28.7 C
Denpasar
Tuesday, February 7, 2023

RS Internasional Bali di Sanur Ditargetkan Buka Akhir Tahun 2023

DENPASAR, BALI EXPRESS – Rumah sakit (RS) berskala internasional di Bali yang akan dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus di Sanur, Bali, ditargetkan buka di akhir tahun 2023 mendatang.

Pemerintah Indonesia berinisiatif melakukan pembangunan ini, lantaran dihitung-hitung Indonesia kehilangan Rp 97,6 trilium setahun dikarenakan hampir 2 juta orang Indonesia bepergian ke luar negeri, untuk tujuan pemeriksaan kesehatan serta pengobatan berkelanjutan lainnya, seperti kanker dan aestethic di tahun 2019.

Terobosan pemerintah membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seluas 40 hektare untuk kesehatan yang pertama di Sanur, Bali, juga merevitalisasi hotel bersejarah yang dibangun oleh Ir. Soekarno dan menyatu dengan etno botanical garden.

Sanur yang sudah terkenal sejak dekade sebagai destinasi wisata sarat dengan budaya dan sejarah menjadi pilihan lokasi yang tepat. Mengambil inspirasi Sanur dari asal kata ‘Sahar Nuhur’ atau ‘Silakan Datang’.

Selain itu, wilayah Desa Intaran (diambil dari banyaknya tumbuhan perdu Intaran) dahulunya banyak dipakai untuk pengobatan, serta Sanur yang juga dikenal sebagai ‘The sunrise of Bali’ menjadikan Sanur istimewa sebagai destinasi kesehatan.

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengungkapkan, sejatinya pembangunan RS Internasional di Bali ini telah diwacanakan dari dahulu. RS Bali Mandara sebelumnya juga telah digadang-gadang sebagai RS bertaraf internasional. Namun sekarang, Pemerintah mencetuskan Kawasan Ekonomi Khusus di bidang kesehatan.

“Harapan kedepan memberikan dampak kesejahteraan bagi masyarakat Bali. Sekaligus juga akan bisa menjaga kelestarian alam Bali selanjutnya dan beberapa potensi Bali yang herbal lainnya. Semoga bisa terakomodasi di sini,” katanya, usai menjadi pembicara dalam Talkshow Challenges & Opportunities of Indonesia’s Medical Tourism yang digelar di Puri Santrian, Sanur, Denpasar, Senin (23/1).

Cok Ace menambahkan, persaingannya saat ini ada pada teknologi yang kian maju. Khususnya terkait cara mengobati, merawat, serta kemampuan sumber daya manusia (SDM) dalam hal ini dokter spesialisnya.

“Kita angkat lagi di luar itu ada hal yang tidak tersentuh. Ada budaya, ada kekuatan lainnya yang bisa menarik orang untuk lebih datang ke Bali, ini yang kita angkat lagi. Secara teknologi kita katakan modern setelah lima tahun lagi, belum tentu lebih modern lagi. Kalau budaya tidak ada yang diperbarui. Semakin digali semakin punya kekuatan,” paparnya.

Disinggung soal target kedatangan pasien ke RS Internasional ini, menurut Cok Ace, baik orang dari dalam negeri maupun dari luar negeri tidak menutup kemungkinan. Sebelumnya Cok Ace mengungkapkan, tanpa diperhatikan, sebetulnya banyak wisatawan Australia yang datang ke Bali khusus untuk perawatan gigi.

“Itu telah kita rintis dari beberapa puluh tahun bagaimana membuka pengobatan untuk gigi di Bali. Di beberapa negara tidak pernah memberikan asuransi pada kesehatan gigi. Bali punya peluang untuk itu salah satu, belum lagi yang lain,” jelasnya.

Dijelaskannya, KEK Kesehatan ini kelak bukan hanya menawarkan Medical Tourism. Namun juga dapat menjadi tujuan untuk wisata wellness, sehingga Bali akan memiliki Health Tourism yang komphrehensif.

PT Pertamina Bina Medika – Indonesia Healthcare Corporation (IHC) bersama dengan Mayo Clinic merancang desain bangun, tata kelola dan budaya, layanan medis dan quality assurance dengan tujuan untuk memposisikan kualitas, keamanan, dan pengalaman pasien pada standar internasional tertinggi. Harapannya, orang Indonesia tidak perlu lagi keluar negeri untuk berobat.

Mayo Clinic merupakan rumah sakit terbaik dunia (sejak publikasi daftar Global Newsweek & Statista Inc. pertama pada tahun 2019), rumah sakit terbaik AS selama tujuh tahun berturut-turut, serta peringkat teratas dalam empat belas spesialisasi (US News & World Report).

Mayo Clinic adalah lembaga perawatan kesehatan terkemuka di dunia, yang menonjol karena keunggulannya yang konsisten, termasuk dokter yang terkemuka, perawatan keperawatan terbaik, dan teknologi canggih.

