alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

6 Orang Tewas, Pria Bersenjata Berondongkan Peluru di Plymouth

LONDON, BALI EXPRESS – Sejumlah orang tewas dalam penembakan massal di kota Plymouth di Barat Daya Inggris  Kamis malam (12/8).

Penembakan massal itu digambarkan oleh Menteri Dalam Negeri Inggris Priti Patel sebagai sebuah insiden yang ‘mengejutkan’.

Surat kabar The Times melaporkan bahwa hingga enam orang tewas dalam penembakan itu. The Daily Telegraph memberitakan bahwa seorang pria bersenjata dilaporkan ditembak mati. Namun, tidak jelas apakah pria itu bunuh diri atau ditembak polisi.

Polisi tidak mengonfirmasi jumlah korban jiwa dalam peristiwa yang mereka gambarkan sebagai ‘insiden senjata api yang serius’. Namun, polisi mengatakan situasinya diyakini dapat diatasi.

Inggris memiliki salah satu tingkat terendah di dunia untuk pembunuhan dengan senjata api, dan penembakan massal jarang terjadi.

Sharron Turner, 57, yang tinggal di belakang lokasi penembakan, mengatakan kepada The Times bahwa seorang pria bersenjata telah menendang pintu depan sebuah rumah semi-terpisah sebelum menembak seorang ibu muda dan putrinya yang berusia sekitar lima tahun.

Turner mengatakan dia mendengar bahwa pria itu, yang berpakaian hitam dan abu-abu, membawa senjata semi-otomatis.

Menurut berita The Times, setelah melakukan serangan tersebut, pria bersenjata itu melarikan diri melalui sebuah taman di belakang rumah dan menembak dua pejalan kaki yang membawa anjing.

Anggota parlemen lokal Johnny Mercer mengatakan di Twitter bahwa insiden itu ‘tidak terkait teror’. “Insiden di Plymouth sangat mengejutkan dan saya prihatin dengan mereka yang terkena dampak,” kata Menteri Dalam Negeri Priti Patel di Twitter.

Polisi daerah Devon & Cornwall mengatakan mereka dipanggil ke area Keyham di kota itu pukul 18.10 pada Kamis (12/8).

“Ada sejumlah korban jiwa di tempat kejadian dan beberapa korban lainnya menerima perawatan,” katanya. (ant)


LONDON, BALI EXPRESS – Sejumlah orang tewas dalam penembakan massal di kota Plymouth di Barat Daya Inggris  Kamis malam (12/8).

Penembakan massal itu digambarkan oleh Menteri Dalam Negeri Inggris Priti Patel sebagai sebuah insiden yang ‘mengejutkan’.

Surat kabar The Times melaporkan bahwa hingga enam orang tewas dalam penembakan itu. The Daily Telegraph memberitakan bahwa seorang pria bersenjata dilaporkan ditembak mati. Namun, tidak jelas apakah pria itu bunuh diri atau ditembak polisi.

Polisi tidak mengonfirmasi jumlah korban jiwa dalam peristiwa yang mereka gambarkan sebagai ‘insiden senjata api yang serius’. Namun, polisi mengatakan situasinya diyakini dapat diatasi.

Inggris memiliki salah satu tingkat terendah di dunia untuk pembunuhan dengan senjata api, dan penembakan massal jarang terjadi.

Sharron Turner, 57, yang tinggal di belakang lokasi penembakan, mengatakan kepada The Times bahwa seorang pria bersenjata telah menendang pintu depan sebuah rumah semi-terpisah sebelum menembak seorang ibu muda dan putrinya yang berusia sekitar lima tahun.

Turner mengatakan dia mendengar bahwa pria itu, yang berpakaian hitam dan abu-abu, membawa senjata semi-otomatis.

Menurut berita The Times, setelah melakukan serangan tersebut, pria bersenjata itu melarikan diri melalui sebuah taman di belakang rumah dan menembak dua pejalan kaki yang membawa anjing.

Anggota parlemen lokal Johnny Mercer mengatakan di Twitter bahwa insiden itu ‘tidak terkait teror’. “Insiden di Plymouth sangat mengejutkan dan saya prihatin dengan mereka yang terkena dampak,” kata Menteri Dalam Negeri Priti Patel di Twitter.

Polisi daerah Devon & Cornwall mengatakan mereka dipanggil ke area Keyham di kota itu pukul 18.10 pada Kamis (12/8).

“Ada sejumlah korban jiwa di tempat kejadian dan beberapa korban lainnya menerima perawatan,” katanya. (ant)


Most Read

Artikel Terbaru

/