alexametrics
27.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Sayat Tangan, Mantan Presiden Bolivia Coba Bunuh Diri di Penjara

LA PAZ, BALI EXPRESS – Mantan Presiden Bolivia Jeanine Anez melukai dirinya sendiri selagi di penjara dengan menyayat bagian lengan, Sabtu (21/8) lalu. Polisi menganggap kejadian itu sebagai tindakan percobaan bunuh diri.

“Ini teriakan minta tolong dari mantan presiden. Dia merasa sangat dilecehkan. Dokter datang dan mendapatinya dengan beberapa luka sayatan. Di pergelangan kiri ada tiga luka, mereka lantas menjahit luka tersebut,” kata pengacara Norka Cuellar kepada media setempat.

Awal 2021 Anez ditahan atas tuduhan keterlibatannya dalam kudeta untuk menggulingkan penguasa lama, mantan Presiden Evo Morales, pada 2019.

Anez membantah tudingan tersebut dan mengaku bahwa dirinya hanyalah korban kekejaman politik. Ia kini menghabiskan waktunya di balik jeruji besi sambil menunggu persidangan.

Menteri Dalam Negeri Eduardo del Castillo mengonfirmasi bahwa Anez berupaya melukai dirinya sendiri, namun kini kondisinya stabil.

“Apa yang terjadi didefinisikan sebagai percobaan bunuh diri,” kata Kepala Unit Antikejahatan Khusus (FELCC) Kepolisian Nasional Douglas Uzquiano kepada stasiun TV lokal.

Anez sempat dibawa dari penjara ke rumah sakit, Rabu (18/8), untuk ketiga kalinya selama dua pekan. Para dokter mengatakan ia menjalani pemeriksaan toraks dan mengidap hipertensi. (ant)


LA PAZ, BALI EXPRESS – Mantan Presiden Bolivia Jeanine Anez melukai dirinya sendiri selagi di penjara dengan menyayat bagian lengan, Sabtu (21/8) lalu. Polisi menganggap kejadian itu sebagai tindakan percobaan bunuh diri.

“Ini teriakan minta tolong dari mantan presiden. Dia merasa sangat dilecehkan. Dokter datang dan mendapatinya dengan beberapa luka sayatan. Di pergelangan kiri ada tiga luka, mereka lantas menjahit luka tersebut,” kata pengacara Norka Cuellar kepada media setempat.

Awal 2021 Anez ditahan atas tuduhan keterlibatannya dalam kudeta untuk menggulingkan penguasa lama, mantan Presiden Evo Morales, pada 2019.

Anez membantah tudingan tersebut dan mengaku bahwa dirinya hanyalah korban kekejaman politik. Ia kini menghabiskan waktunya di balik jeruji besi sambil menunggu persidangan.

Menteri Dalam Negeri Eduardo del Castillo mengonfirmasi bahwa Anez berupaya melukai dirinya sendiri, namun kini kondisinya stabil.

“Apa yang terjadi didefinisikan sebagai percobaan bunuh diri,” kata Kepala Unit Antikejahatan Khusus (FELCC) Kepolisian Nasional Douglas Uzquiano kepada stasiun TV lokal.

Anez sempat dibawa dari penjara ke rumah sakit, Rabu (18/8), untuk ketiga kalinya selama dua pekan. Para dokter mengatakan ia menjalani pemeriksaan toraks dan mengidap hipertensi. (ant)


Most Read

Artikel Terbaru

/