26.5 C
Denpasar
Tuesday, February 7, 2023

Badung Gencarkan Vaksinasi Booster Kedua

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/380/2023 tentang vaksinasi Covid-19 dosis booster kedua untuk masyarakat umum bisa dimulai pada 24 Januari 2023.

Setelah terbitnya SE tersebut Pemkab Badung pun sudah siap melaksanakan vaksinasi keempat tersebut. Bahkan, vaksinasi booster kedua ini sudah dapat diperoleh di 13 Puskesmas, Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada, dan RS Universitas Udayana.

Kepala Dinas Kesehatan Badung dr. Made Padma Puspita mengatakan, sesuai SE tersebut pihaknya telah menyediakan vaksin di seluruh Puskesmas dan RSD Mangusada. Untuk masyarakat yang akan mengikuti vaksinasi diminta langsung menuju fasilitas pelayanan kesehatan tersebut.

“Sesuai SE, kick off vaksinasi bosster kedua atau vaksinasi keempat di 24 Januari, ini untuk kelompok umur diatas 18 tahun,” ujar Padma Puspita saat dikonfirmasi Senin (23/1).
Selain di RSD Mangusada, pihaknya mengaku telah melakukan koordinasi dengan RS Unud. Tentunya untuk memberikan vaksinasi kepda masyarakat.

“Kegiatan vaksinasi ini dilaksnakan seperti biasa, artinya tidak ada seremonial lagi. Jadi kita melaksanakan vaksinasi sesuai dengan ketersediaan stok,” ungkapnya.

Menurutnya, vaksinasi bosster kedua dapat dilakukan jika sudah melaksanakan vaksinasi booster pertama. Kemudian dari vaksinasi booster pertama ada rentang waktu minimal enam bulan. Jika tidak, maka yang bersangkutan tidak dapat menerima suntikan vaksin bosster kedua. “Kalau belum enam bulan itu di Pcare tidak terbuka, kalau baru vaksinasi booster pertama baru tiga bulan tidak bisa,” jelas mantan Wakil Direktur Pelayanan RSD Mangusada.

Di sisi lain, Padma Puspita menerangkan, animo masyarakat untuk mengikuti vaksinasi mengalami penurunan. Ia juga mengakui memang sulit meingkatkan kesadaran masyarakat untuk mengikuti vaksinasi. Terlebih belakangan ini sudah ada pencabutan status PPKM.

Kendati demikian pihaknya menegaskan akan terus melakukan sosialisasi terkait pentingnya vaksinasi. “Saat ini banyak masyarakan yang agak maboya (menganggap remeh), tapi kami akan tetap sosialisasikan untuk mengikuti vaksinasi,” tegasnya. Saat ini pihaknya berfokus untuk menggalakkan vaksinasi. Baik dari booster pertama dan kedua. Terlebih secara umum vaksinasi booster pertama capaiannya sekitar 80 persen. Kemudian dari vaksinasi booster kedua baru sekitar 15 persen. “Kami tetap berusaha agar capaiannya di atas standar nasional,” pungkasnya.

 






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/380/2023 tentang vaksinasi Covid-19 dosis booster kedua untuk masyarakat umum bisa dimulai pada 24 Januari 2023.

Setelah terbitnya SE tersebut Pemkab Badung pun sudah siap melaksanakan vaksinasi keempat tersebut. Bahkan, vaksinasi booster kedua ini sudah dapat diperoleh di 13 Puskesmas, Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada, dan RS Universitas Udayana.

Kepala Dinas Kesehatan Badung dr. Made Padma Puspita mengatakan, sesuai SE tersebut pihaknya telah menyediakan vaksin di seluruh Puskesmas dan RSD Mangusada. Untuk masyarakat yang akan mengikuti vaksinasi diminta langsung menuju fasilitas pelayanan kesehatan tersebut.

“Sesuai SE, kick off vaksinasi bosster kedua atau vaksinasi keempat di 24 Januari, ini untuk kelompok umur diatas 18 tahun,” ujar Padma Puspita saat dikonfirmasi Senin (23/1).
Selain di RSD Mangusada, pihaknya mengaku telah melakukan koordinasi dengan RS Unud. Tentunya untuk memberikan vaksinasi kepda masyarakat.

“Kegiatan vaksinasi ini dilaksnakan seperti biasa, artinya tidak ada seremonial lagi. Jadi kita melaksanakan vaksinasi sesuai dengan ketersediaan stok,” ungkapnya.

Menurutnya, vaksinasi bosster kedua dapat dilakukan jika sudah melaksanakan vaksinasi booster pertama. Kemudian dari vaksinasi booster pertama ada rentang waktu minimal enam bulan. Jika tidak, maka yang bersangkutan tidak dapat menerima suntikan vaksin bosster kedua. “Kalau belum enam bulan itu di Pcare tidak terbuka, kalau baru vaksinasi booster pertama baru tiga bulan tidak bisa,” jelas mantan Wakil Direktur Pelayanan RSD Mangusada.

Di sisi lain, Padma Puspita menerangkan, animo masyarakat untuk mengikuti vaksinasi mengalami penurunan. Ia juga mengakui memang sulit meingkatkan kesadaran masyarakat untuk mengikuti vaksinasi. Terlebih belakangan ini sudah ada pencabutan status PPKM.

Kendati demikian pihaknya menegaskan akan terus melakukan sosialisasi terkait pentingnya vaksinasi. “Saat ini banyak masyarakan yang agak maboya (menganggap remeh), tapi kami akan tetap sosialisasikan untuk mengikuti vaksinasi,” tegasnya. Saat ini pihaknya berfokus untuk menggalakkan vaksinasi. Baik dari booster pertama dan kedua. Terlebih secara umum vaksinasi booster pertama capaiannya sekitar 80 persen. Kemudian dari vaksinasi booster kedua baru sekitar 15 persen. “Kami tetap berusaha agar capaiannya di atas standar nasional,” pungkasnya.

 






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

Most Read

Artikel Terbaru