Selasa, 26 Oct 2021
Bali Express
Home / Internasional
icon featured
Internasional

Uni Eropa Sambut AS Buka Pintu Masuk WNA, Cukup Bukti Vaksinasi 

21 September 2021, 11: 48: 25 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Uni Eropa Sambut AS Buka Pintu Masuk WNA, Cukup Bukti Vaksinasi 

MENUNGGU : Seorang pramugari menunggu keberangkatan penerbangan dengan satu penumpang dari Washington ke New Orleans saat penyebaran virus Corona (Covid-19) mengganas di Washington, Amerika Serikat, Jumat (3/4/2020). (Reuters/Carlos Barria.)

Share this      

WASHINGTON, BALI EXPRESS - Pemerintah Presiden Joe Biden, Senin (20/9) mengumumkan akan menghapus larangan perjalanan terkait Covid-19 mulai November dan mewajibkan seluruh warga negara asing (WNA) menyerahkan bukti vaksinasi sebelum tiba di AS.

" Penumpang akan diwajibkan menunjukkan bukti vaksinasi sebelum menaiki pesawat tujuan AS mulai awal November, "kata koordinator penanggulangan Covid-19 pemerintah Jeff Zients.

"Perjalanan internasional begitu penting untuk menghubungkan keluarga dan teman, mendukung usaha kecil maupun besar serta menggiatkan pertukaran gagasan dan kebudayaan secara terbuka," kata Zients, seperti dikutip New York Times.

Baca juga: Dinilai Salah Urus Pengungsi Afghanistan, Menlu Belanda Mundur

"Itulah mengapa, dengan pedoman ilmu pengetahuan dan kesehatan masyarakat kami, kami mengembangkan sistem perjalanan udara internasional baru yang meningkatkan baik keselamatan warga Amerika di dalam negeri maupun keselamatan perjalanan udara internasional, " tetangnya.

Larangan perjalanan mulanya diberlakukan oleh pemerintah Donald Trump pada Maret 2020. Di era itu pula perjalanan dari sejumlah negara Eropa dan China juga dibatasi, sebelum diperluas ke negara lainnya seperti Afrika Selatan dan Brazil. Aturan baru akan menggantikan pembatasan tambal sulam. 

Uni Eropa menyambut baik pengumuman Amerika Serikat yang akan membuka kembali pintunya pada November bagi para pelancong Eropa yang telah divaksin terhadap Covid-19.

"Ini adalah langkah yang telah lama ditunggu-tunggu untuk para keluarga dan teman yang terpisah, dan kabar baik untuk kalangan bisnis," kata Komisi eksekutif Uni Eropa di Twitter.

Pernyataan itu merujuk pada keputusan AS untuk juga melonggarkan aturan bagi para pelancong dari China dan India.

Pembatasan perjalanan AS pertama kali diberlakukan pada pelancong dari China pada Januari 2020 oleh Presiden Donald Trump.

Kemudian, pembatasan itu diperluas ke negara-negara lain pada bulan-bulan berikutnya, namun tanpa ukuran yang jelas tentang bagaimana dan kapan AS harus mencabut pembatasan perjalanan itu.

Para pemerintah negara Uni Eropa (EU) pada akhir Agustus 2021 sepakat untuk menghapus Amerika Serikat dari daftar negara yang aman untuk melakukan perjalanan ke wilayah EU karena meningkatnya kasus Covid-19 di AS.

Hal itu berarti para pengunjung dari AS kemungkinan akan menghadapi pengawasan yang lebih ketat, seperti tes dan karantina Covid-19.

EU masih mengizinkan masuk sebagian besar pengunjung non-Uni Eropa yang sudah divaksin lengkap meskipun masih memberlakukan tes Covid-19 dan karantina, tergantung pada negara kedatangan di Uni Eropa. (ant)

(bx/rin/rin/JPR)

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia