alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

EP Setara Refleksi dan Monumen Pandemik Dialog Dini Hari

DENPASAR, BALI EXPRESS – Band Dialog Dini Hari merilis EP (Extended Play) baru sebagai monumen pengingat akan peristiwa pandemi 2020. EP yang diberi judul Setara ini dirilis akhir pekan kemarin, Jumat  Jumat (3/7). 

Setara berisi empat buah lagu, dua di antaranya sudah dilepas terlebih dulu sebagai single, yaitu Kulminasi II dan Garis Depan. EP ini menyertakan dua lagu lagi , yaitu Pemelukmu dan Atas Nama Cinta. “Awalnya, hanya rilis single saja, tapi kemudian keterusan menggarap beberapa lagu lain. Akhirnya jadilah Setara ini,” jelas Pohontua, gitaris dan vokalis Dialog Dini Hari, kemarin di Denpasar. 

Setara merupakan sebuah monumen pandemik, sekaligus refleksi kolektif Dialog Dini Hari akan keadaan yang membekap kemanusiaan kini. Pohontua, Brozio Orah (bas, synthesizer dan vokal), dan Putu Deny Surya (drums) kemudian memaksimalkan studio rumah masing-masing untuk merekam dan mengerjakan Setara. 

“Sebagai seorang penulis, aku mencoba merangkum tatanan baru manusia. Ada hal-hal signifikan yang bisa dilihat di depan mata. Bagaimana orang bahu-membahu, bagaimana semua lini berjalan dengan sangat dinamis,” jelasnya tentang ide dasar yang menjadi napas dominan Setara. 

“Mungkin terlihat biasa saja, tapi ada hal-hal baru yang bisa kita pegang, bahwa manusia diingatkan untuk kembali ke dasar, sesuatu yang sebenarnya ada di dalam diri kita. Bahwa manusia tetap bergantung kepada yang lainnya.” lanjutnya. 

 Brozio Orah melakukan percobaan baru dengan mengambil peran vokal utama di lagu Pemelukmu. “Pemelukmu adalah lagu lama sebenarnya. Di Parahidup, dia sudah mulai bernyanyi. Dan dia adalah penyanyi yang bagus. Ketika menggarap lagu ini, dengan bongkar pasang aransemen yang kita buat, kami sepakat bahwa versi yang akhirnya kami rilis menampilkan vokalnya,” jelas Pohontua. 

Selain itu, lagu Atas Nama Cinta dalam album ini, juga mengundang Lyta Lautner dari Soulfood dan Bonita dari Bonita and the Hus Band, untuk mengisi vokal latar. Rekaman suara atau musik jarak jauh, menjadi solusi selama pandemic. Karena itu, Bonita merekam suaranya di rumahnya di Salatiga, Jawa Tengah. 

“Band bekerja bagaikan tim, mulai dari konsep sampai produksi teknis. Ini sekali sajalah, selama pandemi. Kondisinya memang mengharuskan kami beradaptasi. Hasilnya, memang tidak kalah dengan biasanya. Tapi sebagai sebuah tim, rasanya kami harus bekerja, diskusi, berargumen, hal-hal begitu merupakan landasan proses kreasi Dialog Dini Hari. Setelah ini selesai, kami akan kembali ke studio dan melakukan hal sebagaimana biasanya,” tandas Pohontua.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Band Dialog Dini Hari merilis EP (Extended Play) baru sebagai monumen pengingat akan peristiwa pandemi 2020. EP yang diberi judul Setara ini dirilis akhir pekan kemarin, Jumat  Jumat (3/7). 

Setara berisi empat buah lagu, dua di antaranya sudah dilepas terlebih dulu sebagai single, yaitu Kulminasi II dan Garis Depan. EP ini menyertakan dua lagu lagi , yaitu Pemelukmu dan Atas Nama Cinta. “Awalnya, hanya rilis single saja, tapi kemudian keterusan menggarap beberapa lagu lain. Akhirnya jadilah Setara ini,” jelas Pohontua, gitaris dan vokalis Dialog Dini Hari, kemarin di Denpasar. 

Setara merupakan sebuah monumen pandemik, sekaligus refleksi kolektif Dialog Dini Hari akan keadaan yang membekap kemanusiaan kini. Pohontua, Brozio Orah (bas, synthesizer dan vokal), dan Putu Deny Surya (drums) kemudian memaksimalkan studio rumah masing-masing untuk merekam dan mengerjakan Setara. 

“Sebagai seorang penulis, aku mencoba merangkum tatanan baru manusia. Ada hal-hal signifikan yang bisa dilihat di depan mata. Bagaimana orang bahu-membahu, bagaimana semua lini berjalan dengan sangat dinamis,” jelasnya tentang ide dasar yang menjadi napas dominan Setara. 

“Mungkin terlihat biasa saja, tapi ada hal-hal baru yang bisa kita pegang, bahwa manusia diingatkan untuk kembali ke dasar, sesuatu yang sebenarnya ada di dalam diri kita. Bahwa manusia tetap bergantung kepada yang lainnya.” lanjutnya. 

 Brozio Orah melakukan percobaan baru dengan mengambil peran vokal utama di lagu Pemelukmu. “Pemelukmu adalah lagu lama sebenarnya. Di Parahidup, dia sudah mulai bernyanyi. Dan dia adalah penyanyi yang bagus. Ketika menggarap lagu ini, dengan bongkar pasang aransemen yang kita buat, kami sepakat bahwa versi yang akhirnya kami rilis menampilkan vokalnya,” jelas Pohontua. 

Selain itu, lagu Atas Nama Cinta dalam album ini, juga mengundang Lyta Lautner dari Soulfood dan Bonita dari Bonita and the Hus Band, untuk mengisi vokal latar. Rekaman suara atau musik jarak jauh, menjadi solusi selama pandemic. Karena itu, Bonita merekam suaranya di rumahnya di Salatiga, Jawa Tengah. 

“Band bekerja bagaikan tim, mulai dari konsep sampai produksi teknis. Ini sekali sajalah, selama pandemi. Kondisinya memang mengharuskan kami beradaptasi. Hasilnya, memang tidak kalah dengan biasanya. Tapi sebagai sebuah tim, rasanya kami harus bekerja, diskusi, berargumen, hal-hal begitu merupakan landasan proses kreasi Dialog Dini Hari. Setelah ini selesai, kami akan kembali ke studio dan melakukan hal sebagaimana biasanya,” tandas Pohontua.


Most Read

Artikel Terbaru

/