Selasa, 26 Oct 2021
Bali Express
Home / Internasional
icon featured
Internasional

WHO Anjurkan Koktail Antibodi Covid-19 bagi Pasien Berisiko Tinggi

24 September 2021, 17: 47: 54 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

WHO Anjurkan Koktail Antibodi Covid-19 bagi Pasien Berisiko Tinggi

ANTIBODI : Seorang ilmuwan memeriksa sel yang menghasilkan antibodi terhadap Covid-19 di sebuah laboratorium universitas di Athena, Yunani, Juli 2020. (Antara/Reuters)

Share this      

WASHINGTON, BALI EXPRESS - Panel Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Jumat (24/9) merekomendasikan penggunaan koktail antibodi Covid-19 buatan Regeneron dan Roche pada pasien yang berisiko tinggi mendapat perawatan di rumah sakit dan mereka yang sakit parah, namun tak memiliki antibodi alami.

Koktail antibodi merupakan campuran cairan yang memiliki dua sumber antibodi. Perawatan dengan koktail antibodi itu telah mendapat izin untuk penggunaan darurat.

Terapi itu menarik perhatian ketika digunakan untuk mengobati mantan Presiden Donald Trump yang terinfeksi Covid-19 tahun lalu. Eropa sedang meninjau terapi tersebut, sementara Inggris menyetujuinya bulan lalu.

Baca juga: Wisata China Raup Rp 82 Triliun Saat Liburan Musim Gugur Pandemi

Dalam pernyataan terpisah, WHO meminta Regeneron untuk menurunkan harga koktail tersebut dan mendistribusikannya secara adil di seluruh dunia, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

WHO juga mendesak kedua perusahaan untuk mentransfer teknologi pembuatan obat biosimilar (obat biologis yang dibuat mirip dengan obat aslinya)

Terapi yang dikenal sebagai Ronapreve itu (REGEN-COV di AS) menghasilkan pendapatan yang besar bagi Regeneron.

Regeneron mencatat penjualan REGEN-COV senilai 2,59 miliar dolar AS (Rp 36,9 triliun) pada kuartal kedua.

Regeneron akan memasok 1,4 juta dosis tambahan REGEN-COV kepada pemerintah AS pada 31 Januari dengan harga 2.100 dolar AS (Rp 29,9 juta) per dosis.

Organisasi kemanusiaan medis internasional Medecins Sans Frontieres (MSF) menuntut kepastian akses yang terjangkau dan berkelanjutan ke obat-obatan yang menyelamatkan jiwa selama pandemi.

Pedoman WHO, yang diterbitkan dalam British Medical Journal (BMJ), didasarkan pada data dari penelitian di Inggris dan tiga uji coba lainnya yang belum ditinjau oleh rekan sejawat.

Pada Juni, terapi yang menggunakan koktail antibodi Covid-19 Regeneron di Inggris, mengurangi kasus kematian pada pasien rawat inap yang tidak memiliki sistem kekebalan tubuh terhadap virus Corona.

Koktail itu menggunakan kombinasi casirivimab dan imdevimab dan didasarkan pada antibodi monoklonal. Antibodi monoklonal merupakan protein buatan laboratorium yang meniru kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk melawan patogen berbahaya seperti virus. (ant)

(bx/rin/rin/JPR)

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia