Minggu, 24 Oct 2021
Bali Express
Home / Internasional
icon featured
Internasional

Penembak Presiden AS Ronald Reagan Bebas Tanpa Syarat

28 September 2021, 17: 00: 52 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Penembak Presiden AS Ronald Reagan Bebas Tanpa Syarat

TEMBAK : Presiden Ronald Reagan melambai kan tangan ke kerumunan warga sesaat sebelum ditembak di luar Washington Hilton Hotel pada tanggal 30 Maret 1981. Antara/Courtesy Reagan Library via Reuters. (Antara/Reuters.)

Share this      

WASHINGTON, BALI EXPRESS - Seorang hakim Amerika Serikat  Senin (27/9) waktu setempat mengatakan akan memberikan pembebasan tanpa syarat kepada John Hinckley, yang menembak Presiden AS Ronald Reagan dan melukai tiga orang lainnya dalam sebuah percobaan pembunuhan pada 1981.

"Setelah bertahun-tahun, saya akan memberikan pembebasan tanpa syarat kepada Hinckley," kata Hakim Distrik AS Paul Friedman dalam sidang di pengadilan Distrik Columbia.

Pada 2016, Friedman mengizinkan Hinckley untuk pindah dari sebuah rumah sakit jiwa di Washington yang dihuninya selama tiga dekade.

Baca juga: Gembong Genosida Rwanda Bagosora Meninggal di Tahanan

Namun, Friedman memberlakukan pembatasan perjalanan dan penggunaan internet kepada Hinckley.

Dalam sidang Senin, Friedman mengatakan bahwa dia berencana untuk mencabut pembatasan terhadap Hinckley. Friedman menyebut kesehatan mental Hinckley sudah membaik dan dia tidak lagi berbahaya.

Friedman juga mengatakan akan mengeluarkan perintah tertulis akhir pekan ini untuk melaksanakan keputusannya.

Jaksa federal Kacie Weston mengatakan dalam sidang itu, Departemen Kehakiman AS setuju Hinckley harus diberikan pembebasan tanpa syarat.

Namun, Weston berpendapat pembatasan yang diberlakukan terhadap Hinckley tidak boleh dicabut secara resmi hingga Juni 2022.

Hal itu dimaksudkan agar jaksa dapat terus memantau Hinckley saat dia bertransisi untuk hidup mandiri usai kematian ibunya.

Putri Reagan, Patti Davis, menulis sebuah opini di surat kabar Washington Post yang mengatakan dirinya menentang pembebasan Hinckley dan khawatir pria itu sekarang bisa menghubunginya. "Saya tidak percaya John Hinckley merasa menyesal," tulis Davis dalam opininya.

Reagan tertembak di paru-paru dalam upaya pembunuhan itu, namun dia pulih dengan cepat. Beberapa orang lainnya turut terluka dalam peristiwa tersebut, termasuk sekretaris pers Gedung Putih James Brady, agen rahasia Timothy McCarthy, dan petugas kepolisian Washington Thomas Delahanty.

Hinckley dinyatakan tidak bersalah dengan alasan gangguan jiwa pada sidang juri pada 1982.

Putusan itu mendorong Kongres dan beberapa negara bagian AS untuk mengadopsi undang-undang yang membatasi pembelaan hukum atas dasar gangguan jiwa.

Peristiwa penembakan terhadap Reagan mendorong peluncuran gerakan pengendalian senjata modern, setelah James Brady menjadi cacat permanen akibat serangan itu.

Brady dan istrinya, Sarah, memulai suatu gerakan yang sekarang dikenal sebagai 'Kampanye Brady untuk Mencegah Kekerasan Senjata'. (ant).

(bx/rin/rin/JPR)

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia