah sejak tahun 1989. Dengan pengalaman panjang di dunia perhotelan dan pengelolaan layanan tur, ia telah berkontribusi dalam pengembangan pariwisata, khususnya di Kabupaten Klungkung, Bali.
Pria asal Dusun Kangin, Desa Bakas, Banjarangkan, Klungkung ini mengawali kariernya di bidang perhotelan dengan bekerja di beberapa villa ternama, seperti Oka Kartini Bungalows Ubud (1989-1998), Villa Yamashiro Br. Payogan, Kedewatan, Ubud (1998-2012), serta Villa Prana Santi di Br. Sebali, Desa Keliki, Tegallalang (2012-2019).
Selain berkarier di sektor pariwisata, Wayan Arsa juga aktif dalam berbagai organisasi masyarakat dan pengembangan desa. Sejak 2012 hingga 2024, ia menjadi anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bakas, dan kini dipercaya sebagai Ketua BPD Desa Bakas serta Ketua Forkom BPD Kabupaten Klungkung untuk periode 2024-2032.
Di bidang pengelolaan wisata, ia pernah menjabat sebagai Ketua Pokdarwis Desa Wisata Bakas (2017-2021) dan kini menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pengelola Desa Wisata Bakas (2021-2026). Perannya di komunitas juga terlihat dari keterlibatannya sebagai Sekretaris Umum Federasi Arung Jeram Pengkab Klungkung (2023-2027) serta Penyarikan Desa Adat Bakas (2021-2026).
Atas dedikasinya, Wayan Arsa telah menerima berbagai penghargaan, termasuk Penghargaan Keluarga Sakinah dari Kementerian Agama Provinsi Bali (2019), Sertifikat Kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (2022), Penghargaan dari Bupati Klungkung pada Lomba Pidarta Bahasa Bali (2024), serta Penghargaan Bali Swacitta Nugraha 2024 dari BRIDA Provinsi Bali dalam bidang Teknologi Pariwisata.
Menurutnya, membangun desa wisata dari nol bukanlah hal yang mudah. “Di awal perjuangannya, saya sering dicemooh dan dianggap orang yang tidak punya pekerjaan karena hampir setiap hari bergotong royong bersama rekan-rekannya untuk membangun kawasan wisata di sekitar Bakas Swing dengan biaya sendiri,” paparnya.
Namun, segala rintangan dan anggapan miring tidak membuatnya menyerah. Dengan penuh ketekunan, ia terus mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun desa wisata. Pengorbanan waktu, biaya, tenaga, dan pikiran ia curahkan demi mewujudkan mimpi besar tersebut.
Kini, usaha keras itu membuahkan hasil. Desa Wisata Bakas telah dikenal luas dan mendapatkan berbagai penghargaan. Lebih dari sekadar prestasi, keberhasilan desa wisata ini telah membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Berbagai sektor ikut berkembang, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), paket wisata, berdirinya homestay, hingga kegiatan budaya yang kini terhubung dengan wisatawan.
Masyarakat yang dulunya skeptis, kini justru ikut terlibat aktif dalam pengembangan pariwisata, baik melalui usaha sendiri maupun partisipasi dalam kegiatan desa. Desa Bakas pun semakin ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara, yang memberikan dampak besar bagi sirkulasi ekonomi lokal serta pelestarian adat dan budaya.
Bagi Arsa, melihat Desa Wisata Bakas berkembang dari sesuatu yang awalnya dianggap mustahil menjadi destinasi yang diperhitungkan adalah kebanggaan tersendiri. Baginya, Desa Wisata Bakas telah tumbuh from nothing to be something, dan ia optimis ke depannya desa ini akan semakin maju. (*)



