Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ada Bioskop dan Wifi Gratis di Perpustakaan Pemkab Badung

I Putu Suyatra • Rabu, 12 Juli 2017 | 18:45 WIB
Photo
Photo



BALI EXPRESS, SEMPIDI - Guna membangun budaya membaca masyarakat, perpustakaan adalah salah satu fasilitas yang dibutuhkan. Berkenaan dengan hal itu, Pemerintah Kabupaten Badung terus melakukan pembenahan, khususnya perpustakaan yang ada di bawah pengelolaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan. Seperti apa?


Waktu menunjukkan pukul 13.15. Jam-jam segini biasanya para pekerja kantoran diserang kantuk berat. Apalagi bertugas di perpustakaan yang cenderung melakukan kegiatan monoton. Namun tidak demikian halnya para pegawai di perpustakaan Kabupaten Badung. para pegawai justru menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan terkait dengan buku-buku. Apalagi beberapa pengunjung yang didominasi oleh siswa sedang mencari berbagai referensi atau hanya sekedar mencari sinyal wifi.


Ruangan perpustakaan yang berlokasi di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung, Sempidi tersebut setidaknya menyimpan ribuan buku yang terdiri dari 17.731 judul. Selain menyediakan buku, perpustakaan ini juga memiliki ruang audio visual dan menyediakan fasilitas berupa wifi gratis. Bahkan di gedung arsip yang letaknya sekitar 50 meter dari lokasi juga menyediakan bioskop mini dengan kapasitas 44 orang serta ruang diorama. Tak heran jika dengan berbagai fasilitas tersebut banyak masyarakat yang berkunjung, terutama akhir pekan, seperti sabtu dan minggu.


Khusus selama tahun 2017, mulai Januari hingga Juni tercatat 6.789 orang pengunjung. Jumlah tersebut dinyatakan meningkat setiap bulannya. Adapun rinciannya, bulan Januari kunjungan berjumlah 835 orang, Februari 883 orang, dan Maret 1.117 orang. Selanjutnya pada April kembali meningkat menjadi 1.132 pengunjung, Mei 1.577 orang, dan Juni sedikit menurun menjadi 1.245 orang.


Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Badung, Ni Wayan Kristiani, didampingi Kasi Layanan dan Pelestarian, Tjok Istri Kartikawati, Selasa (11/7) mengungkapkan, pihaknya memang sedang menggenjot minat baca masyarakat. Kemajuan teknologi selain memiliki berbagai nilai positif, kata dia terkadang juga mendatangkan dampak negatif. "Jangan sampai kita termanjakan oleh teknologi. Kalau teknologi semisal komputer, laptop, gadget itu kena virus atau rusak, maka semua yang kita simpan bisa hilang. Oleh karena itu, dengan membaca, maka ilmu yang kita pelajari disimpan di otak. Ini penting," ujarnya.


Berkenaan dengan hal itu, Kristiani yang baru memimpin dinas tersebut sekitar dua bulan terus menggencarkan sosialisasi mengenai keberadaan perpustakaan. Bahkan, pihaknya dengan sistem 'jemput bola' secara berkala mendatangkan siswa dan masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan atau menonton film sejarah atau dokumenter. "Setiap hari Selasa dan Kamis, kami mendatangkan anak sekolah jenjang SD. Sedangkan untuk masyarakat umum diarahkan selain hari tersebut, namun sesuai dengan persetujuan yang diawali dengan surat permintaan dari masyarakat," terangnya.


Selain berbagai ruangan yang menyediakan berbagai fasilitas, ada pula ruangan yang disebut Bengkel Buku. Ruangan ini merupakan tempat perbaikan buku-buku yang mengalami kerusakan yang masih mungkin diperbaiki. Namun jika tidak bisa diperbaiki, buku-buku tersebut disimpan. "Biasanya kan ada yang rusak. Mungkin tidak sengara terrobek. Nah, kalau masih bisa kami perbaiki, kami perbaiki. Jika tidak, kami simpan, karena kan sudah tak layak lagi," jelasnya.


Istri dari orang nomor dua di Pemkab Badung tersebut belum merasa puas. Ke depan, ia berencana untuk meningkatkan kapasitas bioskop tersebut. Selain itu, ia ingin mengemas perpustakaan tersebut lebih menarik lagi. "Perlu penambahan kapasitas. Karena jumlah kursi yang hanya 44 masih kurang jauh. Selain itu, nantinya kami ingin mendesain agar perpustakaan ini senyaman mungkin baik dari sisi dalam dan luarnya. Sementara ini kan masih seperti gedung yang sangat formal, sehingga masyarakat menjadi segan untuk berkunjung," paparnya.


Dikatakannya, pihaknya akan mengubah beberapa ruangan dengan konsep yang sesuai peruntukannya. Misalnya pada ruang baca anak, akan menerapakan konsep taman kanak-kanak yang khsus diperuntukaan untuk anak-anak. Sehingga anak-anak yang datang ke ruangan tersebut menjadi tertarik. “Jika ruangannya saja sudah menarik, praktis anak-anak maupun masyarakat akan tertarik untuk membaca,” harapnya.


Di samping ruangan perpustakaan, pihaknya juga tetap melanjutkan program Perpustakaan Keliling (Pusling) yang dilakukan dengan dua mobil. Per mobil setidaknya memuat ratusan buku dengan 500 judul. Pun demikian, ia berencana untuk menambah jumlah mobil tersebut, sehingga bisa menjangkau hingga ke pelosok-pelosok. “Saat ini baru dua unit mobil saja, ke depannya kami akan ajukan permohonan utuk penambahan mobil tersebut. Intinya kami berusaha semaksimal mungkin dengan berbagai program untuk mencerdaskan masyarakat Badung," tegasnya.


Kristiani pun menghimbau agar masyarakat, terutama anak sekolah agar lebih memanfaatkan perpustakaan daerah secara maksimal. Karena di perpustakaan ini tersedia sangat banyak buku yang tentunya kan menambah wawasan setiap individu yang ingin membaca. Selain itu, ia juga menyarankan orang tua untuk ikut membiasakan anak-anak membaca sejak dini.“Minat baca masyarakat dan anak sekolah saat ini kan sangat rendah. Hal itu tentunya dipengaruhi oleh kemajuan teknologi yang sangat pesat, sehingga menyebabkan literasi yang digunakan adalah literasi media sosial,” ungkapnya.

Editor : I Putu Suyatra
#covid19 #bali #ubud #satgascovid19 #gianyar #badung