29.8 C
Denpasar
Friday, March 24, 2023

Oleh : Joanna Alexandra Putri*

IKN Menjadi Peradaban Baru di Indonesia

Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara akan menjadi kota yang ultra modern dan membanggakan, karena akan menampakkan wajah Indonesia di mata dunia internasional. IKN menjadi peradaban baru di Indonesia, dan menjadi kota yang ramah lingkungan serta minim karbon. Sebuah ibu kota akan terbangun dengan modern dan tetap menjaga kelestarian hutan di Kalimantan.
IKN masih dalam proses pembangunan dan akan menjadi kota yang memiliki peradaban baru di Indonesia. IKN Nusantara didesain sebagai ibu kota yang cantik, modern, sekaligus hijau. Nantinya IKN menjadi pusat pemerintahan yang membanggakan, karena dirancang dengan sangat bagus dan menampakkan wajah Indonesia di mata dunia.
Kepala Otorita IKN Nusantara, Bambang Susantono menyatakan bahwa ada lima karakter IKN Nusantara dan pemerintah terus menggenjot pembangunan infrastruktur ibu kota baru Indonesia. Lima karakter ini membuat IKN Nusantara menjadi peradaban baru perkotaan di Indonesia.
IKN diharapakan menjadi carbon neutral city pada tahun 2045. Ia mengatakan, IKN merupakan kota yang dibangun dengan lima karakter utama yang mengedepankan kota yang hijau, pintar, serta pengelolaan sirkulasi perairan yang baik.
Bambang Susantono melanjutkan, IKN Nusantara menjadi contoh peradaban baru perkotaan di Indonesia yang memiliki 5 karakter yakni Green, Smart, Inclusive, Resilient dan Sustainable. Dalam artian, kota IKN Nusantara tidak hanya menjadi smart city. Namun juga jadi green city yang inklusif, sekaligus memiliki warga yang ulet dan berkelanjutan untuk terus maju.
IKN menjadi peradaban baru karena merupakan smart city, di mana dalam gedung-gedung pemerintahan benar-benar modern. Misalnya di kantor kementerian memakai gadget canggih dan pengurusan administrasi serta surat-menyurat memakai email. Tidak ada lagi berkas-berkas yang bertumpuk karena sistemnya online dan sekaligus paperless. Dengan cara ini maka IKN jadi smart city sekaligus green city karena hemat kertas dan cinta bumi.
Dalam usaha menjadi smart city maka IKN juga memiliki desa digital yang berlokasi di Desa Bukit Raya. Di desa digital selain pengenalan manfaat internet dan marketing online, juga ada pengajaran mengenai literasi digital. Tujuannya untuk mengedukasi masyarakat agar membedakan berita asli dan hoaks di media sosial. Desa Bukit Raya menjadi pusat percontohan desa lain dan diharap semua warga IKN menguasai teknologi dan mahir menggunakan internet.
Sebelumnya, Presiden Jokowi menegaskan pembangunan IKN Nusantara Kalimantan Timur mengusung konsep Forest City (kota hutan). Saat ini, wilayah inti IKN Nusantara didominasi Hutan Tanaman Industri. Nantinya, pemerintah akan mengembalikan kawasan IKN Nusantara menjadi kota rimba dengan didominasi pohon asli khas Hutan Hujan Tropis. Namun, tutupan lahan hijau masih perlu ditingkatkan hingga mencapai 75 persen.
IKN Nusantara bakal mengusung konsep kota hutan, sehingga sebagian besar lahannya harus ditumbuhi pepohonan hijau. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa menyatakan bahwa akan ada pembangunan kawasan hijau di IKN Nusantara, sebanyak 70-75%. Juga ada kawasan persemaian bibit modern di Sepaku, Kalimantan Timur, sebesar 120 hektar. Kapasita persemaiannya 10 juta bibit per tahun.
Pernyataan Menteri Suharso dilontarkan saat beraudensi dengan Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Mas’ud. Tidak akan ada kekhawatiran bahwa pembangunan IKN bersebrangan dengan status Kalimantan sebagai salah satu paru-paru dunia. Suharso menjamin bahwa IKN tidak akan mengubah drastis Penajam Paser Utara menjadi daerah yang gersang, pasca proses pembangunan.
Jika sudah ada jaminan dari Menteri Suharso maka tak hanya Bupati Penajam Paser Utara yang lega, tetapi juga rakyat Kalimantan Timur. Selama ini mereka takut bahwa datangnya truk-truk dan traktor akan membabat hutan Kalimantan. Namun tidak akan terjadi, karena pemerintah sudah merencanakan bahwa minimal 70% daerah IKN adalah kawasan hijau.
Untuk mewujudkan 70% kawasan hijau maka caranya dengan reboisasi alias penghijauan di Kalimantan Timur. Reboisasi dilakukan tidak hanya di darata, tetapi juga perbukitan. Dengan reboisasi maka dipastikan Penajam Paser Utara yang nantinya berubah nama jadi Nusantara, akan menjadi daerah yang asri, sejuk, dan menyenangkan.
Pemerintah membuat konsep green city pada IKN karena selama ini, ibu kota identik dengan tempat yang penuh dengan manusia dan kendaraan, sehingga pengap, macet, dan membuat sesak nafas. Padahal situasi ini sangat tidak sehat dan merugikan penduduknya dalam jangka panjang. Oleh karena itu saat ibu kota dipindah ke Kalimantan, akan dibuat kota yang modern tetapi ramah lingkungan.
Konsep green city untuk ibu kota masih jarang diaplikasikan di negara-negara lain, bahkan bisa dikatakan Indonesia menjadi pionir. Oleh karena itu masyarakat mengapresiasi Presiden Jokowi, yang bekerja keras untuk mewujudkan proyek IKN yang hijau dan tidak merusak hutan Kalimantan. Sebuah kota yang hijau juga minim emisi gas buangan sehingga mayoritas penduduknya menggunakan kendaraan listrik, dan ini masih jadi proyek jangka panjang.
IKN Nusantara menjadi peradaban baru Indonesia. Di mana sebuah ibu kota sangat canggih dan perkantorannya memakai gadget serta jaringan internet, sehingga meminimalisir penggunaan kertas. Selain itu IKN juga jadi green city dan tetap melestarikan hutan Kalimantan.

