alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Si Cantik Gabriela Margareth, Tak Kuat Menahan Sedih, Ada Apa Ini?

DENPASAR, BALI EXPRESS – Tak ada lagi Generasi pertama di JKT48. Pionir terakhir itu, Gabriela Margareth Warouw atau yang akrab disapa Gaby mengumumkan lulus dari JKT48.

Saa perayaan ulang tahun ke-10 JKT48 di Balai Sarbini, Sabtu (18/12) malam. Usai mengumumkan kelulusan, Gaby “dilepas” dengan lagu Jiwaru Days. Di lagu tersebut, Gaby menjadi center.

Gaby mencoba membawakan lagu tersebut dengan ceria dan penuh semangat. Namun, kesedihan tetap saja menghampiri. Itulah kenapa, beberapa kali Gaby terlihat menahan sedih saat bernyanyi dan menari. Benar-benar momen yang emosional bagi gadis yang sudah bergabung di JKT48 sejak usia 13 tahun itu. Dia bangga bisa bertahan selama ini.

”Aku nggak nyangka bisa ngumumin ini. Nggak nyangka bisa sepuluh tahun di JKT48,” ujar Gaby usai konser. Gaby pantas punya perasaan yang campur aduk malam itu. Sebab, saat bergabung di JKT48 sepuluh tahun lalu, Gaby mengira hanya bertahan satu atau dua tahun saja. Tapi, kecintaannya pada menyanyi dan menari membuatnya bisa bertahan sejauh ini.

Member yang berulang tahun tiap 11 April itu memang luar biasa. Jarang mendapat tempat utama di JKT48, tetapi tidak merontokkan mimpinya. Dia justru menjadi member generasi pertama yang bertahan hingga sepuluh tahun. ”Aku termasuk member yang jarang masuk single, jarang dikenal orang,” imbuhnya.

Jika berkaca dari 22 single yang dibawakan JKT48, Gaby memang tidak pernah menjadi center. Bahkan, masuk ke dalam tim senbatsu (pilihan) yang ikut membawakan single utama hanya enam kali. Yakni, di lagu RIVER, Refrain Penuh Harapan, Hanya Lihat ke Depan, Love Trip, Dirimu Melody, Uza, dan Cara Ceroboh untuk Mencinta.

“Aku lebih suka menyanyi dan menari. Itu alasan aku bertahan di sini. Aku suka menghibur orang. Cuma ya itu, aku ingin eksplorasi hal baru,” kata Gaby.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Tak ada lagi Generasi pertama di JKT48. Pionir terakhir itu, Gabriela Margareth Warouw atau yang akrab disapa Gaby mengumumkan lulus dari JKT48.

Saa perayaan ulang tahun ke-10 JKT48 di Balai Sarbini, Sabtu (18/12) malam. Usai mengumumkan kelulusan, Gaby “dilepas” dengan lagu Jiwaru Days. Di lagu tersebut, Gaby menjadi center.

Gaby mencoba membawakan lagu tersebut dengan ceria dan penuh semangat. Namun, kesedihan tetap saja menghampiri. Itulah kenapa, beberapa kali Gaby terlihat menahan sedih saat bernyanyi dan menari. Benar-benar momen yang emosional bagi gadis yang sudah bergabung di JKT48 sejak usia 13 tahun itu. Dia bangga bisa bertahan selama ini.

”Aku nggak nyangka bisa ngumumin ini. Nggak nyangka bisa sepuluh tahun di JKT48,” ujar Gaby usai konser. Gaby pantas punya perasaan yang campur aduk malam itu. Sebab, saat bergabung di JKT48 sepuluh tahun lalu, Gaby mengira hanya bertahan satu atau dua tahun saja. Tapi, kecintaannya pada menyanyi dan menari membuatnya bisa bertahan sejauh ini.

Member yang berulang tahun tiap 11 April itu memang luar biasa. Jarang mendapat tempat utama di JKT48, tetapi tidak merontokkan mimpinya. Dia justru menjadi member generasi pertama yang bertahan hingga sepuluh tahun. ”Aku termasuk member yang jarang masuk single, jarang dikenal orang,” imbuhnya.

Jika berkaca dari 22 single yang dibawakan JKT48, Gaby memang tidak pernah menjadi center. Bahkan, masuk ke dalam tim senbatsu (pilihan) yang ikut membawakan single utama hanya enam kali. Yakni, di lagu RIVER, Refrain Penuh Harapan, Hanya Lihat ke Depan, Love Trip, Dirimu Melody, Uza, dan Cara Ceroboh untuk Mencinta.

“Aku lebih suka menyanyi dan menari. Itu alasan aku bertahan di sini. Aku suka menghibur orang. Cuma ya itu, aku ingin eksplorasi hal baru,” kata Gaby.


Most Read

Artikel Terbaru

/