alexametrics
30.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Otsus Memperbaiki Kualitas Pendidikan Rakyat Papua

Keberlanjutan Program Otonomi Khusus (Otsus) mendapat apresiasi masyarakat. Selain meningkatkan infrastruktur, Otsus terbukti mampu memperbaiki kualitas pendidikan rakyat Papua. 

Hak memperoleh pendidikan merupakan sesuatu yang harus diupayakan, kepedulian pemerintah kepada pendidikan terbukti dengan adanya Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Kuliah, yang memungkinkan siapapun bisa mendapatkan pendidikan yang layak.

Sementara itu khusus wilayah Papua, pemerintah telah mengucurkan dana Otsus (Otonomi Khusus), dimana kebijakan tersebut berhasil menjadikan anak muda Papua mengenyam pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.

Seorang putri asli Papua merasa beruntung karena menjadi salah satu dari belasan orang pertama yang dikirim ke Australia untuk menempuh kuliah S1 dengan biaya yang ditanggung oleh pemerintah daerah.

Asna Kristina Krebu, warga asli Papua yang dilahirkan dari pasangan yang berprofesi sebagai pendidik tingkat sekolah dasa di kampung Dosay, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura.

Asna mengaku, tanpa adanya dana Otsus dirinya tidak akan pernah mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi, karena dirinya dibesarkan di keluarga yang kedua orang tuanya hanya guru SD. Sehingga mustahil untuk bisa berkuliah di luar negeri dengan biaya sendiri.

Dana Otsus sendiri merupakan hibah dari pemerintah pusat kepada pemerintah provinsi Papua dan Papua Barat yang menyandang status sebagai otonomi khusus.

Semula diamanatkan dalam undang-undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi UU Nomor 35 Tahun 2008 untuk juga mencakup Provinsi Papua Barat.

Dua puluh tahun sejak diberlakukan Otsus Papua, undang-undang tersebut mengalami revisi lagi yang kini menjadi UU Nomor 2 Tahun 2021. Alokasi anggaran Otsus Papua dan Papua Barat ditetapkan Rp 8,5 triliun dalam Rancangan Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022.

Bidang prioritas dana Otonomi Khusus menyediakan kebutuhan mendasar pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi rakyat. Belakangan pemerintah pusat juga menggelontorkan alokasi yang bersifat umum, antara lain untuk pembangunan dan peningkatan kesejahteraan orang asli Papua dan penguatan lembaga adat.

Dalam pelaksanaannya di bidang pendidikan, dana hibah khusus itu digunakan antara lain untuk membiayai kuliah putra-putri Papua seperti Tina.

Pada kesempatan berbeda, Thomas Sapanfo selaku wakil Bupati Asmat menilai bahwa Otsus memiliki dampak yang positif. Karena selain memberi beasiswa bagi para putra Papua, ada program khusus bagi mereka yang telah lulus SMA. Para pemuda bisa mendaftar menjadi tentara, dan seluruh biaya mulai dari perekrutan sampai pelatihan dibantu oleh Otsus. Kebijakan ini tentu saja mendukung putra daerah asli Papua untuk menjadi penjaga wilayah NKRI.

Menurut Thomas, semestinya ada sosialisasi tentang keberhasilan program Otsus. Tayangan tersebut tidak hanya disiarkan di Papua, tetapi juga di seluruh wilayah Indonesia. Sehingga seluruh rakyat akan tahu bahwa program ini sudah berhasil, dan mereka akan mendukung perpanjangan Otsus. Karena sudah terbukti memajukan Papua di berbagai bidang.

Sosialisasi tentang keberhasilan Otsus ini sangat diperlukan, karena saat ini ada saja oknum yang menolak kebijakan Otsus, entah apa penyebabnya, namun keberadaan mereka cukup meresahkan. Sehingga wajib didekati dan dibina, agar mereka tahu bahwa Otsus memiliki dampak positif di Papua dan akhirnya sepakat untuk menyetujui perpanjangan program ini.

Otsus merupakan peluang bagi pemerintah dan masyarakat di bumi cenderawasih untuk memacu proses-proses akselerasi pembangunan di berbagai bidang. Baik fisik maupun non fisik.

Sementara itu Direktur Institute Kalaway Muda Nanny Uswanas mengatakan, Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang pendidikan di Papua dan Papua Barat mengalami peningkatan.  Menurutnya, peningkatan SDM bidang pendidikan tersebut tak lain karena dampak dari dana Otsus yang diberikan oleh pemerintah pusat.

Bahkan, teman-teman Papua sudah banyak yang keluar dari zona nyaman karena perkembangan zaman yang tidak terpaku menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Mereka juga banyak yang menjadi wirausaha.

Belum lagi, sudah banyak anak muda asli Papua yang memiliki talenta yang baik. Sehingga, pendidikan di Papua sudah berkembang dan mengubah mindset kaum muda anak Papua.

Adanya kebijakan Otsus dinilai berhasil meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Papua, berkat kebijakan tersebut, anak muda di Papua berhasil melangkahkan kaki di universitas baik di dalam negeri maupun luar negeri, meski demikian dana Otsus yang dihibahkan oleh pemerintah tetap wajib untuk diawasi dan dievaluasi agar dana Otsus dapat dimanfaatkan dengan baik.