Dalam talkshow disebutkan, pembangunan rumah sakit diharapkan selesai pada akhir 2023 dan beroperasi penuh pada awal tahun 2024. Berdiri di atas lahan seluas 5,0 Ha (dengan luas bangunan sekitar 60.000 M2 di empat lantai) yang dikelilingi oleh landscape tanaman tropis, pengembangan Bali International Hospital (BIH) merencanakan 250 tempat tidur rawat inap, dengan 6 pusat unggulan kelas dunia. Terutama di sektor Cardiology, Oncology, Neurology, untuk manajemen penyakit kritis. Selain itu, Gastro-Hepato (Gastroenterology), Orthopaedic serta Medical check up akan menjadi spesialisasi medis yang sepenuhnya terintegrasi ke dalam RS ini.

Dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Rumah Sakit di Kawasan Ekonomi Khusus, diharapkan tenaga kesehatan warga negara Indonesia lulusan luar negeri dapat berpraktek tanpa melalui prosedur adaptasi di universitas pendidikan terlebih dulu, dengan misi untuk mentransfer pengetahuan dan teknologi secara progresif serta masuknya obat-obatan berkualitas tinggi sesuai izin edar dapat digunakan.

Didukung dan dipandu oleh ‘The Medical Advisory Board’ yang terdiri dari Guru Besar dan pakar bidang kedokteran yang berasal dari berbagai Universitas di Indonesia, untuk mencapai keunggulan klinis, operasional dan bisnis. RS Bali yang baru ini akan mampu meningkatkan daya saingnya dibandingkan dengan institusi regional lainnya dan memberikan ketenangan pikiran kepada pasien masa depan. Pasalnya, pasien dapat meyakini bahwa penyedia layanan kesehatan mereka berkolaborasi dengan institusi dunia yang terpercaya di industri kesehatan ini.

Rumah Sakit Internasional Bali berkomitmen untuk menempatkan dan menumbuhkan reputasi Bali sebagai destinasi medical tourism terkemuka di Indonesia. Perusahaan berharap dapat terus dipercaya dan mendapatkan dukungan penuh, baik dari Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat sehingga dapat mencapai tujuan bangsa, yakni membawa potensi Indonesia melalui Bali.

“Pada akhirnya, rumah sakit internasional ini menjadi kebanggaan dan semakin berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan daerah. Ini bagian dari komitment badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk Indonesia,” ujar Direktur Utama, PT. Pertamedika – IHC, dr Mira Dyah Wahyuni, MARS.

 






Reporter: Rika Riyanti

DENPASAR, BALI EXPRESS – Rumah sakit (RS) berskala internasional di Bali yang akan dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus di Sanur, Bali, ditargetkan buka di akhir tahun 2023 mendatang.

Pemerintah Indonesia berinisiatif melakukan pembangunan ini, lantaran dihitung-hitung Indonesia kehilangan Rp 97,6 trilium setahun dikarenakan hampir 2 juta orang Indonesia bepergian ke luar negeri, untuk tujuan pemeriksaan kesehatan serta pengobatan berkelanjutan lainnya, seperti kanker dan aestethic di tahun 2019.

Terobosan pemerintah membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seluas 40 hektare untuk kesehatan yang pertama di Sanur, Bali, juga merevitalisasi hotel bersejarah yang dibangun oleh Ir. Soekarno dan menyatu dengan etno botanical garden.

Sanur yang sudah terkenal sejak dekade sebagai destinasi wisata sarat dengan budaya dan sejarah menjadi pilihan lokasi yang tepat. Mengambil inspirasi Sanur dari asal kata ‘Sahar Nuhur’ atau ‘Silakan Datang’.

Selain itu, wilayah Desa Intaran (diambil dari banyaknya tumbuhan perdu Intaran) dahulunya banyak dipakai untuk pengobatan, serta Sanur yang juga dikenal sebagai ‘The sunrise of Bali’ menjadikan Sanur istimewa sebagai destinasi kesehatan.

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengungkapkan, sejatinya pembangunan RS Internasional di Bali ini telah diwacanakan dari dahulu. RS Bali Mandara sebelumnya juga telah digadang-gadang sebagai RS bertaraf internasional. Namun sekarang, Pemerintah mencetuskan Kawasan Ekonomi Khusus di bidang kesehatan.

“Harapan kedepan memberikan dampak kesejahteraan bagi masyarakat Bali. Sekaligus juga akan bisa menjaga kelestarian alam Bali selanjutnya dan beberapa potensi Bali yang herbal lainnya. Semoga bisa terakomodasi di sini,” katanya, usai menjadi pembicara dalam Talkshow Challenges & Opportunities of Indonesia’s Medical Tourism yang digelar di Puri Santrian, Sanur, Denpasar, Senin (23/1).

Cok Ace menambahkan, persaingannya saat ini ada pada teknologi yang kian maju. Khususnya terkait cara mengobati, merawat, serta kemampuan sumber daya manusia (SDM) dalam hal ini dokter spesialisnya.

