alexametrics
26.8 C
Denpasar
Monday, June 27, 2022

Menawan, 3 Baleganjur Remaja Ekspresikan Gemuruh Air Lewat Nada

DENPASAR, BALI EXPRESS — Euforia Pesta Kesenian Bali (PKB) bergema saat seni Baleganjur Remaja kembali dilombakan tahun ini di Panggung Terbuka Ardha Candra Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center).

Tiga daerah pertama yang berlomba dalam satu waktu, yakni duta Badung, Tabanan, dan Denpasar, Senin (13/6) malam. Tak ayal, teriakan ribuan penonton silih berganti mendukung ketiganya.

PKB XLIV 2022 mengambil tema besar ‘Danu Kerthi: Huluning Amreta’ yang dimaknai sebagai pemuliaan air sebagai sumber kehidupan. Mengacu pada tema yang sama, para duta dari Badung, Tabanan, dan Denpasar, mencoba menggali tema garapan berdasarkan inspirasi, kondisi dan sejarah desa sekitar.

Seperti halnya penampil pertama dari Sanggar Seni Sabda Murti, Banjar Kerta, Desa Adat Kerta, Kecamatan Petang, Badung. Sanggar ini mengangkat tema Ceburan Gong yang terinspirasi dari cerita dan mitologi atas terbentuknya sebuah air terjun di daerah Desa Batulantang, Kecamatan Petang.

Konon air terjun tersebut merupakan permohonan kepada Ida Bhatari Ulun Danu Beratan dari seorang Raja yang bergelar I Gusti Ngurah Pacung Gede Oka Amangku Bhumi dari Kerajaan Pungging Puspa, yang sekarang bernama Desa Carangsari.

“Ceburan Gong diibaratkan debit air yang besar jatuh dan menghantam daratan dengan akustik ruang yang bertebing tinggi dan mengeluarkan suara gemuruh bagaikan suara Gong yang menghentak nan menggema,” ungkap Koordinator Sanggar Seni Sabda Murti, I Wayan Gede Suwetra SH seperti ditulis dalam synopsisnya.

Tema air terjun juga termuat dalam garapan dari Sekaa Baleganjur Dhananjaya, Banjar Mertasari, Desa Pujungan, Tabanan dengan judul Belah Metu.

Koordinator garapan, I Wayan Yudiarta dalam sinopsisnya menjelaskan, Singsing Blemantung menjadi menarik dan ikonik bagi masyarakat Tabanan, khususnya di Desa Pujungan.

Kata Singsing, oleh masyarakat Pujungan diasosiasikan sebagai air terjun. Sedangkan Blemantung secara etimologis tersusun dari dua etimon yakni Belah berarti pecah dan Metu berarti timbul atau muncul. Singsing Blemantung ini yakni ari terjun yang muncul dari sela/pecahan batu.

Sementara Kota Denpasar yang diwakili Sekaa Telung Barung, Desa Adat Penatih, Kecamatan Denpasar Timur mengangkat cerita Karesian.

Koordinator Sekaa Baleganjur Telung Barung Gusti Putu Nuada mengatakan, Karesian merupakan sistem kelola air pada zaman Bali kuno yang mengelola lima pokok sumber air, yakni air laut, air danau, pancoran, telaga, dan sumber mata air/empul.

Kelima sumber mata air ini identik dengan Panca Tirta. Panca Tirta terformulasi dalam Siwambha seorang pendeta melalui Japa, Mantra, Puja yang teraplikasikan pada elemen melodi, ritme, dinamika.

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

DENPASAR, BALI EXPRESS — Euforia Pesta Kesenian Bali (PKB) bergema saat seni Baleganjur Remaja kembali dilombakan tahun ini di Panggung Terbuka Ardha Candra Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center).

Tiga daerah pertama yang berlomba dalam satu waktu, yakni duta Badung, Tabanan, dan Denpasar, Senin (13/6) malam. Tak ayal, teriakan ribuan penonton silih berganti mendukung ketiganya.

PKB XLIV 2022 mengambil tema besar ‘Danu Kerthi: Huluning Amreta’ yang dimaknai sebagai pemuliaan air sebagai sumber kehidupan. Mengacu pada tema yang sama, para duta dari Badung, Tabanan, dan Denpasar, mencoba menggali tema garapan berdasarkan inspirasi, kondisi dan sejarah desa sekitar.

Seperti halnya penampil pertama dari Sanggar Seni Sabda Murti, Banjar Kerta, Desa Adat Kerta, Kecamatan Petang, Badung. Sanggar ini mengangkat tema Ceburan Gong yang terinspirasi dari cerita dan mitologi atas terbentuknya sebuah air terjun di daerah Desa Batulantang, Kecamatan Petang.

Konon air terjun tersebut merupakan permohonan kepada Ida Bhatari Ulun Danu Beratan dari seorang Raja yang bergelar I Gusti Ngurah Pacung Gede Oka Amangku Bhumi dari Kerajaan Pungging Puspa, yang sekarang bernama Desa Carangsari.

“Ceburan Gong diibaratkan debit air yang besar jatuh dan menghantam daratan dengan akustik ruang yang bertebing tinggi dan mengeluarkan suara gemuruh bagaikan suara Gong yang menghentak nan menggema,” ungkap Koordinator Sanggar Seni Sabda Murti, I Wayan Gede Suwetra SH seperti ditulis dalam synopsisnya.

Tema air terjun juga termuat dalam garapan dari Sekaa Baleganjur Dhananjaya, Banjar Mertasari, Desa Pujungan, Tabanan dengan judul Belah Metu.

Koordinator garapan, I Wayan Yudiarta dalam sinopsisnya menjelaskan, Singsing Blemantung menjadi menarik dan ikonik bagi masyarakat Tabanan, khususnya di Desa Pujungan.

Kata Singsing, oleh masyarakat Pujungan diasosiasikan sebagai air terjun. Sedangkan Blemantung secara etimologis tersusun dari dua etimon yakni Belah berarti pecah dan Metu berarti timbul atau muncul. Singsing Blemantung ini yakni ari terjun yang muncul dari sela/pecahan batu.

Sementara Kota Denpasar yang diwakili Sekaa Telung Barung, Desa Adat Penatih, Kecamatan Denpasar Timur mengangkat cerita Karesian.

Koordinator Sekaa Baleganjur Telung Barung Gusti Putu Nuada mengatakan, Karesian merupakan sistem kelola air pada zaman Bali kuno yang mengelola lima pokok sumber air, yakni air laut, air danau, pancoran, telaga, dan sumber mata air/empul.

Kelima sumber mata air ini identik dengan Panca Tirta. Panca Tirta terformulasi dalam Siwambha seorang pendeta melalui Japa, Mantra, Puja yang teraplikasikan pada elemen melodi, ritme, dinamika.

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

Most Read

Artikel Terbaru

/