28.7 C
Denpasar
Tuesday, February 7, 2023

Cuaca tak Menentu, Penderita ISPA di Tabanan Meningkat

TABANAN, BALI EXPRESS – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, dr. Ketut Nariana, menyebutkan, selama periode Oktober-Desember 2022, kasus ISPA di Kabupaten Tabanan bagian atas mengalami peningkatan.

“Peningkatan terjadi karena dipengaruhi oleh cuaca yang tidak menentu. Hal ini mempengaruhi daya tahan tubuh sehingga kondisi tubuh menurun dan menjadi rentan terhadap virus dn bakteri penyebab ISPA,” jelasnya, Kamis (15/12).

Dilanjutkan Nariana, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Tabanan, di 20 puskemas wilayah Kabupaten Tabanan, kasus ISPA mencapai 10.164, sehingga menjadi penyakit terbanyak selama periode akhir tahun 2022. Kasus ISPA, papar Nariana, juga mengalami peningkatan sebesar 20 persen, dibandingkan periode awal tahun 2022.

Sesuai dengan namanya, ISPA menimbulkan peradangan di saluran pernapasan. Pada sebagian besar kasus, ISPA disebabkan oleh virus dan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus.

“Infeksi ISPA ini dapat menimbulkan gejala batuk, pilek, dan demam. ISPA sangat mudah menular dan dapat dialami oleh siapa saja, terutama anak-anak hingga lansia. Untuk itu, kami berharap masyarakat menjaga kondisi sehingga daya tahan tubuh tetap stabil,” lanjut Nariana.

Selain ISPA, jenis penyakit yang mendominasi di 20 puskesmas di Tabanan di antaranya hipertensi primer sebanyak 10.060 kasus, nasofaringitis akut (7.752 kasus), demam (6.643 kasus), hypertensive heart disease atau gangguan kesehatan yang berisiko dialami oleh pengidap darah tinggi (4.451 kasus) dan faringitis akut sebanyak 4.427 kasus.

Selanjutnya adalah non-insulin-dependent diabetes mellitus (NIDDM) sebanyak 3.230 kasus. Dispepsia atau gangguan pencernaan sebanyak 2.817 kasus, conjunctivitis atau mata merah sebanyak 2.106 kasus dan artritis atau radang sendi sebanyak 7.970 kasus.

 






Reporter: IGA Kusuma Yoni

TABANAN, BALI EXPRESS – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, dr. Ketut Nariana, menyebutkan, selama periode Oktober-Desember 2022, kasus ISPA di Kabupaten Tabanan bagian atas mengalami peningkatan.

“Peningkatan terjadi karena dipengaruhi oleh cuaca yang tidak menentu. Hal ini mempengaruhi daya tahan tubuh sehingga kondisi tubuh menurun dan menjadi rentan terhadap virus dn bakteri penyebab ISPA,” jelasnya, Kamis (15/12).

Dilanjutkan Nariana, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Tabanan, di 20 puskemas wilayah Kabupaten Tabanan, kasus ISPA mencapai 10.164, sehingga menjadi penyakit terbanyak selama periode akhir tahun 2022. Kasus ISPA, papar Nariana, juga mengalami peningkatan sebesar 20 persen, dibandingkan periode awal tahun 2022.

Sesuai dengan namanya, ISPA menimbulkan peradangan di saluran pernapasan. Pada sebagian besar kasus, ISPA disebabkan oleh virus dan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus.

“Infeksi ISPA ini dapat menimbulkan gejala batuk, pilek, dan demam. ISPA sangat mudah menular dan dapat dialami oleh siapa saja, terutama anak-anak hingga lansia. Untuk itu, kami berharap masyarakat menjaga kondisi sehingga daya tahan tubuh tetap stabil,” lanjut Nariana.

Selain ISPA, jenis penyakit yang mendominasi di 20 puskesmas di Tabanan di antaranya hipertensi primer sebanyak 10.060 kasus, nasofaringitis akut (7.752 kasus), demam (6.643 kasus), hypertensive heart disease atau gangguan kesehatan yang berisiko dialami oleh pengidap darah tinggi (4.451 kasus) dan faringitis akut sebanyak 4.427 kasus.

Selanjutnya adalah non-insulin-dependent diabetes mellitus (NIDDM) sebanyak 3.230 kasus. Dispepsia atau gangguan pencernaan sebanyak 2.817 kasus, conjunctivitis atau mata merah sebanyak 2.106 kasus dan artritis atau radang sendi sebanyak 7.970 kasus.

 






Reporter: IGA Kusuma Yoni

Most Read

Artikel Terbaru