alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Maia Estianty Alami Pelecehan Seksual dari Tukang Kebun, Ini Kisahnya

Maia Estianty bercerita bahwa dirinya sempat mengalami pelecehan seksual saat masih duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar (SD). Pelakunya adalah tukang kebun yang bekerja kepada keluarganya.

 

Pelecehan seksual yang dialami bunda Maia ini diungkapkannya saat berbincang dengan Nikita Willy di akun YouTubenya. Pelecehan yang dialami Maia berupa, dirinya dicium oleh tukang kebun. “Karena masih kecil aku nggak trauma. Aku belum tahu saat itu. Ngapain sih nyedot-nyedot mulut aku? Tapi itu adalah pelecehan,” tegas Maia Estianty.

 

Pengalaman itu diakuinya membekas masih sangat diingat oleh ibunda Al, El dan Dul sampai sekarang. Maia bahkan menyebut kejadian tersebut sebagai pengalaman paling buruk yang dialaminya sewaktu masih kecil.

 

Dari kejadian yang dialaminya tersebut, Maia Estianty meminta keluarga yang memiliki anak perempuan untuk menjaganya dengan baik. Karena bisa saja kejahatan seksual dilakukan oleh orang yang tidak pernah kita duga.”Aku minta kakakku yang punya anak perempuan jangan pernah dilepas (anaknya),” tuturnya.

 

Selain menceritakan hal buruk waktu kecil dulu, Maia Estianty juga mengungkapkan pengalaman manis berkesan yang dirasakannya. Yaitu pada saat ikut lomba marching band. “Kenangan yang bahagia waktu kecil saat ikut marching band, ikut lomba sampai tingkat nasional dari Surabaya ke Jakarta. Dilatih gila-gilaan dan guyubnya dapat. Dan kita menang juara nasional,” kenang perempuan yang dikenal sebagai musisi dan pengusaha itu.


Maia Estianty bercerita bahwa dirinya sempat mengalami pelecehan seksual saat masih duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar (SD). Pelakunya adalah tukang kebun yang bekerja kepada keluarganya.

 

Pelecehan seksual yang dialami bunda Maia ini diungkapkannya saat berbincang dengan Nikita Willy di akun YouTubenya. Pelecehan yang dialami Maia berupa, dirinya dicium oleh tukang kebun. “Karena masih kecil aku nggak trauma. Aku belum tahu saat itu. Ngapain sih nyedot-nyedot mulut aku? Tapi itu adalah pelecehan,” tegas Maia Estianty.

 

Pengalaman itu diakuinya membekas masih sangat diingat oleh ibunda Al, El dan Dul sampai sekarang. Maia bahkan menyebut kejadian tersebut sebagai pengalaman paling buruk yang dialaminya sewaktu masih kecil.

 

Dari kejadian yang dialaminya tersebut, Maia Estianty meminta keluarga yang memiliki anak perempuan untuk menjaganya dengan baik. Karena bisa saja kejahatan seksual dilakukan oleh orang yang tidak pernah kita duga.”Aku minta kakakku yang punya anak perempuan jangan pernah dilepas (anaknya),” tuturnya.

 

Selain menceritakan hal buruk waktu kecil dulu, Maia Estianty juga mengungkapkan pengalaman manis berkesan yang dirasakannya. Yaitu pada saat ikut lomba marching band. “Kenangan yang bahagia waktu kecil saat ikut marching band, ikut lomba sampai tingkat nasional dari Surabaya ke Jakarta. Dilatih gila-gilaan dan guyubnya dapat. Dan kita menang juara nasional,” kenang perempuan yang dikenal sebagai musisi dan pengusaha itu.


Most Read

Artikel Terbaru

/