alexametrics
29.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Bule Jerman Ditangkap Miliki 109 Paket Kokain Seharga Miliaran Rupiah

BADUNG, BALI EXPRESS – Ratusan paket Narkoba jenis Kokain dan satu paket Hasis berhasil diamankan Satresnarkoba Polres Badung dari tangan seorang warga negara asing asal Jerman berinisial ABL, 35. 

Kasus tersebut diungkap di Mapolres Badung, Jumat (9/7) oleh Kapolres Badung, AKBP Roby Setiadi didampingi, Kasatresnarkoba, Iptu Budi Artama.

“Kami memang masih mendalami peran sebenarnya dari pelaku, tapi dari barang buktinya yang besar, bisa dikatakan ini merupakan tangkapan terbesar atas bandar atau pengedar Narkoba dengan barang bukti Kokain di wilayah hukum Polres Badung dan Polda Bali,” ujar Roby. 

Dijelaskannya, Kokain merupakan salah satu jenis Narkoba termahal, dan biasanya penggunanya adalah orang yang berduit atau warga asing.

Iptu Budi menambahkan, rincian awal terungkapnya kasus tersebut setelah menghimpun informasi bahwa sering terjadi  penyalahgunaan Narkotika  di Vila Sambada di Desa Cemagi, Mengwi, Badung, yang diduga dilakukan oleh seorang bule dengan ciri-ciri botak dan berkulit hitam. 

Berdasarkan informasi itu, Tim Opsnal Satesnarkoba Polres Badung, melakukan penyelidikan selama sebulan terhadap tempat atau lokasi dimaksud. 

Kemudian Senin (5/7) pukul 22.15 Wita, tim melakukan pengintaian dan melihat sesorang dengan ciri – ciri serupa di tempat kejagian perkara (TKP).

“Kami melakukan pengintaian lalu memasuki vila, dan akhirnya berhasil mengamankan laki-laki, yakni pelaku yang mengaku bernama ABL,” tandas Budi. 

Kemudian petugas menemukan 53 paket klip serbuk putih, yakni Narkoba jenis Kokain dan satu paket klip Hasis saat menggeledah badan ABL dan area vila. 

Keesokan harinya, petugas kembali melakukan penggeledahan di kamar pelaku dan menemukan kantong kertas warna biru yang di dalamnya berisi 56 paket Kokain. Jadi, total barang bukti yang didapat adalah 109 paket Kokain seberat 282,01 gram dan satu paket Hasis seberat 1,10 gram, yang jika dinominalkan, barang terlarang ini nilainya mencapai Rp 1,5 miliar. “Kokain saja per satu gram harganya Rp 3 sampai 5 juta, jadi jika ditotal Rp 1,5 miliar,” tambahnya.

Dari hasil interogasi, ABL mengaku barang itu memang miliknya yang dibeli secara online dan hanya digunakan bersama temannya sendiri. Tentu pengakuan itu perlu didalami lagi, mengingat barang bukti yang besar apalagi jika diedarkan, hasil tangkapan ini bisa digunakan untuk 600 orang. Sehingga pengakuan menggunakan sendiri dengan beberapa orang disebut hampir tidak mungkin oleh petugas.

Akibat perbuatannya, ABL terancam dikenakan Pasal berlapis, yakni Pasal 111 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun, dan paling lama 12 tahun, dengan pidana denda paling sedikit Rp 800 Juta dan paling banyak Rp 8 Miliar.

Khusus Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp 800 Juta dan paling banyak Rp 8 Miliar.

Kemudian, Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun. Dipidana denda maksimum Rp 13 Miliar, dan Pasal 131 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling lama 1 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 50 Juta. (ges)


BADUNG, BALI EXPRESS – Ratusan paket Narkoba jenis Kokain dan satu paket Hasis berhasil diamankan Satresnarkoba Polres Badung dari tangan seorang warga negara asing asal Jerman berinisial ABL, 35. 

Kasus tersebut diungkap di Mapolres Badung, Jumat (9/7) oleh Kapolres Badung, AKBP Roby Setiadi didampingi, Kasatresnarkoba, Iptu Budi Artama.

“Kami memang masih mendalami peran sebenarnya dari pelaku, tapi dari barang buktinya yang besar, bisa dikatakan ini merupakan tangkapan terbesar atas bandar atau pengedar Narkoba dengan barang bukti Kokain di wilayah hukum Polres Badung dan Polda Bali,” ujar Roby. 

Dijelaskannya, Kokain merupakan salah satu jenis Narkoba termahal, dan biasanya penggunanya adalah orang yang berduit atau warga asing.

Iptu Budi menambahkan, rincian awal terungkapnya kasus tersebut setelah menghimpun informasi bahwa sering terjadi  penyalahgunaan Narkotika  di Vila Sambada di Desa Cemagi, Mengwi, Badung, yang diduga dilakukan oleh seorang bule dengan ciri-ciri botak dan berkulit hitam. 

Berdasarkan informasi itu, Tim Opsnal Satesnarkoba Polres Badung, melakukan penyelidikan selama sebulan terhadap tempat atau lokasi dimaksud. 

Kemudian Senin (5/7) pukul 22.15 Wita, tim melakukan pengintaian dan melihat sesorang dengan ciri – ciri serupa di tempat kejagian perkara (TKP).

“Kami melakukan pengintaian lalu memasuki vila, dan akhirnya berhasil mengamankan laki-laki, yakni pelaku yang mengaku bernama ABL,” tandas Budi. 

Kemudian petugas menemukan 53 paket klip serbuk putih, yakni Narkoba jenis Kokain dan satu paket klip Hasis saat menggeledah badan ABL dan area vila. 

Keesokan harinya, petugas kembali melakukan penggeledahan di kamar pelaku dan menemukan kantong kertas warna biru yang di dalamnya berisi 56 paket Kokain. Jadi, total barang bukti yang didapat adalah 109 paket Kokain seberat 282,01 gram dan satu paket Hasis seberat 1,10 gram, yang jika dinominalkan, barang terlarang ini nilainya mencapai Rp 1,5 miliar. “Kokain saja per satu gram harganya Rp 3 sampai 5 juta, jadi jika ditotal Rp 1,5 miliar,” tambahnya.

Dari hasil interogasi, ABL mengaku barang itu memang miliknya yang dibeli secara online dan hanya digunakan bersama temannya sendiri. Tentu pengakuan itu perlu didalami lagi, mengingat barang bukti yang besar apalagi jika diedarkan, hasil tangkapan ini bisa digunakan untuk 600 orang. Sehingga pengakuan menggunakan sendiri dengan beberapa orang disebut hampir tidak mungkin oleh petugas.

Akibat perbuatannya, ABL terancam dikenakan Pasal berlapis, yakni Pasal 111 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun, dan paling lama 12 tahun, dengan pidana denda paling sedikit Rp 800 Juta dan paling banyak Rp 8 Miliar.

Khusus Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp 800 Juta dan paling banyak Rp 8 Miliar.

Kemudian, Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun. Dipidana denda maksimum Rp 13 Miliar, dan Pasal 131 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling lama 1 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 50 Juta. (ges)


Most Read

Artikel Terbaru

/