Minggu, 24 Oct 2021
Bali Express
Home / Internasional
icon featured
Internasional

Kardinal Marx Minta Mundur, Paus Menolak

10 Juni 2021, 21: 25: 55 WIB | editor : I Putu Suyatra

Kardinal Marx Minta Mundur, Paus Menolak

HADIAH: Paus Fransiskus menerima hadiah lukisan saat ia datang untuk melakukan audiensi umum mingguan di halaman San Damaso, Rabu (2/5). (ANTARA)

Share this      

VATIKAN, BALI EXPRESS-Pengunduran diri Kardinal Jerman, Reinhard Marx sebagai uskup agung Munich atas krisis pelecehan seksual Gereja ditolak Paus Fransiskus. Keinginan pengunduran diri Marx dipahami oleh Paus, namun pengunduran diri tersebut tak diterima.

Marx, menawarkan untuk mengundurkan diri awal bulan ini. Salah satu tokoh liberal Katolik Roma yang paling berpengaruh itu mengatakan harus berbagi tanggung jawab institusional atas pelecehan seksual oleh para imam selama beberapa dekade terakhir.

Namun Fransiskus dalam sebuah surat kepada Marx yang ditulis pada Kamis dan dirilis oleh Vatikan, mengatakan dia memahami motivasi di balik tawaran Marx untuk mengundurkan diri. Hanya saja Paus tidak akan menerimanya. "Itulah jawaban saya, Saudaraku. Lanjutkan seperti yang Anda sarankan, tetapi sebagai Uskup Agung Munich," kata Fransiskus kepada Marx dalam surat itu, yang ditulis dalam Bahasa Spanyol.

Sebagai mantan ketua konferensi uskup Katolik Jerman, Marx tidak dicurigai berpartisipasi dalam pelecehan atau penyamaran. Gereja sedang menyelidiki tuduhan pelecehan di keuskupan agung Jerman lainnya, Cologne, setelah sebuah laporan pada Maret menemukan ratusan korban di sana. "Saya setuju dengan Anda bahwa ini adalah malapetaka: sejarah menyedihkan pelecehan seksual dan cara Gereja menanganinya sampai saat ini," lanjut Paus.

“Menyadari kemunafikan dalam cara kita menjalani iman kita adalah anugerah dan langkah pertama yang harus kita ambil. Kita harus bertanggung jawab atas sejarah ini, baik sebagai individu maupun sebagai komunitas. Kita tidak bisa acuh tak acuh dalam menghadapi kejahatan ini," imbuh Paus dalam surat itu.

Mendeklarasikan bahwa "seluruh Gereja berada dalam krisis" atas pelecehan, Paus Fransiskus mengatakan tidak dapat lagi mengambil "kebijakan langsung" atas krisis tersebut. "Menerima krisis, sebagai individu dan sebagai komunitas adalah satu-satunya cara yang bermanfaat," kata dia. (ant)

Baca juga: Seorang Apoteker Dipenjara Tiga Tahun Akibat Rusak Vaksin Covid-19

(bx/adi/yes/JPR)

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia