29.8 C
Denpasar
Saturday, June 10, 2023

Korban Meninggal Perahu Tenggelam Muat PMI Terus Bertambah

KUALA LUMPUR, BALI EXPRESS – Mayat terapung yang diduga korban tenggelamnya boat di Tanjung Balau, Johor Bahru, Rabu (15/12) ditemukan oleh nelayan setempat pada posisi 2,7 mil laut timur Tanjung Punggai pukul 08.35 waktu setempat, Jumat pagi (17/12).

Sementara itu, berdasarkan data yang disampaikan KJRI Johor Bahru, satu orang korban selamat WNI berinisial AP yang sempat dirawat di Hospital Kota Tinggi, Jumat pagi dinyatakan meninggal dunia.

Hingga per 17 Desember 2021 jumlah korban yang meninggal dunia adalah 21 orang, terdiri dari 15 laki-laki dan enam perempuan. Korban yang selamat sebanyak 13 orang terdiri 11 laki-laki dan dua perempuan.

“Untuk 13 orang WNI selamat, saat ini dalam keadaan baik dan masih diamankan di Kantor Imigrasi Malaysia (JIM) Negeri Johor,” ujar Konjen KJRI Johor Bahru, Sunarko melalui Koordinator Fungsi Pensosbud, Andita Putri Purnama.

Baca Juga :  Kim Jong Un Ancam Korea Selatan jika Lakukan Serangan Pendahuluan

Berdasarkan hasil identifikasi dan verifikasi korban selamat sebanyak sembilan orang berasal dari Lombok, satu orang dari Batam, satu orang dari Pekanbaru, satu orang dari Jember dan satu orang dari Tanjung Balai Karimun.

“Untuk penanganan korban selamat, Satgas KJRI Johor Bahru akan memastikan hak kekonsuleran, kondisi kesehatan, serta berkomunikasi dengan keluarga korban di Indonesia,” katanya.

Hingga Jumat sore (17/12), tiga jenazah WNI yang diduga pekerja migran Indonesia (PMI) telah diverifikasi oleh pihak keluarga, yaitu inisial M asal Pekanbaru, serta inisial BB dan SM asal Lombok Tengah.

Satgas KJRI Johor Bahru telah berkoordinasi dengan pihak keluarga serta instansi terkait untuk proses repatriasi jenazah ke daerah asal di Indonesia.

Baca Juga :  Ni Nengah Widiasih Sabet Medali Pertama Indonesia di Paralimpiade

KJRI Johor Bahru membuka hotline pengaduan bagi keluarga dan masyarakat yang mencari informasi terkait insiden tersebut di nomor: +6016-7700378 atau +6017-7716866.

“KJRI Johor Bahru mengimbau WNI agar tidak menggunakan jalur ilegal untuk menuju/ keluar Malaysia demi keamanan dan keselamatan diri,” katanya. (ant)


KUALA LUMPUR, BALI EXPRESS – Mayat terapung yang diduga korban tenggelamnya boat di Tanjung Balau, Johor Bahru, Rabu (15/12) ditemukan oleh nelayan setempat pada posisi 2,7 mil laut timur Tanjung Punggai pukul 08.35 waktu setempat, Jumat pagi (17/12).

Sementara itu, berdasarkan data yang disampaikan KJRI Johor Bahru, satu orang korban selamat WNI berinisial AP yang sempat dirawat di Hospital Kota Tinggi, Jumat pagi dinyatakan meninggal dunia.

Hingga per 17 Desember 2021 jumlah korban yang meninggal dunia adalah 21 orang, terdiri dari 15 laki-laki dan enam perempuan. Korban yang selamat sebanyak 13 orang terdiri 11 laki-laki dan dua perempuan.

“Untuk 13 orang WNI selamat, saat ini dalam keadaan baik dan masih diamankan di Kantor Imigrasi Malaysia (JIM) Negeri Johor,” ujar Konjen KJRI Johor Bahru, Sunarko melalui Koordinator Fungsi Pensosbud, Andita Putri Purnama.

Baca Juga :  Pameran Pariwisata di London Akan Tonjolkan Pembukaan BaliĀ 

Berdasarkan hasil identifikasi dan verifikasi korban selamat sebanyak sembilan orang berasal dari Lombok, satu orang dari Batam, satu orang dari Pekanbaru, satu orang dari Jember dan satu orang dari Tanjung Balai Karimun.

“Untuk penanganan korban selamat, Satgas KJRI Johor Bahru akan memastikan hak kekonsuleran, kondisi kesehatan, serta berkomunikasi dengan keluarga korban di Indonesia,” katanya.

Hingga Jumat sore (17/12), tiga jenazah WNI yang diduga pekerja migran Indonesia (PMI) telah diverifikasi oleh pihak keluarga, yaitu inisial M asal Pekanbaru, serta inisial BB dan SM asal Lombok Tengah.

Satgas KJRI Johor Bahru telah berkoordinasi dengan pihak keluarga serta instansi terkait untuk proses repatriasi jenazah ke daerah asal di Indonesia.

Baca Juga :  China Berang, 3 Pelajar China Baru Mendarat di AS Dideportasi

KJRI Johor Bahru membuka hotline pengaduan bagi keluarga dan masyarakat yang mencari informasi terkait insiden tersebut di nomor: +6016-7700378 atau +6017-7716866.

“KJRI Johor Bahru mengimbau WNI agar tidak menggunakan jalur ilegal untuk menuju/ keluar Malaysia demi keamanan dan keselamatan diri,” katanya. (ant)


Most Read

Artikel Terbaru