Baca Juga :  Mengawal Pemerintahan Secara Proporsional

)* Penulis adalah Kontributor Jeka Media Institute


Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara akan menjadi kota yang ultra modern dan membanggakan, karena akan menampakkan wajah Indonesia di mata dunia internasional. IKN menjadi peradaban baru di Indonesia, dan menjadi kota yang ramah lingkungan serta minim karbon. Sebuah ibu kota akan terbangun dengan modern dan tetap menjaga kelestarian hutan di Kalimantan.
IKN masih dalam proses pembangunan dan akan menjadi kota yang memiliki peradaban baru di Indonesia. IKN Nusantara didesain sebagai ibu kota yang cantik, modern, sekaligus hijau. Nantinya IKN menjadi pusat pemerintahan yang membanggakan, karena dirancang dengan sangat bagus dan menampakkan wajah Indonesia di mata dunia.
Kepala Otorita IKN Nusantara, Bambang Susantono menyatakan bahwa ada lima karakter IKN Nusantara dan pemerintah terus menggenjot pembangunan infrastruktur ibu kota baru Indonesia. Lima karakter ini membuat IKN Nusantara menjadi peradaban baru perkotaan di Indonesia.
IKN diharapakan menjadi carbon neutral city pada tahun 2045. Ia mengatakan, IKN merupakan kota yang dibangun dengan lima karakter utama yang mengedepankan kota yang hijau, pintar, serta pengelolaan sirkulasi perairan yang baik.
Bambang Susantono melanjutkan, IKN Nusantara menjadi contoh peradaban baru perkotaan di Indonesia yang memiliki 5 karakter yakni Green, Smart, Inclusive, Resilient dan Sustainable. Dalam artian, kota IKN Nusantara tidak hanya menjadi smart city. Namun juga jadi green city yang inklusif, sekaligus memiliki warga yang ulet dan berkelanjutan untuk terus maju.
IKN menjadi peradaban baru karena merupakan smart city, di mana dalam gedung-gedung pemerintahan benar-benar modern. Misalnya di kantor kementerian memakai gadget canggih dan pengurusan administrasi serta surat-menyurat memakai email. Tidak ada lagi berkas-berkas yang bertumpuk karena sistemnya online dan sekaligus paperless. Dengan cara ini maka IKN jadi smart city sekaligus green city karena hemat kertas dan cinta bumi.
Dalam usaha menjadi smart city maka IKN juga memiliki desa digital yang berlokasi di Desa Bukit Raya. Di desa digital selain pengenalan manfaat internet dan marketing online, juga ada pengajaran mengenai literasi digital. Tujuannya untuk mengedukasi masyarakat agar membedakan berita asli dan hoaks di media sosial. Desa Bukit Raya menjadi pusat percontohan desa lain dan diharap semua warga IKN menguasai teknologi dan mahir menggunakan internet.
Sebelumnya, Presiden Jokowi menegaskan pembangunan IKN Nusantara Kalimantan Timur mengusung konsep Forest City (kota hutan). Saat ini, wilayah inti IKN Nusantara didominasi Hutan Tanaman Industri. Nantinya, pemerintah akan mengembalikan kawasan IKN Nusantara menjadi kota rimba dengan didominasi pohon asli khas Hutan Hujan Tropis. Namun, tutupan lahan hijau masih perlu ditingkatkan hingga mencapai 75 persen.
