alexametrics
27.8 C
Denpasar
Wednesday, June 29, 2022

Hati Komang Dewi Juliana Tertambat Dibuai Pesona Sastra Kuno

DENPASAR, BALI EXPRESS- Generasi muda yang tertarik budaya Bali, khususnya Sastra Kuno bisa dihitung dengan jari. Terlebih di era modern saat ini, seakan jurusan sastra dalam dunia pendidikan harus memanggil-manggil mahasiswa.

Namun selera Ni Komang Dewi Juliana beda dengan orang kebanyakan. Bahkan, bajang jegeg asal Desa Adat Angantelu, Manggis, Karangasem ini, justru
jatuh cinta dengan sastra kuno, terutama Sastra Bali. Makanya tak aneh bila akhirnya Juliana mengambil jurusan Sastra Bali pada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana.

Perempuan yang bekerja sebagai jurnalis di salah satu stasiun televisi ini mengaku, saat ini tengah melanjutkan program pascasarjana. “Saat ini sedang menempuh S2, Prodi Linguistik Konsentrasi Wacana Sastra di Fakultas Ilmu Budaya Univetsitas Udayana juga. Baru menuju semester tiga,” jelas perempuan ayu ini, Rabu (22/6).

Wanita bertubuh langsing ini mengaku gemar sastra kuno lantaran senang baca cerita dan sejarah. Sebab mengatahui cerita masa lalu, dan setelah disimak ideologi dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya masih sangat relevan sampai saat ini.

“Menurut saya leluhur Bali kita sangat hebat. Salah satunya karya-karya pengarang besar Bali abad ke-20, yaitu Ida Pedanda Made Sidemen,” ungkapnya.

Disinggung lontar apa saja yang sudah ia temui dan sempat baca, Juliana menjelaskan bahwa dirinya sempat membaca lontar yang berkesan baginya, yaitu Lontar Usada Rare, yang ia temui di Banjar Pangitebel, Karangasem.

“Itu milik masyarakat, yang kebetulan seorang pamangku. Jadi waktu kuliah (S1) ada tugas kuliah cari lontar di masyarakat. Saya dapat info dari paman, ternyata mangku tersebut tidak tahu kalau ada warisan beberapa lontar yang dia punya, salah satunya Usada Rare tersebut,” paparnya.

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

DENPASAR, BALI EXPRESS- Generasi muda yang tertarik budaya Bali, khususnya Sastra Kuno bisa dihitung dengan jari. Terlebih di era modern saat ini, seakan jurusan sastra dalam dunia pendidikan harus memanggil-manggil mahasiswa.

Namun selera Ni Komang Dewi Juliana beda dengan orang kebanyakan. Bahkan, bajang jegeg asal Desa Adat Angantelu, Manggis, Karangasem ini, justru
jatuh cinta dengan sastra kuno, terutama Sastra Bali. Makanya tak aneh bila akhirnya Juliana mengambil jurusan Sastra Bali pada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana.

Perempuan yang bekerja sebagai jurnalis di salah satu stasiun televisi ini mengaku, saat ini tengah melanjutkan program pascasarjana. “Saat ini sedang menempuh S2, Prodi Linguistik Konsentrasi Wacana Sastra di Fakultas Ilmu Budaya Univetsitas Udayana juga. Baru menuju semester tiga,” jelas perempuan ayu ini, Rabu (22/6).

Wanita bertubuh langsing ini mengaku gemar sastra kuno lantaran senang baca cerita dan sejarah. Sebab mengatahui cerita masa lalu, dan setelah disimak ideologi dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya masih sangat relevan sampai saat ini.

“Menurut saya leluhur Bali kita sangat hebat. Salah satunya karya-karya pengarang besar Bali abad ke-20, yaitu Ida Pedanda Made Sidemen,” ungkapnya.

Disinggung lontar apa saja yang sudah ia temui dan sempat baca, Juliana menjelaskan bahwa dirinya sempat membaca lontar yang berkesan baginya, yaitu Lontar Usada Rare, yang ia temui di Banjar Pangitebel, Karangasem.

“Itu milik masyarakat, yang kebetulan seorang pamangku. Jadi waktu kuliah (S1) ada tugas kuliah cari lontar di masyarakat. Saya dapat info dari paman, ternyata mangku tersebut tidak tahu kalau ada warisan beberapa lontar yang dia punya, salah satunya Usada Rare tersebut,” paparnya.

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

Most Read

Artikel Terbaru

/