alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Lakukan Hal Ini untuk Cegah Baby Blues

Perubahan suasana hati setelah kelahiran bayi adalah hal yang lumrah. Anda mungkin jadi tidak sabaran, mudah marah, dan selalu khawatir tentang kesehatan bayi Anda (meskipun dia baik-baik saja). Tak hanya itu, Anda juga mungkin merasa lelah namun tidak bisa tidur dan terus menangis tanpa alasan jelas. Kondisi ini dikenal sebagai baby blues, bentuk depresi postpartum ringan yang paling umum dialami oleh sebagian besar ibu hamil.

Sekitar 70-80 persen dari ibu baru di seluruh dunia berjuang menghadapi baby blues setelah melahirkan. Meski hal-hal yang lumrah, kondisi ini juga bisa jadi masalah yang pelik jika Anda tidak segera mengatasinya. Itu sebabnya, ibu hamil perlu melakukan langkah antisipasi guna mencegah baby blues setelah melahirkan.

Bicarakan dengan dokter setiap kekhawatiran dan kesedihan yang Anda rasakan saat ini. Artinya, selalu tepati janji konsultasi prenatal Anda. Seringnya, profesional kesehatan bisa mendeteksi tanda-tanda depresi yang mungkin Anda tidak pernah sadari. Dengan begitu, mereka bisa membantu Anda mengendalikan gejalanya sebelum meluap di luar kendali.

Ibu baru yang menghabiskan setidaknya 15 menit setiap hari untuk melepas stress, cenderung lebih bisa mengatasi tekanan rumah tangga daripada mereka yang tidak mencoba sedikit bersantai. Hal tersebut dipaparkan oleh Diane Sanford, Ph.D., penulis Postpartum Survival Guide, dalam laman Parents.

Jadi, agar Anda tidak mengalami baby blues, sisihkan waktu untuk diri sendiri secara rutin selama masa kehamilan atau setelah melahirkan. Anda bisa melakukan “me time” dengan berbagai kegiatan yang positif. Sebut saja meditasi, latihan pernapasan dalam, percantik diri di salon, atau sekadar ngopi-ngopi bertemu dan bertukar cerita dengan para calon mama dan ibu lainnya tentang keluh kesah Anda.

Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa konsumsi asam lemak omega-3 (EPA dan DHA) dapat menekan risiko kelahiran prematur dan mencegah baby blues pada ibu baru. Omega-3 adalah asam lemak esensial yang tidak dapat diproduksi secara alami oleh tubuh, dan karena itu harus diperoleh dari makanan. Wanita yang makan cukup ikan beromega-3 tinggi selama kehamilan atau suplemen minyak ikan berkualitas tinggi cenderung lebih kebal terhadap depresi postpartum.

Selain itu, asupan omega-3 ibu yang tidak memadai juga telah dikaitkan dengan faktor risiko diabetes tipe 1 pada anak serta keterlambatan perkembangan verbal selama tumbuh kembangnya. Studi menunjukkan bahwa pasokan omega-3 untuk janin secara khusus diangkut langsung dari persediaan pribadi ibu selama kehamilan, terutama dari otak ibu, menuju plasenta janin yang sedang berkembang.

Anda mungkin berencana untuk menjadi orangtua yang sempurna untuk sang buah hati, bahkan telah memiliki bayangan orangtua ideal yang telah terukir dalam pikiran. Anda mungkin merasa bersalah jika Anda tidak bisa melakukan segalanya dengan benar dan menganggap bahwa ibu-ibu lainnya melakukan pekerjaan yang jauh lebih baik dari Anda. Akibatnya, Anda memaksakan harapan yang tidak realistis pada diri Anda sendiri. Selain membuka hati, cara terbaik untuk mencegah baby blues adalah memiliki ekspektasi yang realistis.






Reporter: Wiwin Meliana

Perubahan suasana hati setelah kelahiran bayi adalah hal yang lumrah. Anda mungkin jadi tidak sabaran, mudah marah, dan selalu khawatir tentang kesehatan bayi Anda (meskipun dia baik-baik saja). Tak hanya itu, Anda juga mungkin merasa lelah namun tidak bisa tidur dan terus menangis tanpa alasan jelas. Kondisi ini dikenal sebagai baby blues, bentuk depresi postpartum ringan yang paling umum dialami oleh sebagian besar ibu hamil.

Sekitar 70-80 persen dari ibu baru di seluruh dunia berjuang menghadapi baby blues setelah melahirkan. Meski hal-hal yang lumrah, kondisi ini juga bisa jadi masalah yang pelik jika Anda tidak segera mengatasinya. Itu sebabnya, ibu hamil perlu melakukan langkah antisipasi guna mencegah baby blues setelah melahirkan.

Bicarakan dengan dokter setiap kekhawatiran dan kesedihan yang Anda rasakan saat ini. Artinya, selalu tepati janji konsultasi prenatal Anda. Seringnya, profesional kesehatan bisa mendeteksi tanda-tanda depresi yang mungkin Anda tidak pernah sadari. Dengan begitu, mereka bisa membantu Anda mengendalikan gejalanya sebelum meluap di luar kendali.

Ibu baru yang menghabiskan setidaknya 15 menit setiap hari untuk melepas stress, cenderung lebih bisa mengatasi tekanan rumah tangga daripada mereka yang tidak mencoba sedikit bersantai. Hal tersebut dipaparkan oleh Diane Sanford, Ph.D., penulis Postpartum Survival Guide, dalam laman Parents.

Jadi, agar Anda tidak mengalami baby blues, sisihkan waktu untuk diri sendiri secara rutin selama masa kehamilan atau setelah melahirkan. Anda bisa melakukan “me time” dengan berbagai kegiatan yang positif. Sebut saja meditasi, latihan pernapasan dalam, percantik diri di salon, atau sekadar ngopi-ngopi bertemu dan bertukar cerita dengan para calon mama dan ibu lainnya tentang keluh kesah Anda.

Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa konsumsi asam lemak omega-3 (EPA dan DHA) dapat menekan risiko kelahiran prematur dan mencegah baby blues pada ibu baru. Omega-3 adalah asam lemak esensial yang tidak dapat diproduksi secara alami oleh tubuh, dan karena itu harus diperoleh dari makanan. Wanita yang makan cukup ikan beromega-3 tinggi selama kehamilan atau suplemen minyak ikan berkualitas tinggi cenderung lebih kebal terhadap depresi postpartum.

Selain itu, asupan omega-3 ibu yang tidak memadai juga telah dikaitkan dengan faktor risiko diabetes tipe 1 pada anak serta keterlambatan perkembangan verbal selama tumbuh kembangnya. Studi menunjukkan bahwa pasokan omega-3 untuk janin secara khusus diangkut langsung dari persediaan pribadi ibu selama kehamilan, terutama dari otak ibu, menuju plasenta janin yang sedang berkembang.

Anda mungkin berencana untuk menjadi orangtua yang sempurna untuk sang buah hati, bahkan telah memiliki bayangan orangtua ideal yang telah terukir dalam pikiran. Anda mungkin merasa bersalah jika Anda tidak bisa melakukan segalanya dengan benar dan menganggap bahwa ibu-ibu lainnya melakukan pekerjaan yang jauh lebih baik dari Anda. Akibatnya, Anda memaksakan harapan yang tidak realistis pada diri Anda sendiri. Selain membuka hati, cara terbaik untuk mencegah baby blues adalah memiliki ekspektasi yang realistis.






Reporter: Wiwin Meliana

Most Read

Artikel Terbaru

/