alexametrics
30.4 C
Denpasar
Wednesday, January 26, 2022

Sediakan Shelter, KDEI Taipei Fasilitasi Pemulangan 10 WNI ‘Overstay’

BEIJING, BALI EXPRESS – Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei memfasilitasi pemulangan 10 warga negara Indonesia (WNI) yang telah habis masa tinggalnya atau ‘overstay’ di Taiwan.

Berdasarkan keterangan tertulis KDEI Taipei yang diterima Antara di Beijing, China, Sabtu (23/10), sepuluh WNI itu terdiri dari sembilan dewasa dan satu bayi.

Sejak 2020, KDEI Taipei mengoperasikan dua unit shelter khusus WNI overstayer (WNIO) yang berlokasi di Taoyuan dan Kaohsiung.

Fasilitas tersebut berfungsi sebagai penampungan para WNIO yang telah melaporkan diri ke kantor Imigrasi Taiwan untuk menjalani proses deportasi.

Bagi para WNIO yang telah memiliki bukti penyerahan diri dari Imigrasi Taiwan dan memiliki dana mandiri yang cukup untuk kepulangan, termasuk pembayaran denda keimigrasian, pembelian tiket pesawat, dan biaya tes PCR, namun membutuhkan tempat selama menunggu proses penyelesaian administrasi, dapat memanfaatkan layanan shelter KDEI Taipei tersebut tanpa dipungut biaya.

Baca Juga :  Taliban Gantung Mayat, AS Kecam Rencana Hukuman Amputasi¬†

“Hampir setiap pekan kami memfasilitasi pemulangan WNIO dari shelter,” kata Kepala Bidang Perlindungan WNI dan Penerangan Sosial dan Budaya KDEI Taipei, Fajar Nuradi. (ant)

BEIJING, BALI EXPRESS – Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei memfasilitasi pemulangan 10 warga negara Indonesia (WNI) yang telah habis masa tinggalnya atau ‘overstay’ di Taiwan.

Berdasarkan keterangan tertulis KDEI Taipei yang diterima Antara di Beijing, China, Sabtu (23/10), sepuluh WNI itu terdiri dari sembilan dewasa dan satu bayi.

Sejak 2020, KDEI Taipei mengoperasikan dua unit shelter khusus WNI overstayer (WNIO) yang berlokasi di Taoyuan dan Kaohsiung.

Fasilitas tersebut berfungsi sebagai penampungan para WNIO yang telah melaporkan diri ke kantor Imigrasi Taiwan untuk menjalani proses deportasi.

Bagi para WNIO yang telah memiliki bukti penyerahan diri dari Imigrasi Taiwan dan memiliki dana mandiri yang cukup untuk kepulangan, termasuk pembayaran denda keimigrasian, pembelian tiket pesawat, dan biaya tes PCR, namun membutuhkan tempat selama menunggu proses penyelesaian administrasi, dapat memanfaatkan layanan shelter KDEI Taipei tersebut tanpa dipungut biaya.

Baca Juga :  Tim Indonesia Sabet 2 Perak, 4 Perunggu di IJSO Uni Emirat Arab

“Hampir setiap pekan kami memfasilitasi pemulangan WNIO dari shelter,” kata Kepala Bidang Perlindungan WNI dan Penerangan Sosial dan Budaya KDEI Taipei, Fajar Nuradi. (ant)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru