Lonjakan Kasus Human Metapneumovirus (HMPV) di China, Dunia Kesehatan Siaga

BALIEXPRESS.ID – Pejabat kesehatan global tengah meningkatkan kewaspadaan menyusul lonjakan kasus infeksi pernapasan yang disebabkan oleh human metapneumovirus (HMPV) di China.
Virus ini dikenal sangat menular dan dapat menyebabkan komplikasi serius hingga kematian, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan individu dengan kekebalan tubuh lemah.
Menurut laporan Medical Daily pada Jumat (30/12/2024), HMPV menyebar melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi, percikan batuk atau bersin, serta permukaan yang terkontaminasi.
Infeksi dapat menyebabkan gejala seperti batuk, demam, hidung tersumbat, dan sesak napas, yang dalam kasus parah dapat berkembang menjadi bronkitis atau pneumonia.
Data dari Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Nasional China menunjukkan peningkatan signifikan kasus HMPV di provinsi utara pada periode 16-22 Desember 2024. Reuters melaporkan bahwa sebagian besar kasus terjadi pada anak-anak di bawah usia 14 tahun.
Di Amerika Serikat, musim HMPV biasanya berlangsung dari musim dingin hingga musim semi. Virus ini diperkirakan menyumbang hingga 10 persen kasus rawat inap pada anak-anak, dengan sekitar 16 persen di antaranya mengalami komplikasi serius.
Meski kebanyakan infeksi ringan dan sembuh dalam beberapa hari, risiko komplikasi serius tetap ada, terutama pada penderita penyakit kronis seperti PPOK, asma, atau fibrosis paru. Hingga kini, belum ada vaksin untuk mencegah HMPV, sehingga tindakan pencegahan menjadi sangat penting.
Para ahli merekomendasikan beberapa langkah sederhana untuk mengurangi risiko penularan, di antaranya:
- Mencuci tangan secara rutin dengan sabun.
- Menghindari kontak dengan orang yang sakit.
- Menjaga kebersihan permukaan yang sering disentuh.
- Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin.
- Menghindari berbagi peralatan makan dan minum.
- Tetap di rumah jika sedang sakit untuk mencegah penyebaran virus.
Saat ini, tidak ada terapi antivirus khusus untuk HMPV. Pengobatan berfokus pada pengelolaan gejala, seperti penggunaan obat pereda nyeri atau demam, dekongestan untuk hidung tersumbat, dan obat pengontrol untuk pasien dengan kondisi kronis.
Lonjakan kasus HMPV ini menyoroti pentingnya pencegahan dan kesadaran masyarakat akan bahaya infeksi pernapasan. Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan, diharapkan penyebaran virus ini dapat diminimalkan. (*)


