alexametrics
29.8 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Kirim Pesawat Militer, Warga Jerman di Afghanistan Dievakuasi

BERLIN, BALI EXPRESS – Jerman menutup kedutaan besarnya di Kabul dan bersiap mengirim pesawat angkut militer A400M ke Afghanistan untuk mengevakuasi sebanyak mungkin warga Jerman dan staf lokal, setelah gerilyawan Taliban memasuki ibu kota negara itu.

“Kami melakukan segalanya untuk memungkinkan warga kami dan mantan staf lokal kami meninggalkan Afghanistan dalam beberapa hari ke depan,” kata Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas kepada wartawan, Minggu (15/8).

Gerilyawan Taliban sudah memasuki Kabul dan diperkirakan akan mengambil alih kekuasaan dalam beberapa hari, mendorong pemerintah Jerman untuk mempercepat evakuasi.

Dikatakan Maaa, staf kedutaan Jerman telah dipindahkan ke bagian militer bandara Kabul. Staf inti akan tetap di sana dalam beberapa hari mendatang untuk membantu evakuasi lebih lanjut.

Menteri Pertahanan Annegret Kramp-Karrenbauer mengatakan, pesawat militer akan meninggalkan pangkalan udara Jerman Wunstorf pada Minggu malam dan Senin pagi untuk menuju Kabul.

Menurut seseorang yang mengetahui masalah tersebut, kedua pesawat itu akan membawa orang-orang yang dievakuasi ke ibukota Uzbekistan, Tashkent. Maas hanya mengatakan bahwa mereka akan pergi ke negara tetangga Afghanistan.

Dari sana, orang-orang akan dibawa ke Jerman dengan pesawat sewaan sipil. “Jerman, Amerika Serikat, dan mitra internasional lainnya telah sepakat untuk saling mendukung dalam upaya evakuasi mereka,” ujar dia.

Kementerian Luar Negeri Jerman mengatakan pada Jumat (13/8) bahwa kurang dari 100 warga Jerman masih berada di Afghanistan, selain pejabat pemerintah yang masih bekerja di sana. Masih belum jelas berapa banyak staf lokal Afghanistan yang akan diterbangkan.

“Tujuan kami adalah mengeluarkan sebanyak mungkin orang selama situasi di lapangan memungkinkan,” kata Kramp-Karrenbauer.

Sebuah sumber pemerintah berbicara tentang sedikitnya 1.000 mantan staf lokal Afghanistan, termasuk anggota keluarga dekat, tetapi menambahkan bahwa angka itu hanya perkiraan kasar.

Sebuah jaringan pendukung yang didirikan oleh pasukan Jerman menyebutkan jumlah mereka yang memenuhi syarat untuk relokasi di bawah peraturan pemerintah adalah 2.000 orang. (ant)


BERLIN, BALI EXPRESS – Jerman menutup kedutaan besarnya di Kabul dan bersiap mengirim pesawat angkut militer A400M ke Afghanistan untuk mengevakuasi sebanyak mungkin warga Jerman dan staf lokal, setelah gerilyawan Taliban memasuki ibu kota negara itu.

“Kami melakukan segalanya untuk memungkinkan warga kami dan mantan staf lokal kami meninggalkan Afghanistan dalam beberapa hari ke depan,” kata Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas kepada wartawan, Minggu (15/8).

Gerilyawan Taliban sudah memasuki Kabul dan diperkirakan akan mengambil alih kekuasaan dalam beberapa hari, mendorong pemerintah Jerman untuk mempercepat evakuasi.

Dikatakan Maaa, staf kedutaan Jerman telah dipindahkan ke bagian militer bandara Kabul. Staf inti akan tetap di sana dalam beberapa hari mendatang untuk membantu evakuasi lebih lanjut.

Menteri Pertahanan Annegret Kramp-Karrenbauer mengatakan, pesawat militer akan meninggalkan pangkalan udara Jerman Wunstorf pada Minggu malam dan Senin pagi untuk menuju Kabul.

Menurut seseorang yang mengetahui masalah tersebut, kedua pesawat itu akan membawa orang-orang yang dievakuasi ke ibukota Uzbekistan, Tashkent. Maas hanya mengatakan bahwa mereka akan pergi ke negara tetangga Afghanistan.

Dari sana, orang-orang akan dibawa ke Jerman dengan pesawat sewaan sipil. “Jerman, Amerika Serikat, dan mitra internasional lainnya telah sepakat untuk saling mendukung dalam upaya evakuasi mereka,” ujar dia.

Kementerian Luar Negeri Jerman mengatakan pada Jumat (13/8) bahwa kurang dari 100 warga Jerman masih berada di Afghanistan, selain pejabat pemerintah yang masih bekerja di sana. Masih belum jelas berapa banyak staf lokal Afghanistan yang akan diterbangkan.

“Tujuan kami adalah mengeluarkan sebanyak mungkin orang selama situasi di lapangan memungkinkan,” kata Kramp-Karrenbauer.

Sebuah sumber pemerintah berbicara tentang sedikitnya 1.000 mantan staf lokal Afghanistan, termasuk anggota keluarga dekat, tetapi menambahkan bahwa angka itu hanya perkiraan kasar.

Sebuah jaringan pendukung yang didirikan oleh pasukan Jerman menyebutkan jumlah mereka yang memenuhi syarat untuk relokasi di bawah peraturan pemerintah adalah 2.000 orang. (ant)


Most Read

Artikel Terbaru

/