alexametrics
29.8 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Kereta Bayi Kosong Berjejer Jadi Simbol Korban Invasi Rusia

LVIV, BALI EXPRESS – Saat Ukraina berduka atas para korban tewas, sejumlah kereta bayi kosong pada Jumat (18/3) berjejer di alun-alun pusat kota Lviv untuk memperingati anak-anak yang tewas dalam invasi Rusia di negara tersebut.

Balai kota Lviv membuat barisan 109 kereta bayi – untuk satu anak yang tewas sejak perang dimulai, menurut otoritas Ukraina.

Dua boneka beruang teddy diletakkan di gendongan bayi berwarna biru cerah. Seorang gadis cilik duduk di bangku sambil memegang bendera Ukraina.

Kota Lviv di Ukraina barat menerima ratusan ribu warga Ukraina yang mencari perlindungan dari garis terdepan perang.

“Ingat anak-anak Anda semasa mereka kecil dan duduk di kereta bayi seperti ini,” kata Zhuravka Natalia Tonkovyt, warga negara Kanada asal Ukraina saat sedang melintas, yang seolah-olah berbicara di hadapan kaum ibu Rusia.

“Sejumlah (anak) tidak akan ditempatkan di kereta bayi ini sebab mereka telah tiada. Bandingkan dengan anak Anda sendiri, ingat perasaan Anda terhadap anak Anda sendiri… Saya tidak ingin melihat kereta bayi yang kosong,” katanya.

Rusia menyebut aksinya di Ukraina sebagai operasi militer khusus dan mengklaim bahwa pihaknya tidak menargetkan warga sipil. (antara)

 


LVIV, BALI EXPRESS – Saat Ukraina berduka atas para korban tewas, sejumlah kereta bayi kosong pada Jumat (18/3) berjejer di alun-alun pusat kota Lviv untuk memperingati anak-anak yang tewas dalam invasi Rusia di negara tersebut.

Balai kota Lviv membuat barisan 109 kereta bayi – untuk satu anak yang tewas sejak perang dimulai, menurut otoritas Ukraina.

Dua boneka beruang teddy diletakkan di gendongan bayi berwarna biru cerah. Seorang gadis cilik duduk di bangku sambil memegang bendera Ukraina.

Kota Lviv di Ukraina barat menerima ratusan ribu warga Ukraina yang mencari perlindungan dari garis terdepan perang.

“Ingat anak-anak Anda semasa mereka kecil dan duduk di kereta bayi seperti ini,” kata Zhuravka Natalia Tonkovyt, warga negara Kanada asal Ukraina saat sedang melintas, yang seolah-olah berbicara di hadapan kaum ibu Rusia.

“Sejumlah (anak) tidak akan ditempatkan di kereta bayi ini sebab mereka telah tiada. Bandingkan dengan anak Anda sendiri, ingat perasaan Anda terhadap anak Anda sendiri… Saya tidak ingin melihat kereta bayi yang kosong,” katanya.

Rusia menyebut aksinya di Ukraina sebagai operasi militer khusus dan mengklaim bahwa pihaknya tidak menargetkan warga sipil. (antara)

 


Most Read

Artikel Terbaru

/