alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, January 29, 2022

Arika Putri; Kerja Mulai Jam 3 Pagi, Ikut Pelihara Babi

NI KADEK ARIKA PUTRI, dara kelahiran Gianyar, 21 Juni 2003 ini dulunya mesti bangun pukul 03.00 Wita untuk mengambil job sebagai foto model anak dan kemudian lanjut sekolah pukul 07.00 Wita. Tak sampai di sana, pulang sekolah pukul 13.00 Wita, dan ia lanjutkan job foto model lagi pada pukul 15.00 Wita. Rutinitas ini ia lakukan beberapa kali seminggunya sejak duduk di bangku kelas 3 SD sampai kelas 6 SD.

“Awalnya orangtua keberatan (job sebagai model), kasihan, karena kerja sudah dari subuh, tapi lama-kelamaan didukung,” ujar gadis yang kerap disapa Arika ini saat diwawancara Bali Express (Jawa Pos Group), Minggu (28/11).

Arika mengisahkan, sepak terjangnya sebagai model berawal dari pamannya yang memperkenalkannya pada seorang turis asing yang tengah mencari model. Kala itu, ia diminta menjadi model Janger. “Di situ saya nerima fee sebagai model pertama kali sebesar Rp 50 ribu,” katanya.

Baca Juga :  Peringati Hari Wayang Nasional, Seniman Gelar Ritual di Grojogan¬†

Oleh turis asing itu, ia diberi pesan agar menekuni profesi model, tetapi Arika mengaku tidak terlalu kepikiran lantaran cita-citanya saat itu ingin menjadi seorang make up artist (MUA).

Selain jadi model, gadis yang saat ini berdomisili di wilayah Banjar Taman Kaja, Ubud, ini sejak kecil juga kerap membantu orangtua melakukan pekerjaan di rumah. Seperti ikut memelihara babi dan berjualan ke pasar.

Tepatnya saat SMP, Arika benar-benar merasa diri sebagai seorang model dan dapat kesempatan bekerja sama dengan sejumlah fotografer profesional. Profesi model ini pun ia geluti sampai beranjak remaja. Sekitar umur 17 tahun, banyak tawaran menjadi model masuk. Salah satunya masuk dari direct message Instagram-nya @putriiarika_. Hingga saat ini dia menekuni model dan menerima bayaran cukup tinggi.

NI KADEK ARIKA PUTRI, dara kelahiran Gianyar, 21 Juni 2003 ini dulunya mesti bangun pukul 03.00 Wita untuk mengambil job sebagai foto model anak dan kemudian lanjut sekolah pukul 07.00 Wita. Tak sampai di sana, pulang sekolah pukul 13.00 Wita, dan ia lanjutkan job foto model lagi pada pukul 15.00 Wita. Rutinitas ini ia lakukan beberapa kali seminggunya sejak duduk di bangku kelas 3 SD sampai kelas 6 SD.

“Awalnya orangtua keberatan (job sebagai model), kasihan, karena kerja sudah dari subuh, tapi lama-kelamaan didukung,” ujar gadis yang kerap disapa Arika ini saat diwawancara Bali Express (Jawa Pos Group), Minggu (28/11).

Arika mengisahkan, sepak terjangnya sebagai model berawal dari pamannya yang memperkenalkannya pada seorang turis asing yang tengah mencari model. Kala itu, ia diminta menjadi model Janger. “Di situ saya nerima fee sebagai model pertama kali sebesar Rp 50 ribu,” katanya.

Baca Juga :  Nana Pilih Foto Bikini Sendiri Daripada Terima Tawaran Foto Nude

Oleh turis asing itu, ia diberi pesan agar menekuni profesi model, tetapi Arika mengaku tidak terlalu kepikiran lantaran cita-citanya saat itu ingin menjadi seorang make up artist (MUA).

Selain jadi model, gadis yang saat ini berdomisili di wilayah Banjar Taman Kaja, Ubud, ini sejak kecil juga kerap membantu orangtua melakukan pekerjaan di rumah. Seperti ikut memelihara babi dan berjualan ke pasar.

Tepatnya saat SMP, Arika benar-benar merasa diri sebagai seorang model dan dapat kesempatan bekerja sama dengan sejumlah fotografer profesional. Profesi model ini pun ia geluti sampai beranjak remaja. Sekitar umur 17 tahun, banyak tawaran menjadi model masuk. Salah satunya masuk dari direct message Instagram-nya @putriiarika_. Hingga saat ini dia menekuni model dan menerima bayaran cukup tinggi.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru