alexametrics
26.8 C
Denpasar
Monday, June 27, 2022

Hari Ini Konferensi GPDRR di Bali, Hadir 5.000 Delegasi dari 193 Negara

NUSA DUA, BALI EXPRESS– Konferensi internasional 7th Global Platform for Disaster Risk Reduction (7th GPDRR) siap digelar hari ini, Senin (23/5) hingga Sabtu (28/5) mendatang di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).

Perhelatan internasional yang juga
dihelat di Bali International Convention Center (BICC), Kawasan ITDC The Nusa Dua ini, diikuti lebih dari 5.000 delegasi dari 193 negara.

GPDRR adalah forum multi pemangku kepentingan dua tahunan yang diinisiasi oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk meninjau kemajuan, berbagai pengetahuan dan mendiskusikan perkembangan dalam Penanggulangan Risiko Bencana (PRB).

Mengusung tema ‘From Risk to Resilience : Towards Sustainable Development for All in a COVID-19 Transformed World’, GPDRR tahun ini kembali diselenggarakan sebagai ajang kolaborasi untuk mitigasi dan pengurangan risiko bencana dalam upaya mencapai ketangguhan bencana dan pembangunan yang berkelanjutan bagi negara-negara di dunia.

Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, terpilihnya The Nusa Dua sebagai lokasi penyelenggaraan 7th GPDRR menunjukkan kesiapan kawasan ITDC menjadi tuan rumah event besar tingkat dunia di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

“Kami optimistis 7th GPDRR akan berjalan dengan aman dan nyaman bagi seluruh delegasi, peserta, dan panitia penyelenggara, karena kawasan kami siap dari sisi infrastruktur, fasilitas dan penerapan tata kelola berbasis protokol kesehatan,” katanya, Minggu (22/5).

Persiapan infrastruktur yang dilakukan diantaranya pembangunan jaringan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terintegrasi, sistem keamanan dan keselamatan serta lahan parkir.

Kemudian, bekerjasama dengan Tower Bersama Group (TBIG), telah dilakukan pembangunan neutral infrastruktur dan jaringan layanan TIK terintegrasi guna meningkatkan pelayanan teknologi informasi dan komunikasi, yang akan membantu kesuksesan penyelenggaraan event-event internasional yang akan berlangsung di The Nusa Dua.

Menurut Ardita, untuk memastikan kesiapan keamanan penyelenggaraan event, The Nusa Dua telah memiliki sistem keamanan dan keselamatan yang beroperasi 24 jam terdiri dari petugas keamanan dengan 93 personel, 2 unit fire brigade dengan 23 personel, CCTV sebanyak 143 unit yang tersebar di 39 titik kawasan The Nusa Dua, 3 pos Balawista di beach front hotel, security check pada 3 pintu masuk kawasan, serta Command Center sebagai pos komando kawasan.

Komndo kawasan juga sudah dilengkapi dengan antara lain unit Fire Brigade dan patroli Kawasan, CCTV terintegrasi, TV Monitor, Radio Komunikasi terintegrasi, serta Warning Receiver System (WRS) yang merupakan alat komunikasi penyebarluasan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami.

Ia menyebutkan, saat ini telah dilakukan revitalisasi Command Center bekerjasama dengan Polda Bali berupa penambahan beberapa monitor LED yang dilengkapi dengan fitur untuk monitoring CCTV, monitoring drone, monitoring body worn, monitoring GPS ranmor patroli (pergerakan patwal PJR Ditlantas Polda Bali), dashboard polisiku 110 (aplikasi pusat dari Mabes Polri).

Selain itu, ada juga info BMKG, Inarisk (portal kajian resiko bencana) BNPB, monitoring kecepatan angin, flight radar, traffic marine serta pasang surut dan tinggi gelombang air laut.

Command Center ITDC sebagai posko terpadu, pusat pengendalian, pemantauan dan pengawasan dalam pelaksanaannya akan bersinergi dengan TNI, BPBD, Dinas Perhubungan dan instansi terkait lainnya dalam rangka mendukung pelaksanaan pengamanan event.

Dalam operasionalnya, Command Center ITDC akan terkoneksi dengan Command Center Polda Bali, sehingga masing-masing operator dapat memonitor lokasi-lokasi yang menjadi tempat kegiatan, pengamanan dan pengawalan pergerakan kendaraan serta pengamanan jalur/rute yang dilalui.

“Infrastruktur lainnya yang disiapkan yaitu lahan parkir seluas total kurang lebih 17.500 m2 yang tersebar di 5 titik di dalam kawasan. Hal ini guna memudahkan pengaturan lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan kendaraan saat event internasional berlangsung,” paparnya.

Untuk kesiapan fasilitas, The Nusa Dua sebagai destinasi Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) memiliki kelengkapan akomodasi total mencapai 5.000 kamar hotel yang terdiri dari 14 hotel bintang 5, 3 hotel bintang 4 serta 3 luxury villas dan fasilitas MICE yang mampu menampung lebih dari 20.000 delegasi.

Dari jumlah tersebut, saat ini terdapat 17 hotel atau setara dengan kurang lebih 4.000 kamar yang beroperasi di masa pandemi dengan menerapkan protokol kesehatan berbasis Cleanliness, Health, Safety and Environtmental Sustainability (CHSE).

Sementara untuk side event 7th GPDRR, beberapa tenant di kawasan telah dipersiapkan sebagai venue penyelenggaraan. Diantaranya Museum Pasifika sebagai lokasi Welcome Reception, The Westin Resort Nusa Dua Bali, Melia Bali, Courtyard by Marriott Bali Nusa Dua Resort serta Bali Collection sebagai lokasi pameran UMKM.