“Kita angkat lagi di luar itu ada hal yang tidak tersentuh. Ada budaya, ada kekuatan lainnya yang bisa menarik orang untuk lebih datang ke Bali, ini yang kita angkat lagi. Secara teknologi kita katakan modern setelah lima tahun lagi, belum tentu lebih modern lagi. Kalau budaya tidak ada yang diperbarui. Semakin digali semakin punya kekuatan,” paparnya.

Disinggung soal target kedatangan pasien ke RS Internasional ini, menurut Cok Ace, baik orang dari dalam negeri maupun dari luar negeri tidak menutup kemungkinan. Sebelumnya Cok Ace mengungkapkan, tanpa diperhatikan, sebetulnya banyak wisatawan Australia yang datang ke Bali khusus untuk perawatan gigi.

“Itu telah kita rintis dari beberapa puluh tahun bagaimana membuka pengobatan untuk gigi di Bali. Di beberapa negara tidak pernah memberikan asuransi pada kesehatan gigi. Bali punya peluang untuk itu salah satu, belum lagi yang lain,” jelasnya.

Dijelaskannya, KEK Kesehatan ini kelak bukan hanya menawarkan Medical Tourism. Namun juga dapat menjadi tujuan untuk wisata wellness, sehingga Bali akan memiliki Health Tourism yang komphrehensif.

PT Pertamina Bina Medika – Indonesia Healthcare Corporation (IHC) bersama dengan Mayo Clinic merancang desain bangun, tata kelola dan budaya, layanan medis dan quality assurance dengan tujuan untuk memposisikan kualitas, keamanan, dan pengalaman pasien pada standar internasional tertinggi. Harapannya, orang Indonesia tidak perlu lagi keluar negeri untuk berobat.

Mayo Clinic merupakan rumah sakit terbaik dunia (sejak publikasi daftar Global Newsweek & Statista Inc. pertama pada tahun 2019), rumah sakit terbaik AS selama tujuh tahun berturut-turut, serta peringkat teratas dalam empat belas spesialisasi (US News & World Report).

Mayo Clinic adalah lembaga perawatan kesehatan terkemuka di dunia, yang menonjol karena keunggulannya yang konsisten, termasuk dokter yang terkemuka, perawatan keperawatan terbaik, dan teknologi canggih.

Dalam talkshow disebutkan, pembangunan rumah sakit diharapkan selesai pada akhir 2023 dan beroperasi penuh pada awal tahun 2024. Berdiri di atas lahan seluas 5,0 Ha (dengan luas bangunan sekitar 60.000 M2 di empat lantai) yang dikelilingi oleh landscape tanaman tropis, pengembangan Bali International Hospital (BIH) merencanakan 250 tempat tidur rawat inap, dengan 6 pusat unggulan kelas dunia. Terutama di sektor Cardiology, Oncology, Neurology, untuk manajemen penyakit kritis. Selain itu, Gastro-Hepato (Gastroenterology), Orthopaedic serta Medical check up akan menjadi spesialisasi medis yang sepenuhnya terintegrasi ke dalam RS ini.

Dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Rumah Sakit di Kawasan Ekonomi Khusus, diharapkan tenaga kesehatan warga negara Indonesia lulusan luar negeri dapat berpraktek tanpa melalui prosedur adaptasi di universitas pendidikan terlebih dulu, dengan misi untuk mentransfer pengetahuan dan teknologi secara progresif serta masuknya obat-obatan berkualitas tinggi sesuai izin edar dapat digunakan.

Didukung dan dipandu oleh ‘The Medical Advisory Board’ yang terdiri dari Guru Besar dan pakar bidang kedokteran yang berasal dari berbagai Universitas di Indonesia, untuk mencapai keunggulan klinis, operasional dan bisnis. RS Bali yang baru ini akan mampu meningkatkan daya saingnya dibandingkan dengan institusi regional lainnya dan memberikan ketenangan pikiran kepada pasien masa depan. Pasalnya, pasien dapat meyakini bahwa penyedia layanan kesehatan mereka berkolaborasi dengan institusi dunia yang terpercaya di industri kesehatan ini.

Rumah Sakit Internasional Bali berkomitmen untuk menempatkan dan menumbuhkan reputasi Bali sebagai destinasi medical tourism terkemuka di Indonesia. Perusahaan berharap dapat terus dipercaya dan mendapatkan dukungan penuh, baik dari Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat sehingga dapat mencapai tujuan bangsa, yakni membawa potensi Indonesia melalui Bali.

“Pada akhirnya, rumah sakit internasional ini menjadi kebanggaan dan semakin berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan daerah. Ini bagian dari komitment badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk Indonesia,” ujar Direktur Utama, PT. Pertamedika – IHC, dr Mira Dyah Wahyuni, MARS.

 






Reporter: Rika Riyanti

Most Read

Artikel Terbaru