IKN Nusantara bakal mengusung konsep kota hutan, sehingga sebagian besar lahannya harus ditumbuhi pepohonan hijau. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa menyatakan bahwa akan ada pembangunan kawasan hijau di IKN Nusantara, sebanyak 70-75%. Juga ada kawasan persemaian bibit modern di Sepaku, Kalimantan Timur, sebesar 120 hektar. Kapasita persemaiannya 10 juta bibit per tahun.
Pernyataan Menteri Suharso dilontarkan saat beraudensi dengan Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Mas’ud. Tidak akan ada kekhawatiran bahwa pembangunan IKN bersebrangan dengan status Kalimantan sebagai salah satu paru-paru dunia. Suharso menjamin bahwa IKN tidak akan mengubah drastis Penajam Paser Utara menjadi daerah yang gersang, pasca proses pembangunan.
Jika sudah ada jaminan dari Menteri Suharso maka tak hanya Bupati Penajam Paser Utara yang lega, tetapi juga rakyat Kalimantan Timur. Selama ini mereka takut bahwa datangnya truk-truk dan traktor akan membabat hutan Kalimantan. Namun tidak akan terjadi, karena pemerintah sudah merencanakan bahwa minimal 70% daerah IKN adalah kawasan hijau.
Untuk mewujudkan 70% kawasan hijau maka caranya dengan reboisasi alias penghijauan di Kalimantan Timur. Reboisasi dilakukan tidak hanya di darata, tetapi juga perbukitan. Dengan reboisasi maka dipastikan Penajam Paser Utara yang nantinya berubah nama jadi Nusantara, akan menjadi daerah yang asri, sejuk, dan menyenangkan.
Pemerintah membuat konsep green city pada IKN karena selama ini, ibu kota identik dengan tempat yang penuh dengan manusia dan kendaraan, sehingga pengap, macet, dan membuat sesak nafas. Padahal situasi ini sangat tidak sehat dan merugikan penduduknya dalam jangka panjang. Oleh karena itu saat ibu kota dipindah ke Kalimantan, akan dibuat kota yang modern tetapi ramah lingkungan.
Konsep green city untuk ibu kota masih jarang diaplikasikan di negara-negara lain, bahkan bisa dikatakan Indonesia menjadi pionir. Oleh karena itu masyarakat mengapresiasi Presiden Jokowi, yang bekerja keras untuk mewujudkan proyek IKN yang hijau dan tidak merusak hutan Kalimantan. Sebuah kota yang hijau juga minim emisi gas buangan sehingga mayoritas penduduknya menggunakan kendaraan listrik, dan ini masih jadi proyek jangka panjang.
IKN Nusantara menjadi peradaban baru Indonesia. Di mana sebuah ibu kota sangat canggih dan perkantorannya memakai gadget serta jaringan internet, sehingga meminimalisir penggunaan kertas. Selain itu IKN juga jadi green city dan tetap melestarikan hutan Kalimantan.

Baca Juga :  Perpindahan IKN Memberi Banyak Dampak Positif

)* Penulis adalah Kontributor Jeka Media Institute


Most Read

Artikel Terbaru