28.7 C
Denpasar
Friday, December 9, 2022

Usai Jalani Hukuman Kasus Skimming, Warga Polandia Dideportasi

BADUNG, BALI EXPRESS – Kantor Imigrasi Singaraja mendeportasi seorang WNA berkewarganegaraan Polandia dengan inisial DPL. Sebelumnya DPL tersangkut tindak pidana melanggar Pasal 33 jo. Pasal 49 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yakni melakukan skimming.

Oleh Pengadilan Negeri Amlapura, DPL divonis penjara selama tiga tahun, tiga bulan. “Dia masuk ke Indonesia 3 Agustus 2019 dengan menggunakan bebas visa kunjungan,” jelas Kepala Kanwil Kemenkumham Bali Anggiat Napitupulu, Selasa (22/11).

Disebutkan Anggiat Napitupulu, terpidana DPL tersebut dijemput dan diterima Imigrasi Singaraja dari LP Karangasem, Senin 17 Oktober 2022 usai menjalani masa hukuman. Selanjutnya ditempatkan di Ruang Detensi Imigrasi Singaraja sambil menunggu dan memenuhi semua kelengkapan administrasi.

Baca Juga :  Gagal Rebut Perunggu, The Daddies Sampaikan Permintaan Maaf

“Yang bersangkutan dikenakan Tindakan Administrasi Keimigrasian (TAK) berupa deportasi dan penangkalan berdasarkan Pasal 75 UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Orang asing dimaksud telah melakukan kegiatan yang membahayakan keamanan dan ketertiban umum, serta tidak menghormati dan tidak menaati peraturan perundang-undangan,” tegas Anggiat Napitupulu.

DPL diberangkatkan melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Senin (20/11) pukul 21.45 Wita dengan penerbangan Singapore Airlines Nomor SQ947 (Denpasar-Singapura) tujuan akhir Frankfurt, Jerman, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan bus menuju Polandia.

“Tindakan pendeportasian tersebut merupakan bentuk nyata penegakan hukum keimigrasian di wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja. Selain itu, DPL dikenakan penangkalan masuk ke wilayah Indonesia dalam jangka waktu enam bulan,” imbuh Anggiat Napitupulu. (har/wid)

Baca Juga :  10 Orang Polisi Irak Tewas Diserang Militan ISIS

 






Reporter: Suharnanto

BADUNG, BALI EXPRESS – Kantor Imigrasi Singaraja mendeportasi seorang WNA berkewarganegaraan Polandia dengan inisial DPL. Sebelumnya DPL tersangkut tindak pidana melanggar Pasal 33 jo. Pasal 49 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yakni melakukan skimming.

Oleh Pengadilan Negeri Amlapura, DPL divonis penjara selama tiga tahun, tiga bulan. “Dia masuk ke Indonesia 3 Agustus 2019 dengan menggunakan bebas visa kunjungan,” jelas Kepala Kanwil Kemenkumham Bali Anggiat Napitupulu, Selasa (22/11).

Disebutkan Anggiat Napitupulu, terpidana DPL tersebut dijemput dan diterima Imigrasi Singaraja dari LP Karangasem, Senin 17 Oktober 2022 usai menjalani masa hukuman. Selanjutnya ditempatkan di Ruang Detensi Imigrasi Singaraja sambil menunggu dan memenuhi semua kelengkapan administrasi.

Baca Juga :  Usai Minta Air Minum, Turis Spanyol Gantung Diri di Vila 

“Yang bersangkutan dikenakan Tindakan Administrasi Keimigrasian (TAK) berupa deportasi dan penangkalan berdasarkan Pasal 75 UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Orang asing dimaksud telah melakukan kegiatan yang membahayakan keamanan dan ketertiban umum, serta tidak menghormati dan tidak menaati peraturan perundang-undangan,” tegas Anggiat Napitupulu.

DPL diberangkatkan melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Senin (20/11) pukul 21.45 Wita dengan penerbangan Singapore Airlines Nomor SQ947 (Denpasar-Singapura) tujuan akhir Frankfurt, Jerman, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan bus menuju Polandia.

“Tindakan pendeportasian tersebut merupakan bentuk nyata penegakan hukum keimigrasian di wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja. Selain itu, DPL dikenakan penangkalan masuk ke wilayah Indonesia dalam jangka waktu enam bulan,” imbuh Anggiat Napitupulu. (har/wid)

Baca Juga :  Staf Bandara Mogok, Jerman Batalkan Ratusan Penerbangan

 






Reporter: Suharnanto

Most Read

Artikel Terbaru

/