alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Penting Mengetahui Ciri-ciri Kanker Pada Anak

DENPASAR, BALI EXPRESS- Tidak hanya menyerangvorang dewasa, penyakit kanker juga bisa menyerang anak-anak. Bahkan penyakit kanker pada anak-anak diakui jauh lebih mengerikan, karena tanda-tanda kanker pada anak tidak terlihat, sehingga penyakit kanker ini sulit terditeksi.

Dokter Konsuktan Spesialis Anak, RSUP Sanglah, Dr dr Ketut Ariawati, Sp.A (K), menyebutkan sulitnya menditeksi penyakit kanker pada anak ini karena anak cenderung kesulitan dalam mengutarakan rasa sakit yang dialaminya.

“Inilah yang menyulitkan para dokter untik mendiagnosa penyakit kanker yang dialami anak-anak, terlebih jenis kankernya adalah kanker bawaan,” ungkapnya.

Dilanjutkan de. Ariawati, dari data Kementerian Kesehatan, dari 175.000 anak di dunia didiagnosis kanker, lalu 90.000 di antaranya meninggal dunia. Bahkan, kanker merupakan penyebab kematian kedua terbesar pada anak usia 5-14 tahun.

Untuk itu, dr. Ariawati menyebutkan sangat penting untuk mengetahui ciri-ciri kanker pada anak, ada beberapa kondisi anaknyang perlu diperhatikan karen kemungkinan dikatakan dr. Ariawati kondisi tersebut merupakan ciri-ciri kanker pada anak.

Ciri-ciki kanker pada anak, hampir mirip dengan gangguan kesehatan lainnya. Namun, pada pasien kanker, biasanya kondisinya cenderung menetap, sering terjadi secara berulang, dan tidak kunjung hilang.

Ada beberapa gejala yang patut dicurigai, antara lain, demam berulang tanpa alasan yang jelas. Secara umum, demam memang kondisi kesehatan yang wajar dialami anak-anak sebagai mekanisme alami tubuh dalam melawan infeksi. Ketika anak mengalami demam, maka sistem kekebalan tubuh si Kecil sedang bekerja.

“Biasanya, anak akan demam ketika terkena infeksi, sesudah imunisasi, atau akibat perubahan cuaca. Tetapi ada gejala demam yang perlu orang tua khawatirkan, yaitu demam yang terjadi berulang dan tanpa alasan yang jelas. Hal ini bisa menjadi ciri-ciri leukemia pada anak,” paparnya.

Selanjutnya adalah perdarahan yang terjadi tiba-tiba, jika anak mengalami mimisan secara tiba-tiba dan disertai dengan memar, lebam, dan gunsi berdarah, bisa jadi anak menderita kanker darah (leukimia) limfoma (kanker kelenjar getah bening), dan karsinoma nasofaring.

Tiga jenis kanker ini, menurut dr. Ariawati merupakan jenis kanker yang paling banyak di derita oleh anak-abak.

“Selain itu, ada jug jenis kanker lain yang jug banyak di derita oleh anak-anak, yakni kanker sel Saraf, kanker Tulang dan kanker mata,” ungkapnya.

Untuk mencegah kanker pada anak ada beberapa cara yang bisa dilakukan yakni, melakukan pengecekan kepada anak, menjaga kesehatan anak, mengelola stres anak dan menjauhkan anak dari paparan asap rokok dan zat kimia.






Reporter: IGA Kusuma Yoni

DENPASAR, BALI EXPRESS- Tidak hanya menyerangvorang dewasa, penyakit kanker juga bisa menyerang anak-anak. Bahkan penyakit kanker pada anak-anak diakui jauh lebih mengerikan, karena tanda-tanda kanker pada anak tidak terlihat, sehingga penyakit kanker ini sulit terditeksi.

Dokter Konsuktan Spesialis Anak, RSUP Sanglah, Dr dr Ketut Ariawati, Sp.A (K), menyebutkan sulitnya menditeksi penyakit kanker pada anak ini karena anak cenderung kesulitan dalam mengutarakan rasa sakit yang dialaminya.

“Inilah yang menyulitkan para dokter untik mendiagnosa penyakit kanker yang dialami anak-anak, terlebih jenis kankernya adalah kanker bawaan,” ungkapnya.

Dilanjutkan de. Ariawati, dari data Kementerian Kesehatan, dari 175.000 anak di dunia didiagnosis kanker, lalu 90.000 di antaranya meninggal dunia. Bahkan, kanker merupakan penyebab kematian kedua terbesar pada anak usia 5-14 tahun.

Untuk itu, dr. Ariawati menyebutkan sangat penting untuk mengetahui ciri-ciri kanker pada anak, ada beberapa kondisi anaknyang perlu diperhatikan karen kemungkinan dikatakan dr. Ariawati kondisi tersebut merupakan ciri-ciri kanker pada anak.

Ciri-ciki kanker pada anak, hampir mirip dengan gangguan kesehatan lainnya. Namun, pada pasien kanker, biasanya kondisinya cenderung menetap, sering terjadi secara berulang, dan tidak kunjung hilang.

Ada beberapa gejala yang patut dicurigai, antara lain, demam berulang tanpa alasan yang jelas. Secara umum, demam memang kondisi kesehatan yang wajar dialami anak-anak sebagai mekanisme alami tubuh dalam melawan infeksi. Ketika anak mengalami demam, maka sistem kekebalan tubuh si Kecil sedang bekerja.

“Biasanya, anak akan demam ketika terkena infeksi, sesudah imunisasi, atau akibat perubahan cuaca. Tetapi ada gejala demam yang perlu orang tua khawatirkan, yaitu demam yang terjadi berulang dan tanpa alasan yang jelas. Hal ini bisa menjadi ciri-ciri leukemia pada anak,” paparnya.

Selanjutnya adalah perdarahan yang terjadi tiba-tiba, jika anak mengalami mimisan secara tiba-tiba dan disertai dengan memar, lebam, dan gunsi berdarah, bisa jadi anak menderita kanker darah (leukimia) limfoma (kanker kelenjar getah bening), dan karsinoma nasofaring.

Tiga jenis kanker ini, menurut dr. Ariawati merupakan jenis kanker yang paling banyak di derita oleh anak-abak.

“Selain itu, ada jug jenis kanker lain yang jug banyak di derita oleh anak-anak, yakni kanker sel Saraf, kanker Tulang dan kanker mata,” ungkapnya.

Untuk mencegah kanker pada anak ada beberapa cara yang bisa dilakukan yakni, melakukan pengecekan kepada anak, menjaga kesehatan anak, mengelola stres anak dan menjauhkan anak dari paparan asap rokok dan zat kimia.






Reporter: IGA Kusuma Yoni

Most Read

Artikel Terbaru

/