alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, January 29, 2022

Kenapa Virus Covid-19 Bisa Menjadi Lebih Ganas?

DENPASAR, BALI EXPRESS- Pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh virus Corona belum beeakhir. Setelah dihebohkan dengan virus corona varian delta pada pertengahan tahun 2021 yang diduga sebagai penyebab meledaknya gelombang kedua penularan covid-19.

Di akhir tahun 2021 ini masyarakat dunia kembali dikejutkan dengan munculnya varian  Omicron yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan 9 November lalu. Terkait kondisi ini, apa sebenarnya varian dari virus tersebut Dan kenapa virus mengalami mutasi? 

Kepala Divisi Mikrobiologi Klinik RSUP Sanglah, dr. Luh Inta Prilandari. Sp.MK, menjelaskan virus covid-19 yang ada saat ini dalam dunia kesehatan masih merupakan hal yang baru. “Sehingga akan ada hal-hal baru sesuai dengan dinamika dari virus ini,” jelasnya.

Terkait dengan varian dari virus covid-19, dr. Inta menjelaskan munculnya varian baru dari virus ini adalah bagian dari proses virus untuk bertahan hidup. Ketika menginfeksi manusia, suatu virus menempel pada sel, memasukinya, dan menggandakan RNA untuk menyebar ke seluruh tubuh si manusia. 

Tetapi dalam penggandaan RNA ini bisa terjadi kesalahan sehingga RNA baru yang terbentuk berubah dari aslinya. Proses inilah dikatakan dr. Inta menyebabkan muncul varian baru dari virus covid-19. 

Baca Juga :  Mal dan Tempat Wisata Dibuka, Dewan Harap Tidak Lalai Prokes

Salah satu faktor mutasi adalah perbedaan geografis satu negara dengan negara lainnya, termasuk juga bentang alam dan iklim yang mempengaruhi satu kawasan juga menjadi faktor utama dari mutasi suatu virus. “Selain faktor geografis, mutasi virus covid terjadi karena disebabkan oleh sistem imun manusia menggunakan sejumlah taktik untuk melawan virus corona,” ungkpnya. 

Dilanjutkan dr. Inta, virus akan berusaha menghindari perlawanan sistem imun, menggandakan diri, dan menyebar ke manusia-manusia lain. Karakteristik yang membantu kelangsungan hidup virus itu umumnya bertahan saat terjadi penggandaan diri. Namun mutasi tidak selalu akan menghasilkan virus yang lebih kuat. Varian baru Covid-19 saat ini berjumlah sangat banyak karena hampir tiap pekan ditemukan mutasi baru.

Meski demikian, dr. Inta mengatakan jika varian baru Covid-19 hasil mutasi sebetulnya hal yang wajar dan sudah diprediksi. Karena itu, penelitian terhadap virus ini terus dilakukan sehingga analisa murasi dari virus bisa ditentukan dan karakteristiknya bisa dikenali untuk proses penanganan pasien yang terjangkit

DENPASAR, BALI EXPRESS- Pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh virus Corona belum beeakhir. Setelah dihebohkan dengan virus corona varian delta pada pertengahan tahun 2021 yang diduga sebagai penyebab meledaknya gelombang kedua penularan covid-19.

Di akhir tahun 2021 ini masyarakat dunia kembali dikejutkan dengan munculnya varian  Omicron yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan 9 November lalu. Terkait kondisi ini, apa sebenarnya varian dari virus tersebut Dan kenapa virus mengalami mutasi? 

Kepala Divisi Mikrobiologi Klinik RSUP Sanglah, dr. Luh Inta Prilandari. Sp.MK, menjelaskan virus covid-19 yang ada saat ini dalam dunia kesehatan masih merupakan hal yang baru. “Sehingga akan ada hal-hal baru sesuai dengan dinamika dari virus ini,” jelasnya.

Terkait dengan varian dari virus covid-19, dr. Inta menjelaskan munculnya varian baru dari virus ini adalah bagian dari proses virus untuk bertahan hidup. Ketika menginfeksi manusia, suatu virus menempel pada sel, memasukinya, dan menggandakan RNA untuk menyebar ke seluruh tubuh si manusia. 

Tetapi dalam penggandaan RNA ini bisa terjadi kesalahan sehingga RNA baru yang terbentuk berubah dari aslinya. Proses inilah dikatakan dr. Inta menyebabkan muncul varian baru dari virus covid-19. 

Baca Juga :  Pentingnya Vaksinasi Influenza di Masa Pandemi

Salah satu faktor mutasi adalah perbedaan geografis satu negara dengan negara lainnya, termasuk juga bentang alam dan iklim yang mempengaruhi satu kawasan juga menjadi faktor utama dari mutasi suatu virus. “Selain faktor geografis, mutasi virus covid terjadi karena disebabkan oleh sistem imun manusia menggunakan sejumlah taktik untuk melawan virus corona,” ungkpnya. 

Dilanjutkan dr. Inta, virus akan berusaha menghindari perlawanan sistem imun, menggandakan diri, dan menyebar ke manusia-manusia lain. Karakteristik yang membantu kelangsungan hidup virus itu umumnya bertahan saat terjadi penggandaan diri. Namun mutasi tidak selalu akan menghasilkan virus yang lebih kuat. Varian baru Covid-19 saat ini berjumlah sangat banyak karena hampir tiap pekan ditemukan mutasi baru.

Meski demikian, dr. Inta mengatakan jika varian baru Covid-19 hasil mutasi sebetulnya hal yang wajar dan sudah diprediksi. Karena itu, penelitian terhadap virus ini terus dilakukan sehingga analisa murasi dari virus bisa ditentukan dan karakteristiknya bisa dikenali untuk proses penanganan pasien yang terjangkit

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru