alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Lengsernya Presiden Afghanistan (4) :  Pergi Hindari Pertumpahan Darah

NEW DELHI, BALI EXPRESS – Presiden Afghanistan Ashraf Ghani meninggalkan negaranya untuk menghindari pertumpahan darah ketika Taliban mengepung Ibukota Kabul, Minggu (15/8).

Dalam sebuah unggahan di halaman Facebook-nya, Ghani mengatakan dia telah menghadapi keputusan yang sulit, dengan nasib jutaan penduduk Kabul dan keamanan kota menjadi taruhan setelah 20 tahun berperang, di mana banyak orang telah terbunuh.

“Untuk menghindari pertumpahan darah, saya pikir lebih baik pergi,” tulis Ghani dalam komentar pertamanya sejak meninggalkan istana kepresidenan dan terbang ke luar negeri, dikutip Antara.

Dia menambahkan bahwa gerilyawan Taliban, yang kemudian memasuki istana presiden di Kabul, kini menghadapi ujian bersejarah. “Taliban meraih kemenangan dengan pedang dan senjata, dan mereka bertanggung jawab untuk melindungi kehormatan, kemakmuran, dan harga diri rekan-rekan kita,” kata dia.

Ghani tidak mengungkapkan rincian tentang lokasinya saat ini. Saluran berita Al Jazeera, mengutip pengawal pribadi presiden, mengatakan Ghani, istrinya, kepala staf, dan penasihat keamanan nasionalnya telah terbang ke Tashkent di negara tetangga, Uzbekistan. 


NEW DELHI, BALI EXPRESS – Presiden Afghanistan Ashraf Ghani meninggalkan negaranya untuk menghindari pertumpahan darah ketika Taliban mengepung Ibukota Kabul, Minggu (15/8).

Dalam sebuah unggahan di halaman Facebook-nya, Ghani mengatakan dia telah menghadapi keputusan yang sulit, dengan nasib jutaan penduduk Kabul dan keamanan kota menjadi taruhan setelah 20 tahun berperang, di mana banyak orang telah terbunuh.

“Untuk menghindari pertumpahan darah, saya pikir lebih baik pergi,” tulis Ghani dalam komentar pertamanya sejak meninggalkan istana kepresidenan dan terbang ke luar negeri, dikutip Antara.

Dia menambahkan bahwa gerilyawan Taliban, yang kemudian memasuki istana presiden di Kabul, kini menghadapi ujian bersejarah. “Taliban meraih kemenangan dengan pedang dan senjata, dan mereka bertanggung jawab untuk melindungi kehormatan, kemakmuran, dan harga diri rekan-rekan kita,” kata dia.

Ghani tidak mengungkapkan rincian tentang lokasinya saat ini. Saluran berita Al Jazeera, mengutip pengawal pribadi presiden, mengatakan Ghani, istrinya, kepala staf, dan penasihat keamanan nasionalnya telah terbang ke Tashkent di negara tetangga, Uzbekistan. 


Most Read

Artikel Terbaru

/