
BALIEXPRESS.ID - Jepang diguncang gempa berkekuatan 7,1 Skala Richter pada Kamis, 8 Agustus, yang memicu peringatan tsunami dan menyebabkan sejumlah orang terluka.
Menurut laporan dari Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa terjadi di wilayah Miyazaki, bagian barat daya pulau Honshu, Jepang.
USGS awalnya melaporkan kekuatan gempa sebesar 6,9 SR, namun kemudian merevisinya menjadi 7,1 SR.
Gempa tersebut terjadi sekitar pukul 07:42 GMT dan dirasakan cukup kuat di beberapa wilayah.
Pemerintah Jepang segera mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah Kochi, Miyazaki, Ehime, Oita, dan Kagoshima.
Namun, Badan Meteorologi Jepang (JMA) kemudian mencabut peringatan tsunami untuk sebagian besar wilayah tersebut, kecuali untuk Miyazaki.
Kepala Sekretaris Kabinet, Yoshimasa Hayashi, melaporkan bahwa setidaknya tiga orang terluka akibat gempa tersebut.
JMA juga mengeluarkan peringatan tentang potensi gempa susulan yang kuat dan meminta masyarakat untuk tetap waspada.
Peringatan Terhadap Potensi Gempa Susulan
Badan Meteorologi Jepang (JMA) memperingatkan adanya potensi gempa susulan yang lebih kuat di wilayah Palung Nankai, zona seismik bawah laut yang terletak di selatan Nankaido, Pulau Honshu bagian selatan.
Hal ini meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya gempa besar di wilayah tersebut.
Hayashi menghimbau masyarakat untuk menghindari perjalanan ke daerah terdampak gempa, dan hingga saat ini belum ada keputusan untuk mengerahkan pasukan pertahanan ke wilayah tersebut.
Gempa dilaporkan terjadi pada kedalaman sekitar 30 kilometer di lepas pantai Miyazaki dan mencatat intensitas kurang dari 6 pada skala seismik Jepang di kota Nichinan, sebagaimana dilaporkan oleh Kyodo News.
Otoritas setempat juga menutup Bandara Miyazaki sementara waktu, namun pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah tersebut dilaporkan dalam kondisi aman tanpa ada masalah yang berarti.
Layanan kereta cepat atau Shinkansen juga sempat dihentikan sementara akibat gempa.
Rekaman dari penyiar lokal NHK memperlihatkan situasi di mana kendaraan bergoyang di jalan dan tiang-tiang lampu lalu lintas serta utilitas berayun akibat getaran gempa.
Hingga kini, tidak ada laporan tentang korban jiwa atau kerusakan besar lainnya. ***