) *Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Gorontalo


Keberlanjutan Program Otonomi Khusus (Otsus) mendapat apresiasi masyarakat. Selain meningkatkan infrastruktur, Otsus terbukti mampu memperbaiki kualitas pendidikan rakyat Papua. 

Hak memperoleh pendidikan merupakan sesuatu yang harus diupayakan, kepedulian pemerintah kepada pendidikan terbukti dengan adanya Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Kuliah, yang memungkinkan siapapun bisa mendapatkan pendidikan yang layak.

Sementara itu khusus wilayah Papua, pemerintah telah mengucurkan dana Otsus (Otonomi Khusus), dimana kebijakan tersebut berhasil menjadikan anak muda Papua mengenyam pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.

Seorang putri asli Papua merasa beruntung karena menjadi salah satu dari belasan orang pertama yang dikirim ke Australia untuk menempuh kuliah S1 dengan biaya yang ditanggung oleh pemerintah daerah.

Asna Kristina Krebu, warga asli Papua yang dilahirkan dari pasangan yang berprofesi sebagai pendidik tingkat sekolah dasa di kampung Dosay, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura.

Asna mengaku, tanpa adanya dana Otsus dirinya tidak akan pernah mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi, karena dirinya dibesarkan di keluarga yang kedua orang tuanya hanya guru SD. Sehingga mustahil untuk bisa berkuliah di luar negeri dengan biaya sendiri.

Dana Otsus sendiri merupakan hibah dari pemerintah pusat kepada pemerintah provinsi Papua dan Papua Barat yang menyandang status sebagai otonomi khusus.

Semula diamanatkan dalam undang-undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi UU Nomor 35 Tahun 2008 untuk juga mencakup Provinsi Papua Barat.

Dua puluh tahun sejak diberlakukan Otsus Papua, undang-undang tersebut mengalami revisi lagi yang kini menjadi UU Nomor 2 Tahun 2021. Alokasi anggaran Otsus Papua dan Papua Barat ditetapkan Rp 8,5 triliun dalam Rancangan Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022.

Bidang prioritas dana Otonomi Khusus menyediakan kebutuhan mendasar pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi rakyat. Belakangan pemerintah pusat juga menggelontorkan alokasi yang bersifat umum, antara lain untuk pembangunan dan peningkatan kesejahteraan orang asli Papua dan penguatan lembaga adat.

Dalam pelaksanaannya di bidang pendidikan, dana hibah khusus itu digunakan antara lain untuk membiayai kuliah putra-putri Papua seperti Tina.

Pada kesempatan berbeda, Thomas Sapanfo selaku wakil Bupati Asmat menilai bahwa Otsus memiliki dampak yang positif. Karena selain memberi beasiswa bagi para putra Papua, ada program khusus bagi mereka yang telah lulus SMA. Para pemuda bisa mendaftar menjadi tentara, dan seluruh biaya mulai dari perekrutan sampai pelatihan dibantu oleh Otsus. Kebijakan ini tentu saja mendukung putra daerah asli Papua untuk menjadi penjaga wilayah NKRI.

Menurut Thomas, semestinya ada sosialisasi tentang keberhasilan program Otsus. Tayangan tersebut tidak hanya disiarkan di Papua, tetapi juga di seluruh wilayah Indonesia. Sehingga seluruh rakyat akan tahu bahwa program ini sudah berhasil, dan mereka akan mendukung perpanjangan Otsus. Karena sudah terbukti memajukan Papua di berbagai bidang.

Sosialisasi tentang keberhasilan Otsus ini sangat diperlukan, karena saat ini ada saja oknum yang menolak kebijakan Otsus, entah apa penyebabnya, namun keberadaan mereka cukup meresahkan. Sehingga wajib didekati dan dibina, agar mereka tahu bahwa Otsus memiliki dampak positif di Papua dan akhirnya sepakat untuk menyetujui perpanjangan program ini.

Otsus merupakan peluang bagi pemerintah dan masyarakat di bumi cenderawasih untuk memacu proses-proses akselerasi pembangunan di berbagai bidang. Baik fisik maupun non fisik.

Sementara itu Direktur Institute Kalaway Muda Nanny Uswanas mengatakan, Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang pendidikan di Papua dan Papua Barat mengalami peningkatan.  Menurutnya, peningkatan SDM bidang pendidikan tersebut tak lain karena dampak dari dana Otsus yang diberikan oleh pemerintah pusat.

Bahkan, teman-teman Papua sudah banyak yang keluar dari zona nyaman karena perkembangan zaman yang tidak terpaku menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Mereka juga banyak yang menjadi wirausaha.

Belum lagi, sudah banyak anak muda asli Papua yang memiliki talenta yang baik. Sehingga, pendidikan di Papua sudah berkembang dan mengubah mindset kaum muda anak Papua.

Adanya kebijakan Otsus dinilai berhasil meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Papua, berkat kebijakan tersebut, anak muda di Papua berhasil melangkahkan kaki di universitas baik di dalam negeri maupun luar negeri, meski demikian dana Otsus yang dihibahkan oleh pemerintah tetap wajib untuk diawasi dan dievaluasi agar dana Otsus dapat dimanfaatkan dengan baik.

) *Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Gorontalo


Most Read

Artikel Terbaru

/