Rabu, 01 Dec 2021
Bali Express
Home / Internasional
icon featured
Internasional

Kasus Baru Varian Delta di China Meluas

25 Oktober 2021, 18: 57: 19 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Kasus Baru Varian Delta di China Meluas

USAP : Warga Beijing, China, antre melakukan tes usap PCR secara mandiri di areal parkir Chaoyang Park, Minggu (24/10/2021), dengan biaya 80 yuan (Rp 177 ribu) yang hasilnya bisa diketahui melalui aplikasi Jiankang Bao dalam waktu 24 jam. (Antara/M. Irfan)

Share this      

BEIJING, BALI EXPRESS - Gelombang baru Covid-19 varian Delta di China meluas dan bahkan lebih besar dibandingkan dengan yang terjadi di Provinsi Nanjing pada Juli.

Otoritas kesehatan di China mencatat bahwa gelombang baru telah menyebar di 11 provinsi. Pergerakan masyarakat antarprovinsi harus benar-benar dipantau. Demikian disebutkan pada laman resmi Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata China yang dipantau Antara di Beijing, Senin (25/10).

Deputi Direktur Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) Wu Liangyou melaporkan ada 133 kasus positif dalam sepekan.

Baca juga: Sediakan Shelter, KDEI Taipei Fasilitasi Pemulangan 10 WNI 'Overstay'

Sebanyak 106 kasus di antara jumlah itu terkait dengan 13 kelompok wisatawan, termasuk wisatawan yang menggunakan kendaraan pribadi.

"Saat ini perkembangan kasus makin cepat, tidak hanya terkait dengan kelompok wisatawan. Jumlah kasus positif diperkirakan terus bertambah seiring dengan skrining yang terus berlanjut," kata Wu.

Kabupaten Ejin Banner di Daerah Otonomi Mongolia Dalam menjadi tempat penyebaran kasus baru yang terjadi pada warga lokal selain Lanzhou, Provinsi Gansu.

Objek-objek wisata dan pusat keramaian atau tempat berkumpulnya masyarakat di kedua daerah itu, juga telah ditutup total untuk sementara waktu. NHC menglaim kasus terbaru tersebut merupakan kasus impor.

Ejin Banner diidentifikasi sebagai titik penularan karena wilayah itu berada di perbatasan China-Mongolia.

China terakhir kali mengalami gelombang terbesar varian Delta di Nanjing pada Juli. Kasus Nanjing dianggap yang terbesar setelah Wuhan di Provinsi Hubei pada awal 2020.  

(bx/rin/rin/JPR)


Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia