alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Terungkap, 3 Bule Bandar Kokain Jaringan Dunia Ada di Canggu & Seminyak

DENPASAR, BALI EXPRESS – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali membeberkan kasus narkoba jenis kokain yang melibatkan tiga warga negara asing asal Brasil berinisial PED, Inggris berinisial CHR dan JO asal Meksiko. Ternyata ketiganya tergabung dalam jaringan internasional, dan merupakan pemasok kokain terbesar di Canggu, Kuta Utara serta Seminyak, Kuta.

Kepal BNNP Bali Brigjenpol Gde Sugianyar Dwi Putra didampingi Kabid Brantas BNNP Bali Putu Agus Arjaya menjelaskan, penangkapan ketiga tersangka atas kerjasama dengan Imigrasi Denpasar, Imigrasi Ngurah Rai, dan Bea dan Cukai Bali NTB NTT.

“Jadi, pengungkapan ketiga WNA ini panjang sekali ya dan lama, informasi ini kami betul-betul selidiki sedemikian rupa, terutama yang warga negara Inggris,” tutur Sugianyar, Jumat (5/8).

Berdasar informasi hasil penelusuran instansi terkait adanya barang diduga narkoba yang masuk ke Pulau Dewata, BNNP Bali bersama Tim Gabungan pun melaksanakan pemeriksaan di sebuah vila di Jalan Tumbak Bayuh, Desa Pererenan, Mengwi, Badung, Kamis (21/7), sekitar pukul 21.00. Ternyata di sana ada bule Inggris berinisial CHR dan langsung diamankan.

Dari tangan warga asing itu, petugas menyita 30 plastik klip yang didalamnya berisi bubuk berwarna putih yang diduga mengandung kokain dengan berat 443,56 gram netto.

Saat diinterogasi, diketahui bahwa pria kelahiran Kota Warrington Cheshire ini adalah pengedar yang berhadapan langsung dengan pembeli. “Dia bertugas mengedarkan secara face to face yaitu bayar langsung, beda dengan sabu yang sistem tempel,” tambahnya.

Baca Juga :  Terungkap, Kolonel Priyanto Buang Handi di Serayu dalam Keadaan Hidup

Kemudian dari pendalaman keterangan pelaku, diketahui dia merupakan bagian dari sebuah jaringan dan salah satu pemasoknya adalah pria berinisial PED asal Brasil.

Hari itu juga sekitar pukul 23.00, aparat menelusuri keberadaan PED di sebuah rumah daerah Jalan Raya Semat, Banjar Pelambingan, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung. Di sana PED dapat diringkus berikut barang bukti kokain seberat 194,81 gram netto.

Ternyata bukan hanya kokain, didapati juga hasis seberat 9,26 gram netto, serta ganja 1,53 gram. Dari hasil pemeriksaan, pria yang berprofesi sebagai juru masak ini diketahui sebagai bandar bersama seorang pria asal Meksiko. Tak buang waktu lama, Tim Brantas BNNP Bali mengejar keberadaan pelaku di sebuah vila di Jalan Pura Warung, Banjar Babakan, Desa Canggu, Jumat (22/7) pukul 00.15.

Saat tempat itu digrebek, benar saja pria Meksiko berinisial JO berada di dalam. Dalam penggeledahan, petugas menemukan barang bukti kokain seberat 206,22 gram netto.

Selain itu, ada juga MDMA seberat 34,05 gram netto yang masih dalam bentuk gelondongan alias belum dipecah, serta ganja seberat 1 gram netto. “Yang bersangkutan adalah top dealer bandarnya, karena sudah sejak 2012 di Bali, sementara yang lainnya baru 2022 ini,” ujar Putu Arjaya menimpali Sugianyar.

Ketiganya lantas dibawa ke Kantor BNNP Bali di Jalan Kamboja, Denpasar untuk dilakukan pendalaman. Terungkaplah bawha ketiganya merupakan jaringan internasional peredaran gelap kokain.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Spanyol Sudah di Tingkat Risiko Sangat Tinggi

Barang pembuat sakau itu diproduksi di Amerika Latin dan disinyalir masuk melalui Eropa. Nama ketiganya sudah masuk list agen-agen penegak hukum narkotika berbagai negara dan dibahas dalam pertemuan IDEC (Internasional Drugs Enforcement Conference) Negara Asia Pasifik Timur Jauh di Nusa Dua oleh Kepala BNN RI Komjenpol Petrus Reinhard Golose.

“Dari hasil tes urin, ketiganya positif, jadi selain mengedarkan mereka juga memakai,” lanjutnya. Bahkan, ketiganya teridentifikasi sebagai pemasok kokain terbesar, yaitu 80 persen di wilayah Canggu dan Seminyak.

Adapun pasaran kokain tersebut mayoritas adalah warga negara asing di tempat paguyuban mereka di Canggu dan Seminyak, atau orang yang memang beruang. Karena harganya yang cukup mahal, yaitu Rp 4 juta sampai Rp 5 juta per gram.

Kini, aparat masih terus mendalami jaringan yang terlibat dengan ketiga bule tersebut. Sementara atas perbuatannya, CHR disangkakan Pasal 114 ayat 2 atau Pasal 112 Ayat 2 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara minimal lima tahun, maksimal hukuman mati.

Lalu, PED dan JO disangkakan Pasal Pasal 114 ayat 2 atau Pasal 112 Ayat 2 dan Pasal 111 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara dan maksimal hukuman mati.

