28.7 C
Denpasar
Friday, December 9, 2022

Gangguan Makan pada Anak Bisa Dipicu oleh Stres

JAKARTA, BALI EXPRESS – Gangguan makan pada anak-anak bisa dipicu oleh stress. Hal itu disampaikan psikolog anak, Samantha Elsner.

“Anak gangguan makan bisa jadi karena stres. Kalau ada satu perilaku makan yang tidak sesuai dengan kebiasaan atau anjuran yang kita bangun sejak kecil, itu berarti dia ada masalah emosi,” kata dia dalam sebuah acara kesehatan di Jakarta, Selasa (20/9).

Stres sendiri, kata Samantha, bisa muncul akibat tugas-tugas yang dibebankan pada anak. Kemudian juga karena keharusan anak beradaptasi semenjak pandemi COVID-19 hampir tiga tahun terakhir hingga tuntutan agar mereka mendapatkan nilai bagus di sekolah.

“Bisa karena adaptasi selama dua pandemi lalu kembali ke sekolah, tiba-tiba merasa capai, tuntutan harus mendapatkan nilai itu juga bisa membuat dia tidak nafsu makan,” tutur dia.

Baca Juga :  Ketua DPRD Tabanan Apresiasi Peningkatan Layanan RSUD Singasana

Menurut Samantha, makan yang tak teratur dapat menyebabkan masalah pada bagian pencernaan anak dan ini akhirnya berpengaruh pada konsentrasi dan daya tahan tubuhnya.

Dalam kesempatan itu, dokter spesialis gizi klinik dr. Diana Felicia Suganda mengatakan, perhatian pada sistem pencernaan anak sudah seharusnya menjadi hal yang fundamental.

“Pencernaan akan sehat jika kita mendukung kelengkapan nutrisinya dari sisi makronutrien maupun mikronutrien serta prebiotik dalam jumlah yang cukup. Pencernaan sehat, menghasilkan daya tahan tubuh yang kuat,” kata dia.

Pakar pediatrik Parker L. Huston seperti disiarkan verywellmind mengatakan ada banyak gejala di antara berbagai jenis gangguan makan antara lain pasien sering mengeluh perut untuk menghindari makan, melewatkan makan atau makan lebih sedikit dari biasanya, pingsan atau kekurangan energi dan masalah gigi karena sering muntah.

Baca Juga :  Parkinson, Penyakit Progresif yang Tidak Bisa Disembuhkan

Orang tua dengan anak yang mengalami gangguan makan dapat melakukan sejumlah hal misalnya memberitahu mereka kecemasan yang dirasakan tanpa menghakimi dan berkonsultasi dengan tenaga profesional.

“Gangguan makan hampir selalu membutuhkan dukungan dari profesional kesehatan medis dan perilaku,” kata Huston. (antara)

 


JAKARTA, BALI EXPRESS – Gangguan makan pada anak-anak bisa dipicu oleh stress. Hal itu disampaikan psikolog anak, Samantha Elsner.

“Anak gangguan makan bisa jadi karena stres. Kalau ada satu perilaku makan yang tidak sesuai dengan kebiasaan atau anjuran yang kita bangun sejak kecil, itu berarti dia ada masalah emosi,” kata dia dalam sebuah acara kesehatan di Jakarta, Selasa (20/9).

Stres sendiri, kata Samantha, bisa muncul akibat tugas-tugas yang dibebankan pada anak. Kemudian juga karena keharusan anak beradaptasi semenjak pandemi COVID-19 hampir tiga tahun terakhir hingga tuntutan agar mereka mendapatkan nilai bagus di sekolah.

“Bisa karena adaptasi selama dua pandemi lalu kembali ke sekolah, tiba-tiba merasa capai, tuntutan harus mendapatkan nilai itu juga bisa membuat dia tidak nafsu makan,” tutur dia.

Baca Juga :  Henny Atasi Gangguan Jiwa dengan Berlari

Menurut Samantha, makan yang tak teratur dapat menyebabkan masalah pada bagian pencernaan anak dan ini akhirnya berpengaruh pada konsentrasi dan daya tahan tubuhnya.

Dalam kesempatan itu, dokter spesialis gizi klinik dr. Diana Felicia Suganda mengatakan, perhatian pada sistem pencernaan anak sudah seharusnya menjadi hal yang fundamental.

“Pencernaan akan sehat jika kita mendukung kelengkapan nutrisinya dari sisi makronutrien maupun mikronutrien serta prebiotik dalam jumlah yang cukup. Pencernaan sehat, menghasilkan daya tahan tubuh yang kuat,” kata dia.

Pakar pediatrik Parker L. Huston seperti disiarkan verywellmind mengatakan ada banyak gejala di antara berbagai jenis gangguan makan antara lain pasien sering mengeluh perut untuk menghindari makan, melewatkan makan atau makan lebih sedikit dari biasanya, pingsan atau kekurangan energi dan masalah gigi karena sering muntah.

Baca Juga :  Lima Tahun Beroperasi, Pasien BPJS Dominasi RS Bali Mandara

Orang tua dengan anak yang mengalami gangguan makan dapat melakukan sejumlah hal misalnya memberitahu mereka kecemasan yang dirasakan tanpa menghakimi dan berkonsultasi dengan tenaga profesional.

“Gangguan makan hampir selalu membutuhkan dukungan dari profesional kesehatan medis dan perilaku,” kata Huston. (antara)

 


Most Read

Artikel Terbaru

/