 

 

 






Reporter: Rika Riyanti

NUSA DUA, BALI EXPRESS– Konferensi internasional 7th Global Platform for Disaster Risk Reduction (7th GPDRR) siap digelar hari ini, Senin (23/5) hingga Sabtu (28/5) mendatang di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).

Perhelatan internasional yang juga
dihelat di Bali International Convention Center (BICC), Kawasan ITDC The Nusa Dua ini, diikuti lebih dari 5.000 delegasi dari 193 negara.

GPDRR adalah forum multi pemangku kepentingan dua tahunan yang diinisiasi oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk meninjau kemajuan, berbagai pengetahuan dan mendiskusikan perkembangan dalam Penanggulangan Risiko Bencana (PRB).

Mengusung tema ‘From Risk to Resilience : Towards Sustainable Development for All in a COVID-19 Transformed World’, GPDRR tahun ini kembali diselenggarakan sebagai ajang kolaborasi untuk mitigasi dan pengurangan risiko bencana dalam upaya mencapai ketangguhan bencana dan pembangunan yang berkelanjutan bagi negara-negara di dunia.

Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, terpilihnya The Nusa Dua sebagai lokasi penyelenggaraan 7th GPDRR menunjukkan kesiapan kawasan ITDC menjadi tuan rumah event besar tingkat dunia di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

“Kami optimistis 7th GPDRR akan berjalan dengan aman dan nyaman bagi seluruh delegasi, peserta, dan panitia penyelenggara, karena kawasan kami siap dari sisi infrastruktur, fasilitas dan penerapan tata kelola berbasis protokol kesehatan,” katanya, Minggu (22/5).

Persiapan infrastruktur yang dilakukan diantaranya pembangunan jaringan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terintegrasi, sistem keamanan dan keselamatan serta lahan parkir.

Kemudian, bekerjasama dengan Tower Bersama Group (TBIG), telah dilakukan pembangunan neutral infrastruktur dan jaringan layanan TIK terintegrasi guna meningkatkan pelayanan teknologi informasi dan komunikasi, yang akan membantu kesuksesan penyelenggaraan event-event internasional yang akan berlangsung di The Nusa Dua.

Menurut Ardita, untuk memastikan kesiapan keamanan penyelenggaraan event, The Nusa Dua telah memiliki sistem keamanan dan keselamatan yang beroperasi 24 jam terdiri dari petugas keamanan dengan 93 personel, 2 unit fire brigade dengan 23 personel, CCTV sebanyak 143 unit yang tersebar di 39 titik kawasan The Nusa Dua, 3 pos Balawista di beach front hotel, security check pada 3 pintu masuk kawasan, serta Command Center sebagai pos komando kawasan.

Komndo kawasan juga sudah dilengkapi dengan antara lain unit Fire Brigade dan patroli Kawasan, CCTV terintegrasi, TV Monitor, Radio Komunikasi terintegrasi, serta Warning Receiver System (WRS) yang merupakan alat komunikasi penyebarluasan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami.

Ia menyebutkan, saat ini telah dilakukan revitalisasi Command Center bekerjasama dengan Polda Bali berupa penambahan beberapa monitor LED yang dilengkapi dengan fitur untuk monitoring CCTV, monitoring drone, monitoring body worn, monitoring GPS ranmor patroli (pergerakan patwal PJR Ditlantas Polda Bali), dashboard polisiku 110 (aplikasi pusat dari Mabes Polri).

Selain itu, ada juga info BMKG, Inarisk (portal kajian resiko bencana) BNPB, monitoring kecepatan angin, flight radar, traffic marine serta pasang surut dan tinggi gelombang air laut.

Command Center ITDC sebagai posko terpadu, pusat pengendalian, pemantauan dan pengawasan dalam pelaksanaannya akan bersinergi dengan TNI, BPBD, Dinas Perhubungan dan instansi terkait lainnya dalam rangka mendukung pelaksanaan pengamanan event.

Dalam operasionalnya, Command Center ITDC akan terkoneksi dengan Command Center Polda Bali, sehingga masing-masing operator dapat memonitor lokasi-lokasi yang menjadi tempat kegiatan, pengamanan dan pengawalan pergerakan kendaraan serta pengamanan jalur/rute yang dilalui.

“Infrastruktur lainnya yang disiapkan yaitu lahan parkir seluas total kurang lebih 17.500 m2 yang tersebar di 5 titik di dalam kawasan. Hal ini guna memudahkan pengaturan lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan kendaraan saat event internasional berlangsung,” paparnya.

Untuk kesiapan fasilitas, The Nusa Dua sebagai destinasi Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) memiliki kelengkapan akomodasi total mencapai 5.000 kamar hotel yang terdiri dari 14 hotel bintang 5, 3 hotel bintang 4 serta 3 luxury villas dan fasilitas MICE yang mampu menampung lebih dari 20.000 delegasi.

Dari jumlah tersebut, saat ini terdapat 17 hotel atau setara dengan kurang lebih 4.000 kamar yang beroperasi di masa pandemi dengan menerapkan protokol kesehatan berbasis Cleanliness, Health, Safety and Environtmental Sustainability (CHSE).

Sementara untuk side event 7th GPDRR, beberapa tenant di kawasan telah dipersiapkan sebagai venue penyelenggaraan. Diantaranya Museum Pasifika sebagai lokasi Welcome Reception, The Westin Resort Nusa Dua Bali, Melia Bali, Courtyard by Marriott Bali Nusa Dua Resort serta Bali Collection sebagai lokasi pameran UMKM.

 

 

 






Reporter: Rika Riyanti

Most Read

Artikel Terbaru

/