alexametrics
25.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Kerja Bareng, Beli Sabu Urunan, Tiga Sekawan Masuk Penjara

DENPASAR, BALI EXPRESS – Tiga orang karyawan ini benar-benar tiga sekawan sejati. Mereka adalah Putu Juliawan, 23, Alfian Baktiar, 28, dan I Putu Kamandiatara, 27.

Selain sama-sama bekerja di sebuah kafe di Denpasar, ketiganya juga seirama berulah  nakal.  “Ketiga terdakwa sepakat iuran membeli sabu masing-masing Rp 350 ribu per orang,” kata jaksa penuntut umum (JPU) Widyaningsih kepada majelis hakim yang diketuai I Putu Suyoga di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Rabu (7/7).

Dari uang iuran tersebut terdakwa Alfian lantas menstransfer ke rekening Agus (masih buron) sebesar Rp 1 juta lebih untuk pembelian sabu. Sesuai kesepakatan, terdakwa Alfian dan Kamandiantara mengambil paket sabu di depan Kafe Legong, Jalan LBC Sunset Road, Banjar Glogor Carik, Desa Pemogan, Denpasar Selatan.

Apesnya, berat sabu yang dibeli tersebut tidak sesuai pesanan, hanya 0,15 gram. Agus lantas kembali mengirimkan sabu pada terdakwa untuk diambil di depan sebuah kamar di Jalan Gunung Soputan No. 99, Denpasar Barat. 

Terdakwa menemukan bungkus rokok berisi dua plastik klip, masing-masing berisi sabu dengan berat bersih keseluruhan 0,23 gram. Rupanya, ulah terdakwa ini sudah tercium petugas.

Pasalnya, saat terdakwa baru mengambil barang terlarang itu, anggota Polresta Denpasar langsung membekuknya. Barang bukti yang berhasil diamankan sabu seberat 0,38 gram netto.

Perbuatan para terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (1) UU Narkotika juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, atau dakwaan kedua Pasal 112 ayat (1) yang sama, atau dakwaan ketiga Pasal 127 ayat (1) huruf A UU yang sama.

“Luar biasa kompak, ya, kalian. Makai sabu bareng, iuran bareng, sama-sama kerja sebagai waiter café (pramusaji),” seloroh hakim Suyoga.

“Bareng-bareng, Yang Mulia,” ujar Juliawan. “Kompak, ya?” cetus hakim. Para terdakwa kemudian saling melirik. “Kami menyesal, Yang Mulia,” jawab Juliawan mewakili temannya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Tiga orang karyawan ini benar-benar tiga sekawan sejati. Mereka adalah Putu Juliawan, 23, Alfian Baktiar, 28, dan I Putu Kamandiatara, 27.

Selain sama-sama bekerja di sebuah kafe di Denpasar, ketiganya juga seirama berulah  nakal.  “Ketiga terdakwa sepakat iuran membeli sabu masing-masing Rp 350 ribu per orang,” kata jaksa penuntut umum (JPU) Widyaningsih kepada majelis hakim yang diketuai I Putu Suyoga di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Rabu (7/7).

Dari uang iuran tersebut terdakwa Alfian lantas menstransfer ke rekening Agus (masih buron) sebesar Rp 1 juta lebih untuk pembelian sabu. Sesuai kesepakatan, terdakwa Alfian dan Kamandiantara mengambil paket sabu di depan Kafe Legong, Jalan LBC Sunset Road, Banjar Glogor Carik, Desa Pemogan, Denpasar Selatan.

Apesnya, berat sabu yang dibeli tersebut tidak sesuai pesanan, hanya 0,15 gram. Agus lantas kembali mengirimkan sabu pada terdakwa untuk diambil di depan sebuah kamar di Jalan Gunung Soputan No. 99, Denpasar Barat. 

Terdakwa menemukan bungkus rokok berisi dua plastik klip, masing-masing berisi sabu dengan berat bersih keseluruhan 0,23 gram. Rupanya, ulah terdakwa ini sudah tercium petugas.

Pasalnya, saat terdakwa baru mengambil barang terlarang itu, anggota Polresta Denpasar langsung membekuknya. Barang bukti yang berhasil diamankan sabu seberat 0,38 gram netto.

Perbuatan para terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (1) UU Narkotika juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, atau dakwaan kedua Pasal 112 ayat (1) yang sama, atau dakwaan ketiga Pasal 127 ayat (1) huruf A UU yang sama.

“Luar biasa kompak, ya, kalian. Makai sabu bareng, iuran bareng, sama-sama kerja sebagai waiter café (pramusaji),” seloroh hakim Suyoga.

“Bareng-bareng, Yang Mulia,” ujar Juliawan. “Kompak, ya?” cetus hakim. Para terdakwa kemudian saling melirik. “Kami menyesal, Yang Mulia,” jawab Juliawan mewakili temannya.


Most Read

Artikel Terbaru

/