alexametrics
27.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Peringati Hari Wayang Nasional, Seniman Gelar Ritual di Grojogan 

MAGELANG, BALI EXPRESS – Sejumlah seniman dari Padepokan Seni Budi Aji memeringati Hari Wayang Nasional yang jatuh pada 7 November dengan melakukan ritual di Grojogan Kapuhan, Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (5/11).

Ritual yang diikuti sekitar 20 orang tersebut membawa gunungan dan Batara Kala serta sesaji berupa nasi tumpeng, ingkung, dan jajan pasar di Grogojan Kapuhan, Kecamatan Sawangan.

Seorang yang membawa gunungan dan Batara Kala setelah sampai di kawasan grojogan duduk di atas batu sambil memainkan wayang. Sedangkan peserta lainnya melakukan ritual dengan menari di atas bebatuan maupun di air.

Ketua Padepokan Seni Budi Aji Kikis Wantoro mengatakan alasan memeringati Hari Wayang dengan melakukan ritual di Grojogan Kapuhan ini, bukan karena grojogannya, melainkan Sungai Pabelan ini airnya bersumber dari Gunung Merapi.

Menurut dia nenek moyang saat menciptakan wayang tidak semata-mata asal senang, tetapi pasti ada tapa brata. Selain itu, laku prihatin dan sebagainya.

Ia menyampaikan ritual ini mengambil tema tepung alam, eling purwa. Eling purwa, artinya ingat dengan permulaan.

“Karena itu kami membawa tokoh wayang Batara Kala dan kami melakukan ritual di Sungai Pabelan yang sumbernya dari Gunung Merapi, maka simbolnya gunungan,” katanya.

Menurut dia ritual tersebut juga untuk memeringati erupsi Gunung Merapi yang terjadi 11 tahun lalu, tepatnya pada 26 Oktober 2010. (ant)


MAGELANG, BALI EXPRESS – Sejumlah seniman dari Padepokan Seni Budi Aji memeringati Hari Wayang Nasional yang jatuh pada 7 November dengan melakukan ritual di Grojogan Kapuhan, Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (5/11).

Ritual yang diikuti sekitar 20 orang tersebut membawa gunungan dan Batara Kala serta sesaji berupa nasi tumpeng, ingkung, dan jajan pasar di Grogojan Kapuhan, Kecamatan Sawangan.

Seorang yang membawa gunungan dan Batara Kala setelah sampai di kawasan grojogan duduk di atas batu sambil memainkan wayang. Sedangkan peserta lainnya melakukan ritual dengan menari di atas bebatuan maupun di air.

Ketua Padepokan Seni Budi Aji Kikis Wantoro mengatakan alasan memeringati Hari Wayang dengan melakukan ritual di Grojogan Kapuhan ini, bukan karena grojogannya, melainkan Sungai Pabelan ini airnya bersumber dari Gunung Merapi.

Menurut dia nenek moyang saat menciptakan wayang tidak semata-mata asal senang, tetapi pasti ada tapa brata. Selain itu, laku prihatin dan sebagainya.

Ia menyampaikan ritual ini mengambil tema tepung alam, eling purwa. Eling purwa, artinya ingat dengan permulaan.

“Karena itu kami membawa tokoh wayang Batara Kala dan kami melakukan ritual di Sungai Pabelan yang sumbernya dari Gunung Merapi, maka simbolnya gunungan,” katanya.

Menurut dia ritual tersebut juga untuk memeringati erupsi Gunung Merapi yang terjadi 11 tahun lalu, tepatnya pada 26 Oktober 2010. (ant)


Most Read

Artikel Terbaru

/