alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

28 Anggota Taliban Ikut Jadi Korban Tewas Ledakan Bom di Kabul

KABUL, BALI EXPRESS – Sedikitnya 28 anggota Taliban termasuk di antara orang-orang yang tewas dalam ledakan bom bunuh diri, Kamis (26/8) di luar bandara di Kabul, Afghanistan.

“Kami telah kehilangan lebih banyak orang daripada Amerika,” kata pejabat Taliban kepada Reuters, Jumat (27/8).

Pejabat yang menolak disebutkan namanya itu, mengatakan tidak ada alasan untuk memperpanjang batas waktu 31 Agustus bagi pasukan asing untuk meninggalkan negara itu.

12 tentara Amerika Serikat (AS) dnyatakan tewas dan sejumlah orang di luar bandara, termasuk anggota Taliban, tewas dalam peristiwa bom bunuh diri yang diklaim ISIS. Pejabat kesehatan Kabul mengatakan 60 warga sipil tewas.

ISIS Khorasan (ISIS-K), afiliasi militan yang sebelumnya memerangi pasukan AS di Suriah dan Irak, mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Sementara itu, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengutuk serangan keji di bandara Kabul dan mengatakan penerbangan pengungsi terakhir negara itu telah berangkat sebelum ledakan terjadi.

Kelompok ISIS bersenjata melakukan serangan bunuh diri di gerbang yang penuh sesak di Bandara Internasional Hamid Karzai Afghanistan, Kamis (26/8). 

Serangan bom itu menewaskan sejumlah warga sipil dan 12 tentara AS dan membuat kacau proses pengangkutan udara puluhan ribu warga Afghanistan, yang berupaya keras untuk pergi meninggalkan negara itu.

“Kami mengutuk keras serangan tercela itu  terhadap banyak keluarga dan individu tak berdosa yang hanya ingin mencari keselamatan dari situasi yang sangat sulit dan rapuh di Afghanistan,” kata Ardern dalam sebuah pernyataan.

Sejauh ini, 276 warga negara dan penduduk tetap Selandia Baru, keluarga mereka, serta orang-orang pemegang visa telah dievakuasi dari Kabul menuju Selandia Baru.

Sekelompok lagi yang terdiri dari 100 orang, termasuk warga Selandia Baru dan Australia, dievakuasi dalam penerbangan terakhir Pasukan Pertahanan Selandia Baru keluar dari Kabul, katanya.

“Tugas kami selanjutnya adalah mempertimbangkan apa yang bisa dilakukan bagi mereka yang masih berada di Afghanistan. Tugas itu tidak akan bisa cepat atau mudah,” kata Ardern.

 


KABUL, BALI EXPRESS – Sedikitnya 28 anggota Taliban termasuk di antara orang-orang yang tewas dalam ledakan bom bunuh diri, Kamis (26/8) di luar bandara di Kabul, Afghanistan.

“Kami telah kehilangan lebih banyak orang daripada Amerika,” kata pejabat Taliban kepada Reuters, Jumat (27/8).

Pejabat yang menolak disebutkan namanya itu, mengatakan tidak ada alasan untuk memperpanjang batas waktu 31 Agustus bagi pasukan asing untuk meninggalkan negara itu.

12 tentara Amerika Serikat (AS) dnyatakan tewas dan sejumlah orang di luar bandara, termasuk anggota Taliban, tewas dalam peristiwa bom bunuh diri yang diklaim ISIS. Pejabat kesehatan Kabul mengatakan 60 warga sipil tewas.

ISIS Khorasan (ISIS-K), afiliasi militan yang sebelumnya memerangi pasukan AS di Suriah dan Irak, mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Sementara itu, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengutuk serangan keji di bandara Kabul dan mengatakan penerbangan pengungsi terakhir negara itu telah berangkat sebelum ledakan terjadi.

Kelompok ISIS bersenjata melakukan serangan bunuh diri di gerbang yang penuh sesak di Bandara Internasional Hamid Karzai Afghanistan, Kamis (26/8). 

Serangan bom itu menewaskan sejumlah warga sipil dan 12 tentara AS dan membuat kacau proses pengangkutan udara puluhan ribu warga Afghanistan, yang berupaya keras untuk pergi meninggalkan negara itu.

“Kami mengutuk keras serangan tercela itu  terhadap banyak keluarga dan individu tak berdosa yang hanya ingin mencari keselamatan dari situasi yang sangat sulit dan rapuh di Afghanistan,” kata Ardern dalam sebuah pernyataan.

Sejauh ini, 276 warga negara dan penduduk tetap Selandia Baru, keluarga mereka, serta orang-orang pemegang visa telah dievakuasi dari Kabul menuju Selandia Baru.

Sekelompok lagi yang terdiri dari 100 orang, termasuk warga Selandia Baru dan Australia, dievakuasi dalam penerbangan terakhir Pasukan Pertahanan Selandia Baru keluar dari Kabul, katanya.

“Tugas kami selanjutnya adalah mempertimbangkan apa yang bisa dilakukan bagi mereka yang masih berada di Afghanistan. Tugas itu tidak akan bisa cepat atau mudah,” kata Ardern.

 


Most Read

Artikel Terbaru

/