alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Anosmia Bisa Terjadi Pasca Vaksinasi Covid-19

DENPASAR, BALI EXPRESS- Meskipun gejala KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) penerima vaksin covid-19 didominasi oleh keluhan gejala demam, seperti badan panas, pegal-pegal, mual atau sakit kepala, namun ada sebagian orang yang juga mengalami anosmia atau kehilangan kemampuan indera penciuman dan perasa. Kenapa bisa terjadi kondisi ini?

Dokter umum di Denpasar, dr. Gia Pratama Putra, anosmia merupakan hilangnya fungsi indra penciuman secara total. “Orang yang mengalami anosmia tidak bisa mencium aroma apa pun, baik aroma bunga atau parfum maupun bau tidak sedap, seperti bau busuk dan bau amis,” jelasnya.

Biasanya kondisi ini dialami oleh mereka yang dinyatakan positif covid-19 yang muncul sekitar 2-14 hari setelah tubuh terpapar virus Corona. Namun pada kondisi tertentu, kondisi ini juga bisa dialami pada penerima vaksinasi covid-19, meskipun hasil pemeriksaan menunjukan hasil negatif covid-19.

Hal tersebut diakuinya bisa saja terjadi, karena kondisi tubuh atau daya tahan penerima vaksinasi tidak sama. “Penyebab pasti mengapa penerima vaksin Covid-19 dapat mengalamj gejala anosmia seperti pasien positif  masih belum diketahui dengan jelas, bamun yang jelas kondisi ini tidak beebahaya dan tidak bisa menjadi indikator seorang terpapar covid-19,” paparnya.

Penyebab anosmia umumnya disebabkan oleh pembengkakan atau penyumbatan di rongga hidung yang membuat bau atau aroma tertentu tidak bisa terdeteksi oleh saraf di dalam hidung. Biasanya yang bisa menimbulkan pembengkakan dn peradangan ini adalah adanya serangan virus baik dari luar ataupun dari dalam tubuh.

Meskipun tidak berbahaya, namun anosmia biasanya disertai dengan gangguan indra pengecap. Hal ini menyebabkan penderitanya bisa kehilangan nafau makan secara drastis, sehingga menyebabkan penurunan berat badan.

Jika kondisi anosmia semakin parah, maka kondisi penderita juga bisa semakin parah. “Karena kehilangan nafsu makan, maka akn mempengaruhi asupan nutrisi, sehingga daya tahan tubuh menurun, untuk itu penderita anosmia sebaiknya segera melakukan terapi untuk memuluhkan kondisinya,” tambahnya. 


DENPASAR, BALI EXPRESS- Meskipun gejala KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) penerima vaksin covid-19 didominasi oleh keluhan gejala demam, seperti badan panas, pegal-pegal, mual atau sakit kepala, namun ada sebagian orang yang juga mengalami anosmia atau kehilangan kemampuan indera penciuman dan perasa. Kenapa bisa terjadi kondisi ini?

Dokter umum di Denpasar, dr. Gia Pratama Putra, anosmia merupakan hilangnya fungsi indra penciuman secara total. “Orang yang mengalami anosmia tidak bisa mencium aroma apa pun, baik aroma bunga atau parfum maupun bau tidak sedap, seperti bau busuk dan bau amis,” jelasnya.

Biasanya kondisi ini dialami oleh mereka yang dinyatakan positif covid-19 yang muncul sekitar 2-14 hari setelah tubuh terpapar virus Corona. Namun pada kondisi tertentu, kondisi ini juga bisa dialami pada penerima vaksinasi covid-19, meskipun hasil pemeriksaan menunjukan hasil negatif covid-19.

Hal tersebut diakuinya bisa saja terjadi, karena kondisi tubuh atau daya tahan penerima vaksinasi tidak sama. “Penyebab pasti mengapa penerima vaksin Covid-19 dapat mengalamj gejala anosmia seperti pasien positif  masih belum diketahui dengan jelas, bamun yang jelas kondisi ini tidak beebahaya dan tidak bisa menjadi indikator seorang terpapar covid-19,” paparnya.

Penyebab anosmia umumnya disebabkan oleh pembengkakan atau penyumbatan di rongga hidung yang membuat bau atau aroma tertentu tidak bisa terdeteksi oleh saraf di dalam hidung. Biasanya yang bisa menimbulkan pembengkakan dn peradangan ini adalah adanya serangan virus baik dari luar ataupun dari dalam tubuh.

Meskipun tidak berbahaya, namun anosmia biasanya disertai dengan gangguan indra pengecap. Hal ini menyebabkan penderitanya bisa kehilangan nafau makan secara drastis, sehingga menyebabkan penurunan berat badan.

Jika kondisi anosmia semakin parah, maka kondisi penderita juga bisa semakin parah. “Karena kehilangan nafsu makan, maka akn mempengaruhi asupan nutrisi, sehingga daya tahan tubuh menurun, untuk itu penderita anosmia sebaiknya segera melakukan terapi untuk memuluhkan kondisinya,” tambahnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/