26.5 C
Denpasar
Thursday, June 1, 2023

Ledakan Masjid saat Salat Jumat di Kabul Menewaskan 12 Orang

KABUL, BALI EXPRESS – Ledakan di dalam masjid pinggiran ibu kota Kabul saat salat Jumat (14/5) menewaskan 12 orang. Itu terjadi karena saat kejadian para jemaah berkumpul pada libur lebaran Indul Fitri selama gencatan senjata.

 

Kelompok Taliban, yang menyatakan gencatan senjata tiga hari selama libur lebaran, melalui pernyataan mengecam serangan tersebut. Kelompok ISIS mengklaim bertanggung jawab atas ledakan Sabtu melalui kantor berita Nasheer di Telegram.

Juru bicara kepolisian Kabul, Ferdous Faramarz, mengatakan Imam masjid ikut tewas dalam ledakan, yang juga melukai sedikitnya 15 orang di distrik Shakar Dara. Insiden terjadi kurang dari sepekan setelah sebuah ledakan menewaskan 80 orang, mayoritas siswi sekolah dari etnik Hazara minoritas Muslim Syiah. Taliban juga mengecam serangan itu, di mana tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab.

Baca Juga :  Ada Serangan Bersenjata, 17 Ribuan Warga Burkina Faso Mengungsi

Pejabat AS yakin serangan terhadap sekolah kemungkinan ulah kelompok milisi rival seperti ISIS. Kelompok semacam itu tidak menandatangani perjanjian gencatan senjata selama liburan.

“Serangan hari ini terhadap salah satu masjid di distrik Shakar Dara, Kabul, saat salat Jumat sangat bertentangan dengan gambaran Idul Fitri di mana liburan keluarga dirayakan secara damai,” kata misi Uni Eropa di Afghanistan melalui Twitter. (ant)


KABUL, BALI EXPRESS – Ledakan di dalam masjid pinggiran ibu kota Kabul saat salat Jumat (14/5) menewaskan 12 orang. Itu terjadi karena saat kejadian para jemaah berkumpul pada libur lebaran Indul Fitri selama gencatan senjata.

 

Kelompok Taliban, yang menyatakan gencatan senjata tiga hari selama libur lebaran, melalui pernyataan mengecam serangan tersebut. Kelompok ISIS mengklaim bertanggung jawab atas ledakan Sabtu melalui kantor berita Nasheer di Telegram.

Juru bicara kepolisian Kabul, Ferdous Faramarz, mengatakan Imam masjid ikut tewas dalam ledakan, yang juga melukai sedikitnya 15 orang di distrik Shakar Dara. Insiden terjadi kurang dari sepekan setelah sebuah ledakan menewaskan 80 orang, mayoritas siswi sekolah dari etnik Hazara minoritas Muslim Syiah. Taliban juga mengecam serangan itu, di mana tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab.

Baca Juga :  Presiden Turki Kutuk Serangan Bom Istanbul, Tetap Hadiri KTT G20 Bali

Pejabat AS yakin serangan terhadap sekolah kemungkinan ulah kelompok milisi rival seperti ISIS. Kelompok semacam itu tidak menandatangani perjanjian gencatan senjata selama liburan.

“Serangan hari ini terhadap salah satu masjid di distrik Shakar Dara, Kabul, saat salat Jumat sangat bertentangan dengan gambaran Idul Fitri di mana liburan keluarga dirayakan secara damai,” kata misi Uni Eropa di Afghanistan melalui Twitter. (ant)


Most Read

Artikel Terbaru