BALI EXPRESS, KUTA - Perkembangan industri musik bergenre Elektronik Dance Musik (EDM) memang sudah kian berkembang dan merambah kesetiap sendi-sendi para penggemarnya. Tidak hanya para penikmat, para pelaku yang terjun langsung berprofesi sebagai Disc Jockey (DJ) pun tidak sedikit jumlahnya.
Bahkan lazimnya, para kawula muda, remaja hingga orang-orang dewasa sudah sering kita saksikan di club, diskotik, ataupun layar kaca anda lewat aksi dan atraksinya dibalik turntable.
Siapa sangka ternyata di pulau Bali ini juga memiliki banyak talent-talent DJ lokal yang umurnya masih tergolong sangat muda. Salah satunya yang sempat diwawancarai koran Bali Express (Jawa Pos Grup) adalah Marcell Gallardo Handoko yang sudah cukup paham serta memliki skill hebat soal musik EDM. Ardo yang akrab disapa ini masih menginjak umur 14 tahun dan dirinya mengaku sudah menyelesaikan sekolah DJ di Dewata DJ Course (DDC) Bali sejak November 2016 silam selama 3 bulan. Usai menyelesaikan kursus, ungkap Ardo, dirinya masih tetap konsisten untuk memperdalami musik elektro tersebut lewat beberapa bahan referensi yang ada di youtube.
“Sejak November 2016, Saya sudah menyelesaikan kursus advance di DDC DJ School. Tapi hingga saat ini, saya memperdalam ilmu saya sendiri dirumah, dengan refrensi dari DJ terkenal yang saya lihat di YouTube,” ungkap Ardo yang mengaku sangat suka dengan genre musik Future house, Big Room, dan Proggresive. Putra sulung dari pasangan suami-istri, Handoko Lauw dan Eka Wahyuni ini juga mengaku, keinginannya untuk belajar DJ dikarenakan dirinya salah satu penggemar musik elektronik. Bahkan, DJ 4rdo sebutan nama profesinya itu ternyata memiliki bakat dalam dunia seni bermusik. Seperti diantaranya gitar akustik, electric, dan drum. “Ketertarikan saya dengan dunia DJ memang karena saya sangat menyukai musik elektronik. Bahkan saya juga bisa memainkan gitar accoustic, electric dan drum. Dan bagi saya menjadi DJ adalah kepuasan tersendiri buat saya, selain itu its soo cool,” tutur pria kelahiran Denpasar, 14 Agustus 2003 ini.
Saat ini, Ardo yang masih berstatus siswa SMP kelas 9 di Highscope Bali memang belum diizinkan untuk tampil di club atau tempat hiburan lainnya. Akan tetapi dirinya yakin masih memiliki waktu dan akan tampil maksimal. Ia juga mengaku, selain ingin menjadi seorang DJ, dirinya juga bercita-cita ingin menjadi seorang music composer. “Tapi untuk sekarang saya terus berlatih mengasah skill. Karena Yang dibutuhkan DJ adalah intergritas, dedikasi dan keunikan. Apalagi saya suka bermain di bpm (beat per minute) yang lumayan tinggi. Jadi saya harus terus berlatih,” tuturnya. Ardo yang juga penggemar berat dengan DJ Snake dan Don Diablo ini menambahkan, karakter serta teknik DJ yang dimainkannya ini terobsesi oleh kedua sosok DJ tersebut. “Ya ketekunan berlatih, mencari refrensi dari DJ terkenal tentang cara meramu lagu dan mengupdate koleksi lagu adalah kiat saya untuk bisa tampil baik. Kebetulan saya ingin seperti DJ snake dan saya suka Don idablo karena lagunya, bukan permainan live nya. Jadi cara saya bagaimana memadukan gaya seperti itu,” jelas Ardo.
Sementara itu, Ayahanda, Handoko Law yang juga sempat diwawancarai mengaku sangat mendukung penuh dengan bakat dan keinginan dari putra sulungnya tersebut. Apalagi, tambahnya, Ardo sudah memiliki bakat bermusik sudah sejak kecil. Tentu, apapun keinginannya, selagi positif, kami selaku orang tua, lanjut Handoko yang akrab disapa ini, akan terus memberi dukungan penuh. “Dia memang suka musik dr kecil. kelas 1 SD kursus drum. Lalu 2 tahun terakhir kursus private guitar electric dan november kemarin dia minta kurus DJ, setelah dia berhasil mengisi acara disekolahnya. Tentu saya akan dukung terus semampu saya dan tidak ada harapan apa-apa. Pada intinya kita bisa memberikan kesempatan kepada kedua anak saya untuk belajar banyak hal saja,” ujar Handoko. Terkait kesibukannya, Handoko mengaku, tidak begitu terlalu terganggu dengan jadwal sekolahnya. Apalagi peralatan DJ sudah disiapkan dirumah khusus untuk Ardo berlatih mengembangkan skill bermusiknya. “Jadi setelah pulang sekolah dan menyelesaikan tugas atau PR, baru kami izinkan dia untuk berlatih memainkan DJ,” tutupnya.