BALI EXPRESS, KUTA - Dua gadis cantik yang namanya kian melejit di panggung dunia hiburan malam, yaitu female Disc Jockey (DJ) ayu Naomi dan Fanny Wong, kembali ‘unjuk gigi’ menghibur para party people Bali. Kali ini mereka tampil dengan genre musik serta skill menjamu musik dan lagu yang khas.
Tidak bisa dipungkiri, kehebatan dua talent lokal female DJ Bali tersebut memang sangat menakjubkan. Bagaimana tidak, suasana larutnya malam serentak berubah kian seru dan lebih berwarna dengan atraksi mereka dibalik turnung table (turntable). Di panggung Smile Pub, salah satu tempat hiburan yang baru beroperasi satu bulan lalu, di kawasan Gianyar, Jalan Prof. Dr. Ida Bagus Mantra ini, female DJ Ayu Naomi dan Fanny Wong tampil begitu ‘garang’ menyuguhkan musik dan lagu dugem yang asik.
Penampilan pertama, Female DJ Fanny Wong yang pegang kendali. Dibalik turntable, terlihat serius dengan controller DJ. Lentik jari-jemarinya tak pernah putus memainkan piringan hitam yang ada dihadapannya. Hebatnya, musik yang dijamu kala itu, Sabtu (12/8), mampu memantik andrenalin club lovers (clubbers) untuk terus jingkrak bergoyang diatas lantai dansa. Pemilik nama lengkap Fanny Damayanti ini memadukan lagu-lagu yang lagi nge-hits dengan tempo dan rytme musik racikannya. Sontak dipertengahan show-nya, puluhan pengunjung yang sedari tadi duduk memenuhi table di Smile Pub tersebut, terlihat lebih berani untuk maju dan ikut bergoyang.
Menariknya lagi, genre yang dimainkan oleh perempuan kelahiran Singaraja ini, sangat berbeda dengan genre musik Elektronik Dance Musik (EDM) pada umumnya. Aliran genre musik tersebut dinamai fankot atau yang dikenal dengan nama funky house. Khusus genre musik ini, memang sudah sangat komersil dan memang ‘sedap’ untuk di dengar. Bahkan tak sedikit juga para penikmatnya. Tidaklah mengherankan, jenis musik ini lebih dikenal dengan sebutan fanky kota. Nah, lanscape kemeriahan pengunjung serta antusias yang tergambarkan di Smile Pub tersebut ternyata lebih seru dengan adanya aliran musik fankot.
Begitu pula ketika female DJ Ayu Naomi tampil. Suasana malam semakin seru dengan skill serta kehebatannya memainkan turntable. Perempuan kelahiran Mataram-NTB yang berdomisili di Bali ini memang sudah paham betul dengan keinginan para party people. Ia pun menjamu musik bergenre funkot yang digabungkan dengan lagu-lagu indonesia maupun barat. Tentu sangat terdengar hebat. Penampilannya kala itu begitu energik, mampu memuaskan dahaga para pengunjung. Memang tidak mengherankan, jenis musik ini merupakan sub-genre dari musik house atau funky, dimana musik yang dimainkan female DJ Ayu dan Fanny ini memiliki tempo upbeat dengan bass line menggema, serta sangat cocok untuk mengiringi para pengunjung ‘berjojing’ ria.
Ramuan musik house yang dimainkan kedua female DJ spesialis genre fankot ini juga memiliki unsur-unsur musik lokal Indonesia yang dimasukkan dalam beat racikannya. Seperti dangdut, campur sari, gamelan, dan sebagainya. Usai penampilannya, Ayu Naomi atau yang akrab disapa Ayu ini mengaku sangat puas bisa tampil membawakan genre musik fankot. Terlebih ketika pengunjung bisa bergoyang. Ia mengaku, genre musik fankot memang selalu terdengar bagus dan cocok di tempat seperti Smile Pub ini. “ Ya kalau umumnya musik Funkot merupakan versi remix dari musik-musik lokal Indonesia atau pun barat yang sedang naik daun. Jadi disini kita bisa lebih berkreasi dengan perpaduan lagu-lagu yang beragam. Apalagi sesuai dengan konsep tempat hiburan tersebut, yang fankot banget, makanya kita lebih memainkan genre tersebut,” tuturnya.
Sementara itu, female DJ Fanny Wong yang baru pertama kali tampil di panggung Smile Pub mengaku sangat senang bisa diundang menjadi gueat DJ untuk menghibur crowd di kawasan Gianyar tersebut. “Apalagi melihat antusias pengunjung yang ramai jingkrak bergoyang tadi, ya saya juga semakin bersemangat,” ujar Fanny. Ia mengaku, kalau genre fankot yang dimainkannya kala itu, bisa bikin siapa saja happy. “memang tidak hanya genre fankot yang bisa kita mainkan. Karena kebetulan Smile Pub ini konsepnya musik fankot makanya kita juga harus memainkan musik tersebut. Tinggal bagaimana kita mengkreasikan saja. Dan terbukti, musik fankot yang kita mainkan tadi, bisa menghibur pengunjung,” tutupnya.