alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Gek Kiki, 7 Kali Hampir Bunuh Diri, Dulu Rp 60 Juta, Kini Rp 15 Jutaan

DENPASAR, BALI EXPRESS – Sebelum dikenal sebagai Galuh Liku, MC, penari joged dan Selebgram, Gek Kiki memiliki masa-masa sulit untuk bisa mempertahankan eksistensinya sebagai seorang transgender. Seperti apa kisahnya?

Ketika ditemui di Ubud, Gek Kiki yang memiliki nama lahir I Wayan Rikiawan Pratama ini menceritakan jika sebagai seorang transgender dirinya sudah mendapat hinaan atau hujatan dari lingkungan keluarga dan lingkungan sosial lain sejak usia dini.

“Kalau masalah hujatan, saya sudah terbiasa, bahkan bisa dikatakan sudah kenyang makan hujatan dari kecil,” jelasnya.

Hujatan yang diterimanya diakui Gek Kiki tidak saja kekerasan verbal dan pengucilan dari lingkungan sosial saja, tapi juga berbentuk kekerasan lain. “Saya pernah diludahi dan diusir karena saya kemayu. Itu terjadi ketika saya kelas 3 SMP hingga masuk SMA,” ungkap Gek Kiki yang bulan Maret mendatang genap berusia 27 tahun.

Karena merasa depresi atas perlakuan yang diterima, Gek Kiki mengaku pernah ingin mengakhiri hidupnya. Keinginan bunuh diri ini, diakuinya tidak saja sekali saja terlintas, namun sudah hampir dilkukannya hingga tujuh kali.

Keinginan bunuh diri ini, menurut Gek Kiki muncul karena dia merasa sangat depresi terhadap penolakkan yang diberikan keluarga dan masyarakat teehadap dirinya.

Terlebih kondisi kemayu yang dialaminya sejak usia remaja. Namun karena tidak ingin terpuruk terus, maka Gek Kiki berusaha untuk bangkit dan berusaha untuk terus berkarya sebagai seorang seniman Arja.






Reporter: IGA Kusuma Yoni

DENPASAR, BALI EXPRESS – Sebelum dikenal sebagai Galuh Liku, MC, penari joged dan Selebgram, Gek Kiki memiliki masa-masa sulit untuk bisa mempertahankan eksistensinya sebagai seorang transgender. Seperti apa kisahnya?

Ketika ditemui di Ubud, Gek Kiki yang memiliki nama lahir I Wayan Rikiawan Pratama ini menceritakan jika sebagai seorang transgender dirinya sudah mendapat hinaan atau hujatan dari lingkungan keluarga dan lingkungan sosial lain sejak usia dini.

“Kalau masalah hujatan, saya sudah terbiasa, bahkan bisa dikatakan sudah kenyang makan hujatan dari kecil,” jelasnya.

Hujatan yang diterimanya diakui Gek Kiki tidak saja kekerasan verbal dan pengucilan dari lingkungan sosial saja, tapi juga berbentuk kekerasan lain. “Saya pernah diludahi dan diusir karena saya kemayu. Itu terjadi ketika saya kelas 3 SMP hingga masuk SMA,” ungkap Gek Kiki yang bulan Maret mendatang genap berusia 27 tahun.

Karena merasa depresi atas perlakuan yang diterima, Gek Kiki mengaku pernah ingin mengakhiri hidupnya. Keinginan bunuh diri ini, diakuinya tidak saja sekali saja terlintas, namun sudah hampir dilkukannya hingga tujuh kali.

Keinginan bunuh diri ini, menurut Gek Kiki muncul karena dia merasa sangat depresi terhadap penolakkan yang diberikan keluarga dan masyarakat teehadap dirinya.

Terlebih kondisi kemayu yang dialaminya sejak usia remaja. Namun karena tidak ingin terpuruk terus, maka Gek Kiki berusaha untuk bangkit dan berusaha untuk terus berkarya sebagai seorang seniman Arja.






Reporter: IGA Kusuma Yoni

Most Read

Artikel Terbaru

/