alexametrics
31.8 C
Denpasar
Tuesday, May 17, 2022

Tiket Premier Film Indonesia ‘Nana’ di Berlin Habis Terjual

BERLIN, BALI EXPRESS – Tiket premier film Indonesia berjudul ‘Nana’ yang terpilih sebagai salah satu nominasi film unggulan untuk kategori Competition di Festival Film Berlinale ke-72, habis terjual.

Berdasarkan keterangan pers Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Berlin, Minggu (13/2), sekitar 600 tiket yang tersedia untuk menonton premier film tersebut habis terjual.

Film yang diadaptasi dari penggalan novel ‘Jais Darga Namaku’ karya Ahda Imran itu akan terus tayang selama periode festival yang berlangsung dari 10-20 Februari 2022.

“Ini memang bukan pertama kalinya saya menonton film Indonesia. Tapi yang paling berkesan adalah paduan antara cerita dan latar belakang musik dari film ini,” kata Draga, salah seorang penonton yang sempat diwawancarai KBRI Berlin setelah tayangan premier tersebut.

Film berbahasa Sunda itu menceritakan kisah Raden Nana Sunani yang mencoba meniti hidup baru setelah kehilangan keluarganya akibat konflik yang terjadi di daerahnya pada sekitar 1960.

Film itu menggambarkan cinta dan ketangguhan seorang perempuan, meski masih terus dibayangi oleh masa lalu. Walaupun mengangkat cerita yang terjadi pada setengah abad lalu, tetapi pesan yang disampaikan oleh film itu masih sangat relevan dalam kehidupan nyata saat ini.

Film Produksi Batara Goempar dan dibintangi oleh sederet aktor ternama seperti Happy Salma, Laura Basuki, Ibnu Jamil dan Arswendi Nasution itu, menggambarkan tradisi dan kehidupan masyarakat Jawa Barat yang dibalut dengan musik, tarian dan pakaian sehari-hari masyarakat Sunda pada zaman tersebut. Nuansa tradisional yang kental di film itu dinilai menjadi salah satu pemikat dan berkesan bagi para penonton.

Setelah tayangan premier, film tersebut telah dijadwalkan tayang di tujuh teater lainnya di Berlin, yaitu pada 14, 17, 18, dan 20 Februari 2022. Dari pantauan KBRI Berlin pada situs resmi Berlinale, tiket untuk semua tayangan film itu juga telah habis terjual.

KBRI Berlin menilai masuknya film ‘Nana’ atau dalam bahasa Inggris dikenal ‘Before, Now and Then’ pada kategori competition menjadi semangat baru bagi sineas Indonesia. Kategori tersebut merupakan kategori utama dan paling bergengsi dari sembilan kategori yang diperlombakan pada Berlinale 2022.

Nominasi pada kategori competition berkesempatan untuk memenangi hadiah utama Festival Berlinale, yaitu the Golden Bear untuk pemenang film terbaik.

Selain itu, enam penghargaan Silver Bear juga disiapkan untuk nominasi kategori ini. Keenam Silver Bear tersebut masing-masing untuk Grand Jury Prize, sutradara terbaik, pemeran utama terbaik, pemeran pendukung terbaik, skenario terbaik, dan Outstanding Artistic Contribution.

Dari ratusan film asal berbagai negara yang diseleksi, hanya 18 film yang terpilih ke dalam nominasi kategori competition. Pesaing Indonesia di kategori tersebut antara lain berasal dari Jerman, Prancis, Meksiko, Swiss, Inggris, Italia, Korea Selatan, dan China.

Artistic Director Berlinale, Carlo Chatrian, pada publikasi Berlinale 2022 menyebutkan bahwa walaupun film-film tersebut memiliki bahasa, budaya dan gaya beragam, namun semuanya bermuara pada satu titik, yaitu rasa cinta yang sangat kuat.