 






Reporter: I Gede Paramasutha

DENPASAR, BALI EXPRESS – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali membeberkan kasus narkoba jenis kokain yang melibatkan tiga warga negara asing asal Brasil berinisial PED, Inggris berinisial CHR dan JO asal Meksiko. Ternyata ketiganya tergabung dalam jaringan internasional, dan merupakan pemasok kokain terbesar di Canggu, Kuta Utara serta Seminyak, Kuta.

Kepal BNNP Bali Brigjenpol Gde Sugianyar Dwi Putra didampingi Kabid Brantas BNNP Bali Putu Agus Arjaya menjelaskan, penangkapan ketiga tersangka atas kerjasama dengan Imigrasi Denpasar, Imigrasi Ngurah Rai, dan Bea dan Cukai Bali NTB NTT.

“Jadi, pengungkapan ketiga WNA ini panjang sekali ya dan lama, informasi ini kami betul-betul selidiki sedemikian rupa, terutama yang warga negara Inggris,” tutur Sugianyar, Jumat (5/8).

Berdasar informasi hasil penelusuran instansi terkait adanya barang diduga narkoba yang masuk ke Pulau Dewata, BNNP Bali bersama Tim Gabungan pun melaksanakan pemeriksaan di sebuah vila di Jalan Tumbak Bayuh, Desa Pererenan, Mengwi, Badung, Kamis (21/7), sekitar pukul 21.00. Ternyata di sana ada bule Inggris berinisial CHR dan langsung diamankan.

Dari tangan warga asing itu, petugas menyita 30 plastik klip yang didalamnya berisi bubuk berwarna putih yang diduga mengandung kokain dengan berat 443,56 gram netto.

Saat diinterogasi, diketahui bahwa pria kelahiran Kota Warrington Cheshire ini adalah pengedar yang berhadapan langsung dengan pembeli. “Dia bertugas mengedarkan secara face to face yaitu bayar langsung, beda dengan sabu yang sistem tempel,” tambahnya.

Baca Juga :  Terungkap, Kolonel Priyanto Buang Handi di Serayu dalam Keadaan Hidup

Kemudian dari pendalaman keterangan pelaku, diketahui dia merupakan bagian dari sebuah jaringan dan salah satu pemasoknya adalah pria berinisial PED asal Brasil.

Hari itu juga sekitar pukul 23.00, aparat menelusuri keberadaan PED di sebuah rumah daerah Jalan Raya Semat, Banjar Pelambingan, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung. Di sana PED dapat diringkus berikut barang bukti kokain seberat 194,81 gram netto.

Ternyata bukan hanya kokain, didapati juga hasis seberat 9,26 gram netto, serta ganja 1,53 gram. Dari hasil pemeriksaan, pria yang berprofesi sebagai juru masak ini diketahui sebagai bandar bersama seorang pria asal Meksiko. Tak buang waktu lama, Tim Brantas BNNP Bali mengejar keberadaan pelaku di sebuah vila di Jalan Pura Warung, Banjar Babakan, Desa Canggu, Jumat (22/7) pukul 00.15.

Saat tempat itu digrebek, benar saja pria Meksiko berinisial JO berada di dalam. Dalam penggeledahan, petugas menemukan barang bukti kokain seberat 206,22 gram netto.

Selain itu, ada juga MDMA seberat 34,05 gram netto yang masih dalam bentuk gelondongan alias belum dipecah, serta ganja seberat 1 gram netto. “Yang bersangkutan adalah top dealer bandarnya, karena sudah sejak 2012 di Bali, sementara yang lainnya baru 2022 ini,” ujar Putu Arjaya menimpali Sugianyar.

Ketiganya lantas dibawa ke Kantor BNNP Bali di Jalan Kamboja, Denpasar untuk dilakukan pendalaman. Terungkaplah bawha ketiganya merupakan jaringan internasional peredaran gelap kokain.

Baca Juga :  Presiden Filipina: Anda Pilih Vaksin atau Masuk Penjara

Barang pembuat sakau itu diproduksi di Amerika Latin dan disinyalir masuk melalui Eropa. Nama ketiganya sudah masuk list agen-agen penegak hukum narkotika berbagai negara dan dibahas dalam pertemuan IDEC (Internasional Drugs Enforcement Conference) Negara Asia Pasifik Timur Jauh di Nusa Dua oleh Kepala BNN RI Komjenpol Petrus Reinhard Golose.

“Dari hasil tes urin, ketiganya positif, jadi selain mengedarkan mereka juga memakai,” lanjutnya. Bahkan, ketiganya teridentifikasi sebagai pemasok kokain terbesar, yaitu 80 persen di wilayah Canggu dan Seminyak.

Adapun pasaran kokain tersebut mayoritas adalah warga negara asing di tempat paguyuban mereka di Canggu dan Seminyak, atau orang yang memang beruang. Karena harganya yang cukup mahal, yaitu Rp 4 juta sampai Rp 5 juta per gram.

Kini, aparat masih terus mendalami jaringan yang terlibat dengan ketiga bule tersebut. Sementara atas perbuatannya, CHR disangkakan Pasal 114 ayat 2 atau Pasal 112 Ayat 2 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara minimal lima tahun, maksimal hukuman mati.

Lalu, PED dan JO disangkakan Pasal Pasal 114 ayat 2 atau Pasal 112 Ayat 2 dan Pasal 111 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara dan maksimal hukuman mati.

 






Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru

/