alexametrics
30.4 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Ukraina – Rusia Rundingkan Gencatan Senjata dan Penarikan Pasukan

UKRAINA, BALI EXPRESS – Pembicaraan tahap keempat antara Ukraina dan Rusia, Senin (14/3) akan berfokus pada kesepakatan gencatan senjata, penarikan pasukan, dan jaminan keamanan untuk Ukraina. Demikian diungkapkan salah satu perunding Ukraina, Mykhailo Podolyak.

Dikatakannya lewat unggahan di media sosial dan disertai video, posisi Ukraina masih sama, yakni bahwa gencatan senjata harus dilakukan sebelum pembicaraan mengenai hubungan masa depan dapat berlangsung.

“Perundingan. Putaran keempat. Tentang perdamaian, gencatan senjata, penarikan pasukan segera, dan jaminan keamanan. Pembahasan yang berat,” tulis Podolyak.

Ia menambahkan bahwa ia yakin Rusia ‘masih menyimpan delusi bahwa 19 hari kekerasan terhadap kota-kota tenang (Ukraina) adalah strategi jitu’. Rusia menyangkal tudingan bahwa pergerakannya menargetkan warga sipil.

Kremlin, Kantor Presiden Rusia, menggambarkan tindakan Rusia sebagai ‘operasi khusus’ untuk melepaskan Ukraina dari kekuasaan militer dan pengaruh Nazi.

Namun, Ukraina dan sekutu-sekutu Barat menyebut tindakan itu sebagai sebuah dalih tak berdasar untuk memilih perang. ant

 


UKRAINA, BALI EXPRESS – Pembicaraan tahap keempat antara Ukraina dan Rusia, Senin (14/3) akan berfokus pada kesepakatan gencatan senjata, penarikan pasukan, dan jaminan keamanan untuk Ukraina. Demikian diungkapkan salah satu perunding Ukraina, Mykhailo Podolyak.

Dikatakannya lewat unggahan di media sosial dan disertai video, posisi Ukraina masih sama, yakni bahwa gencatan senjata harus dilakukan sebelum pembicaraan mengenai hubungan masa depan dapat berlangsung.

“Perundingan. Putaran keempat. Tentang perdamaian, gencatan senjata, penarikan pasukan segera, dan jaminan keamanan. Pembahasan yang berat,” tulis Podolyak.

Ia menambahkan bahwa ia yakin Rusia ‘masih menyimpan delusi bahwa 19 hari kekerasan terhadap kota-kota tenang (Ukraina) adalah strategi jitu’. Rusia menyangkal tudingan bahwa pergerakannya menargetkan warga sipil.

Kremlin, Kantor Presiden Rusia, menggambarkan tindakan Rusia sebagai ‘operasi khusus’ untuk melepaskan Ukraina dari kekuasaan militer dan pengaruh Nazi.

Namun, Ukraina dan sekutu-sekutu Barat menyebut tindakan itu sebagai sebuah dalih tak berdasar untuk memilih perang. ant

 


Most Read

Artikel Terbaru

/