alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

Satpol PP Denpasar Obok-Obok Hotel, Jaring 20 PSK Tanpa Identitas

BALI EXPRESS, DENPASAR – Setelah mengobok-obok beberapa hotel, Satpol PP Denpasar berhasil mengamankan 20 PSK. Mereka akan disidang di PN Denpasar Jumat ini (30/11).

Ruang tahanan di Kantor Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Denpasar seketika dipenuhi oleh pekerja seks komersial (PSK). Sebanyak 20 PSK, Kamis (29/11)  masih ditahan di sana lantaran saat pelaksanaan sidak dilakukan mereka tidak bisa menunjukan identitasnya masing-masing. Selanjutnya mereka akan disidang tipiringkan pada hari ini di Pengadilan Negeri Denpasar.

 

Kasat Pol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga saat dikonfirmasi mengatakan bahwa sidak dengan menyasar hiburan malam dan kawasan yang diduga melaksanakan praktik prostitusi. Hal itu dikatakan memang rutin dilaksanakan sebagai upaya menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Denpasar. “Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan Kota Denpasar yang tertib, aman dan nyaman,” paparnya.

Baca Juga :  Sembahyang Galungan di Pura Besakih Kali Ini Tak Seperti Biasanya

 

Pihaknya menjelaskan bahwa pelaksanaan sidak sekaligus penertiban terhadap penduduk non permanen ini  telah sesuai dengan Perda No. 1 Tahun 2015. Yaitu tentang Ketertiban Umum pasal 39 ayat 1, 2 dan 3. Serta Perda No. 7 tahun 1993 tentang pemberantasan pelacuran. Selanjutnya mereka yang melanggar akan dikenakan sanksi berupa Sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring).

 

Dewa Sayoga berharap kepada masyarakat dan pengusaha agar senantiasa melengkapi dan membentengi diri dengan aturan serta melengkapi segala jenis administrasi ijin usaha serta identitas diri. Sehingga dalam pelaksanaan usaha dan pekerjaan dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya gangguan.

 

“Kegiatan ini bukan untuk mencari kesalahan masyarakat, melainkan menanamkan pentingnya tertib administrasi bagi masyarakat baik dalam bekerja dan melaksanakan usahanya,” jelasnya.

 

Lebih lanjut dikatakan, masih adanya laporan dari masyarakat akan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat menjadikan Sat Pol PP Kota Denpasar gencar malaksanakan sidak. Hal ini juga guna memastikan tidak adanya aktivitas yang justru dapat merugikan dan mengganggu orang lain.

Baca Juga :  Kasus Kebakaran Kapal di Pelabuhan Benoa Jalan di Tempat

 

“Sidak ini akan terus kami lakukan sampai masyarakat paham akan pentingnya taat aturan,” ujarnya.

 

Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (KUKM) Satpol PP Denpasar, I Nyoman Sudarsana juga menjelaskan, terjaringnya puluhan PSK tersebut hasil dari penertiban yang dibantu oleh dua anggota Kodim Denpasar. Sedangkan dari Satpol PP sendiri ia menerjunkan anggotanya sebanyak satu regu. Mereka terjaring di Hotel Barokah Sanur Kauh, dan dibawa langsung ke kantor Satpol PP untuk diminta keterangan lebih lanjut.

 

“Tindaklanjutannya, Jumat besok (hari ini) mereka akan disidang tipiringkan di Pengadilan Negeri Denpasar. Untuk sekarang mereka masih kami tahan sementara di ruang tahanan kantor Satpol PP,” imbuh Sudarsana.


BALI EXPRESS, DENPASAR – Setelah mengobok-obok beberapa hotel, Satpol PP Denpasar berhasil mengamankan 20 PSK. Mereka akan disidang di PN Denpasar Jumat ini (30/11).

Ruang tahanan di Kantor Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Denpasar seketika dipenuhi oleh pekerja seks komersial (PSK). Sebanyak 20 PSK, Kamis (29/11)  masih ditahan di sana lantaran saat pelaksanaan sidak dilakukan mereka tidak bisa menunjukan identitasnya masing-masing. Selanjutnya mereka akan disidang tipiringkan pada hari ini di Pengadilan Negeri Denpasar.

 

Kasat Pol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga saat dikonfirmasi mengatakan bahwa sidak dengan menyasar hiburan malam dan kawasan yang diduga melaksanakan praktik prostitusi. Hal itu dikatakan memang rutin dilaksanakan sebagai upaya menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Denpasar. “Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan Kota Denpasar yang tertib, aman dan nyaman,” paparnya.

Baca Juga :  Ruang Disabilitas untuk Berkreasi di Lumintang

 

Pihaknya menjelaskan bahwa pelaksanaan sidak sekaligus penertiban terhadap penduduk non permanen ini  telah sesuai dengan Perda No. 1 Tahun 2015. Yaitu tentang Ketertiban Umum pasal 39 ayat 1, 2 dan 3. Serta Perda No. 7 tahun 1993 tentang pemberantasan pelacuran. Selanjutnya mereka yang melanggar akan dikenakan sanksi berupa Sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring).

 

Dewa Sayoga berharap kepada masyarakat dan pengusaha agar senantiasa melengkapi dan membentengi diri dengan aturan serta melengkapi segala jenis administrasi ijin usaha serta identitas diri. Sehingga dalam pelaksanaan usaha dan pekerjaan dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya gangguan.

 

“Kegiatan ini bukan untuk mencari kesalahan masyarakat, melainkan menanamkan pentingnya tertib administrasi bagi masyarakat baik dalam bekerja dan melaksanakan usahanya,” jelasnya.

 

Lebih lanjut dikatakan, masih adanya laporan dari masyarakat akan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat menjadikan Sat Pol PP Kota Denpasar gencar malaksanakan sidak. Hal ini juga guna memastikan tidak adanya aktivitas yang justru dapat merugikan dan mengganggu orang lain.

Baca Juga :  Ini Caranya Agar Hidup Merasa Berharga dan Tak Kecewa¬†

 

“Sidak ini akan terus kami lakukan sampai masyarakat paham akan pentingnya taat aturan,” ujarnya.

 

Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (KUKM) Satpol PP Denpasar, I Nyoman Sudarsana juga menjelaskan, terjaringnya puluhan PSK tersebut hasil dari penertiban yang dibantu oleh dua anggota Kodim Denpasar. Sedangkan dari Satpol PP sendiri ia menerjunkan anggotanya sebanyak satu regu. Mereka terjaring di Hotel Barokah Sanur Kauh, dan dibawa langsung ke kantor Satpol PP untuk diminta keterangan lebih lanjut.

 

“Tindaklanjutannya, Jumat besok (hari ini) mereka akan disidang tipiringkan di Pengadilan Negeri Denpasar. Untuk sekarang mereka masih kami tahan sementara di ruang tahanan kantor Satpol PP,” imbuh Sudarsana.


Most Read

Artikel Terbaru

/