alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Tunisia Beri Ganti Rugi Atas Kematian dan Korban Luka Akibat Revolusi

TUNIS, BALI EXPRESS – Presiden Tunisia Kais Saied, Minggu (10/4) mengumumkan akan memberi kompensasi pada keluarga korban tewas dan terluka dalam revolusi 2011 yang membawa demokrasi ke negara itu.

Saied yang menghadapi krisis politik dan ekonomi dan tuduhan pengambilalihan kekuasaan melalui kudeta, bulan lalu membubarkan parlemen, memaksakan pemerintahan seorang diri setelah memerintah dengan dekrit sejak musim panas. Dia mengaku berusaha menyelamatkan negara Afrika Utara itu dari kehancuran.

Dinar Tunisia telah jatuh ke posisi terendah dalam tiga tahun, dan sebuah delegasi akan berangkat ke Washington bulan ini untuk mencari kesepakatan dengan Dana Moneter Internasional.

Dekret Saied pada Sabtu menyetujui kompensasi untuk keluarga dari para ‘Syuhada’, polisi dan tentara yang tewas dan terluka membela negara dari apa yang disebutnya ‘serangan teroris’ selama tahun-tahun setelah revolusi yang memicu pergolakan Arab di sekitar wilayah itu.

Puluhan pemuda tewas dan ratusan lainnya terluka selama pergolakan melawan pemerintahan presiden saat itu Zine El Abidine Ben Ali pada 2011.

Saied telah berjanji untuk menegakkan hak dan kebebasan yang dimenangkan dalam revolusi, tetapi para pengritiknya mengatakan berbagai tindakannya, termasuk mengganti badan yang menjamin independensi peradilan, menunjukkan bahwa dia bertekad untuk memerintah sendirian. ant

 


TUNIS, BALI EXPRESS – Presiden Tunisia Kais Saied, Minggu (10/4) mengumumkan akan memberi kompensasi pada keluarga korban tewas dan terluka dalam revolusi 2011 yang membawa demokrasi ke negara itu.

Saied yang menghadapi krisis politik dan ekonomi dan tuduhan pengambilalihan kekuasaan melalui kudeta, bulan lalu membubarkan parlemen, memaksakan pemerintahan seorang diri setelah memerintah dengan dekrit sejak musim panas. Dia mengaku berusaha menyelamatkan negara Afrika Utara itu dari kehancuran.

Dinar Tunisia telah jatuh ke posisi terendah dalam tiga tahun, dan sebuah delegasi akan berangkat ke Washington bulan ini untuk mencari kesepakatan dengan Dana Moneter Internasional.

Dekret Saied pada Sabtu menyetujui kompensasi untuk keluarga dari para ‘Syuhada’, polisi dan tentara yang tewas dan terluka membela negara dari apa yang disebutnya ‘serangan teroris’ selama tahun-tahun setelah revolusi yang memicu pergolakan Arab di sekitar wilayah itu.

Puluhan pemuda tewas dan ratusan lainnya terluka selama pergolakan melawan pemerintahan presiden saat itu Zine El Abidine Ben Ali pada 2011.

Saied telah berjanji untuk menegakkan hak dan kebebasan yang dimenangkan dalam revolusi, tetapi para pengritiknya mengatakan berbagai tindakannya, termasuk mengganti badan yang menjamin independensi peradilan, menunjukkan bahwa dia bertekad untuk memerintah sendirian. ant

 


Most Read

Artikel Terbaru

/