“Secara keseluruhan, karakter-karakter yang dikisahkan dalam film-film ini adalah penghargaan terbaik yang dapat kita bayangkan untuk kemanusiaan,” kata Chatrian. ant

 


BERLIN, BALI EXPRESS – Tiket premier film Indonesia berjudul ‘Nana’ yang terpilih sebagai salah satu nominasi film unggulan untuk kategori Competition di Festival Film Berlinale ke-72, habis terjual.

Berdasarkan keterangan pers Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Berlin, Minggu (13/2), sekitar 600 tiket yang tersedia untuk menonton premier film tersebut habis terjual.

Film yang diadaptasi dari penggalan novel ‘Jais Darga Namaku’ karya Ahda Imran itu akan terus tayang selama periode festival yang berlangsung dari 10-20 Februari 2022.

“Ini memang bukan pertama kalinya saya menonton film Indonesia. Tapi yang paling berkesan adalah paduan antara cerita dan latar belakang musik dari film ini,” kata Draga, salah seorang penonton yang sempat diwawancarai KBRI Berlin setelah tayangan premier tersebut.

Film berbahasa Sunda itu menceritakan kisah Raden Nana Sunani yang mencoba meniti hidup baru setelah kehilangan keluarganya akibat konflik yang terjadi di daerahnya pada sekitar 1960.

Film itu menggambarkan cinta dan ketangguhan seorang perempuan, meski masih terus dibayangi oleh masa lalu. Walaupun mengangkat cerita yang terjadi pada setengah abad lalu, tetapi pesan yang disampaikan oleh film itu masih sangat relevan dalam kehidupan nyata saat ini.

Film Produksi Batara Goempar dan dibintangi oleh sederet aktor ternama seperti Happy Salma, Laura Basuki, Ibnu Jamil dan Arswendi Nasution itu, menggambarkan tradisi dan kehidupan masyarakat Jawa Barat yang dibalut dengan musik, tarian dan pakaian sehari-hari masyarakat Sunda pada zaman tersebut. Nuansa tradisional yang kental di film itu dinilai menjadi salah satu pemikat dan berkesan bagi para penonton.

Setelah tayangan premier, film tersebut telah dijadwalkan tayang di tujuh teater lainnya di Berlin, yaitu pada 14, 17, 18, dan 20 Februari 2022. Dari pantauan KBRI Berlin pada situs resmi Berlinale, tiket untuk semua tayangan film itu juga telah habis terjual.

KBRI Berlin menilai masuknya film ‘Nana’ atau dalam bahasa Inggris dikenal ‘Before, Now and Then’ pada kategori competition menjadi semangat baru bagi sineas Indonesia. Kategori tersebut merupakan kategori utama dan paling bergengsi dari sembilan kategori yang diperlombakan pada Berlinale 2022.

Nominasi pada kategori competition berkesempatan untuk memenangi hadiah utama Festival Berlinale, yaitu the Golden Bear untuk pemenang film terbaik.

Selain itu, enam penghargaan Silver Bear juga disiapkan untuk nominasi kategori ini. Keenam Silver Bear tersebut masing-masing untuk Grand Jury Prize, sutradara terbaik, pemeran utama terbaik, pemeran pendukung terbaik, skenario terbaik, dan Outstanding Artistic Contribution.

Dari ratusan film asal berbagai negara yang diseleksi, hanya 18 film yang terpilih ke dalam nominasi kategori competition. Pesaing Indonesia di kategori tersebut antara lain berasal dari Jerman, Prancis, Meksiko, Swiss, Inggris, Italia, Korea Selatan, dan China.

Artistic Director Berlinale, Carlo Chatrian, pada publikasi Berlinale 2022 menyebutkan bahwa walaupun film-film tersebut memiliki bahasa, budaya dan gaya beragam, namun semuanya bermuara pada satu titik, yaitu rasa cinta yang sangat kuat.

“Secara keseluruhan, karakter-karakter yang dikisahkan dalam film-film ini adalah penghargaan terbaik yang dapat kita bayangkan untuk kemanusiaan,” kata Chatrian. ant

 


Most Read

Artikel Terbaru

/