alexametrics
27.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Erika Duta Batik di Rusia (1) : Batik Jadi Identitas dan Penawar Rindu

RUSIA, BALI EXPRESS – Ribuan kilometer dari Indonesia, di sebuah kota kecil bernama Oryol di Rusia, seorang gadis muda asal Kota Ambon mencoba meraih cita-citanya sekaligus mempertahankan identitas lewat busana batik yang ia kerap kenakan.

Erika Primasari Hiariej, tanpa ia sadari sudah menjadi “duta batik” di Kota Oryol yang mayoritas warganya lebih tahu Bali ketimbang Indonesia.

Bagi gadis berusia 21 tahun itu, baju batik bukan sekadar busana. Batik menjadi obat penawar rindunya akan Indonesia, kampung halamannya, dan juga keluarga tercintanya.

“Setiap saya pakai batik, saya berasa bangga. Karena batik itu identik dengan Indonesia, apalagi baju batik yang saya pakai ini semua buatan mama,” kata Erika kepada ANTARA di Ambon lewat video conference pada 30 September 2021.

Erika adalah anak sulung dari pasangan suami istri, Hendrik Hiariej dan Elfira Hehanussa. Ia adalah salah satu generasi muda asal Ambon yang berprestasi dan kini mendapat beasiswa di Oryol State University untuk jurusan pariwisata. Kota tersebut cukup jauh dari Moskow, butuh waktu sekitar lima jam perjalanan, dan saat ini hanya ada dua orang mahasiswa Indonesia disana termasuk Erika.

Ia mengatakan di lemari pakaiannya ada lebih dari lima setel batik, plus kebaya khas Ambon dan kain tenun Maluku. Motif favoritnya adalah batik parang karena motifnya simpel dan menunjukkan kesan keteraturan, cocok dengan sikapnya yang perfeksionis

“Sebenarnya tidak ada kewajiban saya harus bawa baju batik. Dan saya selalu pakai batik di setiap kegiatan-kegiatan yang saya ikuti,” kata gadis yang murah senyum ini.

Ia bersyukur memiliki ibu yang pandai mendesain batik sebagai busana modern sehingga terlihat kekinian dan “casual”. Pernah pada sebuah kegiatan, seorang mahasiswa Jepang memuji desain baju batik Erika dan disangka baju dari negara matahari terbit itu.

“Anak-anak muda harus lebih mencintai batik, karena kalau didesain dengan modern, baju batik tidak lagi ‘kaku’ dan bisa dipakai sehari-hari,” katanya. 

.

 


RUSIA, BALI EXPRESS – Ribuan kilometer dari Indonesia, di sebuah kota kecil bernama Oryol di Rusia, seorang gadis muda asal Kota Ambon mencoba meraih cita-citanya sekaligus mempertahankan identitas lewat busana batik yang ia kerap kenakan.

Erika Primasari Hiariej, tanpa ia sadari sudah menjadi “duta batik” di Kota Oryol yang mayoritas warganya lebih tahu Bali ketimbang Indonesia.

Bagi gadis berusia 21 tahun itu, baju batik bukan sekadar busana. Batik menjadi obat penawar rindunya akan Indonesia, kampung halamannya, dan juga keluarga tercintanya.

“Setiap saya pakai batik, saya berasa bangga. Karena batik itu identik dengan Indonesia, apalagi baju batik yang saya pakai ini semua buatan mama,” kata Erika kepada ANTARA di Ambon lewat video conference pada 30 September 2021.

Erika adalah anak sulung dari pasangan suami istri, Hendrik Hiariej dan Elfira Hehanussa. Ia adalah salah satu generasi muda asal Ambon yang berprestasi dan kini mendapat beasiswa di Oryol State University untuk jurusan pariwisata. Kota tersebut cukup jauh dari Moskow, butuh waktu sekitar lima jam perjalanan, dan saat ini hanya ada dua orang mahasiswa Indonesia disana termasuk Erika.

Ia mengatakan di lemari pakaiannya ada lebih dari lima setel batik, plus kebaya khas Ambon dan kain tenun Maluku. Motif favoritnya adalah batik parang karena motifnya simpel dan menunjukkan kesan keteraturan, cocok dengan sikapnya yang perfeksionis

“Sebenarnya tidak ada kewajiban saya harus bawa baju batik. Dan saya selalu pakai batik di setiap kegiatan-kegiatan yang saya ikuti,” kata gadis yang murah senyum ini.

Ia bersyukur memiliki ibu yang pandai mendesain batik sebagai busana modern sehingga terlihat kekinian dan “casual”. Pernah pada sebuah kegiatan, seorang mahasiswa Jepang memuji desain baju batik Erika dan disangka baju dari negara matahari terbit itu.

“Anak-anak muda harus lebih mencintai batik, karena kalau didesain dengan modern, baju batik tidak lagi ‘kaku’ dan bisa dipakai sehari-hari,” katanya. 

.

 


Most Read

Artikel Terbaru

/