alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Aktor Aliando Syarief Umumkan Idap Gangguan Mental OCD

Lama tak muncul dilayar kaca, aktor Aliando Syarief membawa kabar mengejutkan. Melalui video live Instagram, Kamis (27/01) pemeran sinetron Ganteng Ganteng Srigala ini mengumumkan bahwa dirinya memiliki gangguan mental, OCD (Obsessive compulsive disorder).

Sejak tahun 2019, pria yang akrab disapa Ali ini memang sudah jarang terlihat di Televisi, bahkan ia juga sangat jarang mengunggah aktivitasnya di akun media sosial. Sontak hal ini membuat para penggemarnya khawatir dan bertanya-tanya.

Dalam video live instagram itu, Aliando Syarief mengaku sudah menderita OCD ekstrem selama 2 tahun sejak 2019. Tetapi sebelumnya, ia juga pernah menderita penyakit tersebut di kelas 2 SD. “Cukup mengganggu karena rasanya campur aduk. Kita kayak berantem sama pikiran sendiri,” tutur Aliando Syarief

Obsessive Compulsive Disorder (OCD) atau gangguan obsesif kompulsif adalah jenis gangguan kecemasan kronis atau jangka panjang. Gangguan mental ini menyebabkan orang memiliki pikiran yang tak terkendali. Obsesif merupakan pikiran, ide atau impuls yang terus-menerus muncul dan tak terkendali dalam benak seseorang. Sedangkan, kompulsif adalah perilaku, tindakan atau ritual yang dilakukan berulang. Penyakit kesehatan mental ini sering dimulai pada masa kanak-kanak, remaja atau dewasa muda. Umumnya, gejala mulai muncul saat usia di bawah 20 tahun.

 

Dilansir dari Hellosehat, para ilmuwan masih belum menemukan penyebab OCD. Namun, ada beberapa faktor mungkin berpengaruh terhadap timbulnya penyakit tersebut. Berikut sejumlah penyebab OCD.

  1. Faktor biologis

Beberapa studi menemukan OCD bisa terjadi karena perubahan bahan kimia alami di otak, seperti serotonin atau fungsi otak. Orang dengan penyakit ini mungkin memiliki serotonin yang tidak cukup sehingga cenderung mengurangi perilaku yang sama berulang kali.

  1. Faktor genetik

OCD juga bisa merupakan penyakit keturunan, tapi belum diketahui gen yang mempengaruhi masalah kesehatan mental ini.

  1. Faktor lingkungan

Lingkungan bisa menjadi penyebab OCD, termasuk trauma masa kecil, infeksi streptococcus atau Pediatric Autoimmune Neuropsychiatric Disorders Associated with Streptococcal Infections (PANDAS) dan perilaku obsesif kompulsif karena mengamati anggota keluarga.






Reporter: Wiwin Meliana

Lama tak muncul dilayar kaca, aktor Aliando Syarief membawa kabar mengejutkan. Melalui video live Instagram, Kamis (27/01) pemeran sinetron Ganteng Ganteng Srigala ini mengumumkan bahwa dirinya memiliki gangguan mental, OCD (Obsessive compulsive disorder).

Sejak tahun 2019, pria yang akrab disapa Ali ini memang sudah jarang terlihat di Televisi, bahkan ia juga sangat jarang mengunggah aktivitasnya di akun media sosial. Sontak hal ini membuat para penggemarnya khawatir dan bertanya-tanya.

Dalam video live instagram itu, Aliando Syarief mengaku sudah menderita OCD ekstrem selama 2 tahun sejak 2019. Tetapi sebelumnya, ia juga pernah menderita penyakit tersebut di kelas 2 SD. “Cukup mengganggu karena rasanya campur aduk. Kita kayak berantem sama pikiran sendiri,” tutur Aliando Syarief

Obsessive Compulsive Disorder (OCD) atau gangguan obsesif kompulsif adalah jenis gangguan kecemasan kronis atau jangka panjang. Gangguan mental ini menyebabkan orang memiliki pikiran yang tak terkendali. Obsesif merupakan pikiran, ide atau impuls yang terus-menerus muncul dan tak terkendali dalam benak seseorang. Sedangkan, kompulsif adalah perilaku, tindakan atau ritual yang dilakukan berulang. Penyakit kesehatan mental ini sering dimulai pada masa kanak-kanak, remaja atau dewasa muda. Umumnya, gejala mulai muncul saat usia di bawah 20 tahun.

 

Dilansir dari Hellosehat, para ilmuwan masih belum menemukan penyebab OCD. Namun, ada beberapa faktor mungkin berpengaruh terhadap timbulnya penyakit tersebut. Berikut sejumlah penyebab OCD.

  1. Faktor biologis

Beberapa studi menemukan OCD bisa terjadi karena perubahan bahan kimia alami di otak, seperti serotonin atau fungsi otak. Orang dengan penyakit ini mungkin memiliki serotonin yang tidak cukup sehingga cenderung mengurangi perilaku yang sama berulang kali.

  1. Faktor genetik

OCD juga bisa merupakan penyakit keturunan, tapi belum diketahui gen yang mempengaruhi masalah kesehatan mental ini.

  1. Faktor lingkungan

Lingkungan bisa menjadi penyebab OCD, termasuk trauma masa kecil, infeksi streptococcus atau Pediatric Autoimmune Neuropsychiatric Disorders Associated with Streptococcal Infections (PANDAS) dan perilaku obsesif kompulsif karena mengamati anggota keluarga.






Reporter: Wiwin Meliana

Most Read

Artikel Terbaru

/