26.5 C
Denpasar
Tuesday, February 7, 2023

Usai Jalani Hukuman Kasus Ganja, Bule Rusia Dideportasi

DENPASAR, BALI EXPRESS — Warga Negara (WN) Rusia berinisial DP, 31, dideportasi ke negaranya usai bebas dari penjara akibat tersangkut kasus ganja.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali Anggiat Napitupulu dalam siaran persnya di Denpasar, Jumat (30/12) mengatakan, DP dideportasi karena melanggar Pasal 75 Ayat 1 UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian Jo. Pasal 127 Ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Diketahui sebelumnya DP masuk ke Indonesia pada 4 Februari 2020 melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan menggunakan visa kunjungan berlibur di Bali. Pada 29 Mei 2021 di sebuah vila di Banjar Gelumpang, Sukawati, Gianyar, ia dibekuk pihak berwajib atas informasi adanya WNA yang kerap menggunakan narkotika.

Pada saat dilakukan penggeledahan tidak ditemukan barang yang mencurigakan, namun setelah petugas memeriksa dashboard mobil yang dikendarai DP, ditemukan satu buah bungkus rokok bekas, yang ternyata berisi narkotika jenis Hasis (ganja) seberat 0,8 gram.

Dalam pemeriksaan, diketahui DP membeli barang terlarang tersebut secara online, dan berdasarkan hasil pemeriksaan urine dan darah DP positif mengandung sediaan narkotika.

“Atas perbuatannya tersebut DP terbukti secara sah bersalah melakukan tindak pidana menyalahgunakan Narkotika Golongan I bagi diri sendiri sesuai putusan PN Denpasar Nomor 947/Pid.Sus/2021/PN.Dps tanggal 23 Desember 2021 divonis pidana penjara satu tahun dan sepuluh bulan,” ujar Anggiat.

Setelah menjalani masa pidananya, berdasarkan Surat Lepas Nomor W20.PAS.PAS.2-PK.05.12-2018 tanggal 23 Desember 2022, laki-laki kelahiran

Krasnoyarskii tersebut, bebas dari Lapas Kelas IIA Narkotika Bangli dan diserahkan ke Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I TPI Ngurah Rai.

Dikarenakan pendeportasian belum dapat dilakukan, DP sempat diserahkan ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar.

Di tempat terpisah Kepala Rudenim Denpasar Babay Baenullah mengatakan,
setelah DP didetensi selama empat hari akhirnya bisa dideportasi sesuai dengan jadwal.

Dua petugas Rudenim mengawal dengan ketat DP dari Bali sampai ia dideportasi menggunakan maskapai Turkish Airlines dengan nomor penerbangan TK67 tujuan Denpasar (DPS) — Istanbul (IST) — Moscow (VKO) yang lepas landas pada pukul 21.05 Wita. DP yang telah dideportasi akan dimasukkan dalam daftar penangkalan ke Direktorat Jenderal Imigrasi.






Reporter: Suharnanto

DENPASAR, BALI EXPRESS — Warga Negara (WN) Rusia berinisial DP, 31, dideportasi ke negaranya usai bebas dari penjara akibat tersangkut kasus ganja.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali Anggiat Napitupulu dalam siaran persnya di Denpasar, Jumat (30/12) mengatakan, DP dideportasi karena melanggar Pasal 75 Ayat 1 UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian Jo. Pasal 127 Ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Diketahui sebelumnya DP masuk ke Indonesia pada 4 Februari 2020 melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan menggunakan visa kunjungan berlibur di Bali. Pada 29 Mei 2021 di sebuah vila di Banjar Gelumpang, Sukawati, Gianyar, ia dibekuk pihak berwajib atas informasi adanya WNA yang kerap menggunakan narkotika.

Pada saat dilakukan penggeledahan tidak ditemukan barang yang mencurigakan, namun setelah petugas memeriksa dashboard mobil yang dikendarai DP, ditemukan satu buah bungkus rokok bekas, yang ternyata berisi narkotika jenis Hasis (ganja) seberat 0,8 gram.

Dalam pemeriksaan, diketahui DP membeli barang terlarang tersebut secara online, dan berdasarkan hasil pemeriksaan urine dan darah DP positif mengandung sediaan narkotika.

“Atas perbuatannya tersebut DP terbukti secara sah bersalah melakukan tindak pidana menyalahgunakan Narkotika Golongan I bagi diri sendiri sesuai putusan PN Denpasar Nomor 947/Pid.Sus/2021/PN.Dps tanggal 23 Desember 2021 divonis pidana penjara satu tahun dan sepuluh bulan,” ujar Anggiat.

Setelah menjalani masa pidananya, berdasarkan Surat Lepas Nomor W20.PAS.PAS.2-PK.05.12-2018 tanggal 23 Desember 2022, laki-laki kelahiran

Krasnoyarskii tersebut, bebas dari Lapas Kelas IIA Narkotika Bangli dan diserahkan ke Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I TPI Ngurah Rai.

Dikarenakan pendeportasian belum dapat dilakukan, DP sempat diserahkan ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar.

Di tempat terpisah Kepala Rudenim Denpasar Babay Baenullah mengatakan,
setelah DP didetensi selama empat hari akhirnya bisa dideportasi sesuai dengan jadwal.

Dua petugas Rudenim mengawal dengan ketat DP dari Bali sampai ia dideportasi menggunakan maskapai Turkish Airlines dengan nomor penerbangan TK67 tujuan Denpasar (DPS) — Istanbul (IST) — Moscow (VKO) yang lepas landas pada pukul 21.05 Wita. DP yang telah dideportasi akan dimasukkan dalam daftar penangkalan ke Direktorat Jenderal Imigrasi.






Reporter: Suharnanto

Most Read

Artikel Terbaru